
Warga Dolok Silau Simalungun Kecewa, Janji Perbaikan Jalan Putus Disorot Gubernur
Kepri KPA NEWS –Jalan yang rusak di Desa Bangun Baru dan Pulo Raya Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun masih belum diperbaiki hingga kini, Selasa (7/7/2026).
Meskipun jalan tersebut telah terputus sejak November 2025 atau sudah selama 9 bulan.
Jalan ini berperan penting sebagai jalur utama bagi siswa sekolah dan warga masyarakat yang bekerja.
Jalan yang rusak ini menjadi viral pada 14 September 2025 lalu.
Pada masa itu, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih berjanji akan memperbaiki jalan tersebut dalam tempo 4 bulan.
Namun hingga saat ini jalan tersebut masih terputus.
Dari akun TikTok milik @ditapurba disampaikan bahwa Bupati Simalungun telah mengunjungi lokasi tersebut.
“Bupati berjanji akan memperbaiki jalan dalam waktu 4 bulan. Seharusnya jika dimulai dari Januari, pekerjaan selesai pada April. Namun hingga kini, proses perbaikan jembatan ini terhenti. Dan jembatan yang dibangun oleh masyarakat sendiri kembali rusak,” katanya.
Dijelaskannya, masyarakat akhirnya melakukan perbaikan kembali terhadap jalan dan jembatan tersebut.
“Tetapi ini tidak tahu berapa lama lagi akan bertahan, sementara banyak siswa sekolah kami harus pergi ke sekolah di desa lain melalui jalan tersebut. Masyarakat sudah khawatir dan tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Mohon pertimbangkan anak-anak sekolah agar mereka dapat pulang dan pergi dengan aman,” ujarnya.
Karena video ini mendapat banyak respons di media sosial, pihak Pemkab Simalungun, yaitu Camat Dolok Silau Agusti Ginting bersama BPBD Simalungun melakukan kunjungan kedua ke desa tersebut.
“Hasil evaluasinya, mereka akan melakukan perbaikan pada jembatan dan jalan tersebut. Namun, hal ini belum selesai, saya mohon bantuan kalian untuk ikut mengawasi hingga perbaikan jalan ini selesai. Semoga kali ini benar-benar dipercepat,” katanya.
Gubernur Akan Turun Tangan
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengungkapkan perhatian terhadap kondisi jalan yang rusak di Desa Bangun Baru dan Pulo Raya Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun yang menjadi perbincangan setelah bencana beberapa waktu lalu.
Menurut Bobby, pihaknya akan terlebih dahulu memverifikasi apakah jalan tersebut termasuk Jalan Kabupaten atau Provinsi. Jika pada akhirnya jalan tersebut dikategorikan sebagai Jalan Kabupaten, ia akan mendorong percepatan pembangunan oleh pemerintah daerah.
“Nanti saya akan cek dulu. Saya belum memantau dan mengetahui siapa pemilik jalan tersebut. Intinya, Jalan Kabupaten atau Provinsi tidak ada perbedaan. Kami akan mempercepat pembangunan jalan yang rusak akibat bencana,” katanya, Selasa (7/7/2026).
Dijelaskan bahwa Pemerintah Pusat telah menyalurkan dana Transfer Daerah (TKD) pasca-bencana kepada Pemprov Sumut. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada kendala terkait anggaran.
“Kami akan memeriksa penyaluran dana TKD kepada pihak keuangan tempat dana tersebut dialokasikan. Selanjutnya, jika proyeknya berupa Jalan Kabupaten, kami akan berupaya membantu pelaksanaannya, dengan syarat pemerintah kabupaten/kota harus mengajukan permohonan kepada kami. Karena begitu aturannya,” jelasnya.
Tentu, ujar Bobby, pihaknya akan mendorong percepatan perbaikan jalan yang rusak.
“Secara umum, Jalan Kabupaten, Provinsi, atau Nasional, kami tidak membeda-bedakan. Jika jalan tersebut mengganggu kegiatan masyarakat, kami siap bertanggung jawab. Apabila jalan tersebut termasuk dalam kategori Nasional, kami akan mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan. Demikian pula jika jalan tersebut berada dalam wilayah kabupaten,” katanya.
Sebelumnya beredar sebuah video seorang pengguna TikTok dari Simalungun yang sedang menjelaskan kondisi jalan yang rusak dan belum diperbaiki, yang menjadi viral di media sosial.
Dari akun TikTok @ditapurba dijelaskan bahwa jalan di desa tersebut mengalami kerusakan pada 7 November 2025, bersamaan dengan bencana alam yang terjadi di Sumatera beberapa waktu lalu.
“Kampung kami juga mengalami bencana. Jalan utama kami longsor dan tidak dapat dilewati,” katanya.
Menurutnya, jalan tersebut adalah jalur satu-satunya yang menghubungkan ke Desa Marubun Lokkung.
“Desa itu merupakan tempat sekolah anak-anak dari kampung kami. Selain itu, jalan ini juga menjadi satu-satunya jalur penghubung menuju Desa Pulo Raya untuk menjual hasil pertanian masyarakat,” katanya.
Ia mengakui, warga setempat telah berbondong-bondong melakukan kerja bakti membuat jembatan darurat, agar anak-anak tetap dapat bersekolah.
“Para warga setempat berusaha memperbaiki jalan agar anak-anak tetap dapat bersekolah sebelumnya,” katanya.
(*/Kepri KPA NEWS -)
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang