Bukan Hanya PPL: Workshop yang Mengubah Perspektif Mahasiswa PAI UIN Saizu

ppl

Persiapan Mahasiswa PAI untuk Praktik Pengalaman Lapangan

Ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto hadir di Auditorium Utama sejak pagi hari. Mereka duduk dengan antusias, membawa catatan dan harapan, mengikuti Workshop PPL 2 Prodi PAI yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Ringkasan Cepat
  • persiapan mahasiswa pai untuk praktik pengalaman lapangan ratusan mahasiswa program studi pendidikan agama islam (pai) fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan (ftik) uin prof.
  • saifuddin zuhri (uin saizu) purwokerto hadir di auditorium utama sejak pagi hari.
  • mereka duduk dengan antusias, membawa catatan dan harapan, mengikuti workshop ppl 2 prodi pai yang berlangsung mulai pukul 08.00 wib hingga selesai.
  • workshop ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum mereka terjun langsung ke sekolah melalui praktik pengalaman lapangan (ppl) 2.
Daftar Isi
  1. Persiapan Mahasiswa PAI untuk Praktik Pengalaman Lapangan
  2. Mindset Merdeka Belajar dan Perubahan Pola Pikir
  3. Pembelajaran Aktif dalam Kurikulum Merdeka
  4. Strategi Fakultas dalam Menyiapkan Calon Guru
  5. Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
  6. Harapan dan Titik Awal untuk Mahasiswa
  7. 🔥 Postingan Populer
  8. Artikel ini bermanfaat?
  9. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Workshop ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum mereka terjun langsung ke sekolah melalui Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2. Tidak hanya sebagai pembekalan teknis, kegiatan ini juga menyentuh aspek mendasar seorang calon guru, yaitu cara berpikir, bersikap, dan memahami proses belajar di era Kurikulum Merdeka.

Mindset Merdeka Belajar dan Perubahan Pola Pikir

Sebagai pemateri utama, Dr. Ahmad Yusuf Prasetiawan mengajak peserta untuk merefleksikan kembali peran guru di tengah perubahan kebijakan pendidikan. Dalam materinya tentang Mindset Merdeka Belajar dan Pengembangan Kurikulum Merdeka, ia menekankan bahwa tantangan utama bukanlah pada administrasi, tetapi pada keberanian mengubah pola pikir.

“Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki growth mindset. Merdeka belajar bukan sekadar bebas memilih metode, tetapi kemerdekaan berpikir agar guru dan siswa bisa tumbuh bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, serta asesmen diagnostik dan formatif. Tanpa pemahaman tersebut, pembelajaran berisiko kehilangan makna dan gagal membentuk karakter peserta didik.

Pembelajaran Aktif dalam Kurikulum Merdeka

Dina Purnamaningsih menyampaikan materi Pembelajaran Aktif dalam Kurikulum Merdeka dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia nyata. Ia menekankan bahwa kelas tidak lagi menjadi ruang satu arah, melainkan ruang dialog dan pengalaman belajar.

“Pembelajaran harus memberi ruang bagi siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, berkreasi, dan merefleksikan apa yang mereka pelajari,” tuturnya.

Menurut Dina, pembelajaran yang dirancang secara sadar, bermakna, dan menggembirakan akan melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan emosional. Pesan ini sangat relevan bagi mahasiswa PAI yang akan berhadapan langsung dengan realitas kelas yang beragam.

Strategi Fakultas dalam Menyiapkan Calon Guru

Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Fauzi, menegaskan bahwa Workshop PPL 2 merupakan langkah strategis fakultas dalam menyiapkan calon guru yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. “Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai materi ajar. Mereka harus memiliki mindset pedagogik yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka dan kebutuhan peserta didik hari ini,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa PPL 2 bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk menguji integritas, kompetensi, dan kepekaan sosial sebagai pendidik.

Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Workshop ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Penguatan pembelajaran aktif, diferensiasi, serta asesmen berkelanjutan dinilai sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Di sisi lain, kegiatan ini mendukung Asta Protas Kementerian Agama, terutama pada agenda penguatan sumber daya manusia unggul dan moderat. Mahasiswa PAI dipersiapkan tidak hanya sebagai pengajar agama, tetapi juga sebagai pendidik yang menanamkan nilai moderasi beragama, karakter kebangsaan, dan kecakapan abad ke-21.

Harapan dan Titik Awal untuk Mahasiswa

Bagi mahasiswa, workshop ini bukan sekadar agenda formal, tetapi titik awal untuk menata langkah. Dari ruang auditorium, tumbuh harapan agar PPL 2 menjadi pengalaman bermakna tempat belajar dari realitas, mengabdi, dan membuktikan diri sebagai calon guru PAI yang profesional dan berkarakter.

Melalui Workshop PPL 2 ini, FTIK UIN Saizu berharap mahasiswa Prodi PAI memiliki kesiapan akademik, pedagogik, dan moral yang kuat, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan Islam yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.

700SHARES9.9kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,810 ulasan)

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g Bukan Hanya PPL: Workshop yang Mengubah Perspektif Mahasiswa PAI UIN Saizu
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait