Pengunjung Belitung Menggunakan Vario 160 Evo, Tujuan Wisata yang Cocok untuk Anak-Anak Menarik Pensiunan Jepang
Dari awal, Belitung dikenal ramah bagi anak-anak. Perjalanan Explore Belitung menggunakan Vario 160 Evo membuktikan hal tersebut.
Kepri KPA BERITA -/ Berita
Iday 12 Juli, 07.50 AM 12 Juli, 07.50 AMKepri KPA NEWS –– Baru saja naik pesawat yang akan membawa rombongan jurnalis dari Jakarta menuju Belitung, terlihat banyak anak kecil ikut dalam penerbangan tersebut (9/7). Suasana liburan keluarga sangat terasa.
Di hotel, di pantai-pantai termasuk yang berada di pulau tempat kami singgah, anak-anak dan keluarga sering ditemukan.
Sebagai seseorang yang baru saja menginjaki pulau Belitung, bayangan yang muncul adalah pulau ini ramah bagi keluarga dan anak-anak. Terlebih saat ini merupakan musim liburan sekolah. Faktanya, Belitung benar-benar ramah untuk berwisata bersama anak-anak.
Hal ini diungkapkan oleh Kepri KPA NEWS -ditemui selama perjalanan Touring Explore Belitung 2026 bersama PT Astra Honda Motor (9-11/7). Perjalanan ini mengunjungi Kabupaten Belitung, salah satu dari dua kabupaten di pulau tersebut, yang lainnya adalah Belitung Timur.
Kegiatan turing menggunakan Honda Vario 160 Evo yang baru dirilis pada bulan Juni. Dimulai dari hotel Sheraton, perjalanan sengaja dihentikan di beberapa lokasi tujuan.
Salah satu bentuk kegiatan CSR adalah penanaman 500 pohon mangrove di pantai desa Terong. Pohon-pohon ini ditanam sebagai penghalang ombak, peredam angin, tempat tinggal bagi hewan, serta untuk menyerap karbon dioksida.
Kepala Desa Terong, Iswandi menyampaikan bahwa luas hutan mangrove masyarakat mencapai 205 hektar. Khususnya pada musim liburan seperti Juli saat ini, banyak pengunjung yang datang. Mereka menginap di hotel maupun homestay. Desa Terong juga telah memperoleh berbagai penghargaan hingga tingkat ASEAN. Selain itu, menjadi satu-satunya desa Gastronomi pada periode 2025-2026 di Pulau Sumatra.
Membicarakan pariwisata, Kabupaten Belitung dijaga agar tetap terjaga kelestariannya. Syamsir, S. Ikom, Wakil Bupati Belitung menyampaikan bahwa luas wilayah kabupaten ini mencapai 2000 km persegi dengan jumlah penduduk sebanyak 194 ribu jiwa.
Pendapatan meningkat melalui wisata ‘Zero Tambang’ yaitu dengan menjaga kawasan pantai dari aktivitas penambangan.
Selain wisatawan lokal, Syamsir mengatakan Belitung menargetkan pengunjung dari Jepang.
“Kami menargetkan para wisatawan pensiunan dari Jepang. Mereka yang menginginkan ketenangan silakan datang ke Belitung,” katanya sambil menyebutkan bahwa ada perwakilan yang saat ini mempromosikan pariwisata Belitung di pameran luar negeri.

Setelah menanam pohon mangrove, rombongan turing bergerak menuju titik istirahat berikutnya. Yaitu ke dealer Honda TDM Belitung. Dealer yang memiliki bengkel ini menawarkan layanan pendaftaran mandiri melalui aplikasi Motoran.
Pelanggan dapat memesan jenis layanan yang sesuai dengan keinginan mereka. Atau memilih paket layanan yang tersedia.
Dari tempat ini, perjalanan dilanjutkan kembali ke Buluhtumbang. Sementara itu, diperoleh informasi mengenai produksi madu yang memiliki berbagai rasa khas. Manis, asam, dan pahit sesuai dengan jenis makanan yang dikonsumsi oleh lebah madu.
Sebelum selesai di hotel, perjalanan touring mengunjungi tempat wisata terkenal bernama Wisata Laskar Pelangi. Deretan batu besar di tepi pantai menimbulkan kesan yang mengagumkan.
Di tempat ini, banyak pengunjung menikmati pantai yang bersih dan datar. Terlihat anak-anak menikmati kesempatan bermain di air.

Hak Cipta Kepri KPA NEWS -2026
Related Article
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang