Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

news

El Nino Ancam Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Asia Tenggara

By Redaksi Kompasia
Juni 16, 2026 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada El Nino Ancam Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Asia Tenggara

Kesiapan Asia Tenggara Menghadapi El Nino yang Ekstrem

Asia Tenggara sedang bersiap menghadapi kondisi cuaca El Nino yang ekstrem. Situasi ini terjadi pada momen yang tidak ideal, karena sejumlah negara di kawasan masih kesulitan menghadapi lonjakan biaya energi, transportasi, dan pangan akibat perang Iran. Perkiraan dari World Meteorological Organization (WMO) menyebutkan bahwa kondisi El Nino akan mulai muncul sebelum Agustus 2026 dan berlangsung hingga November 2026. Hal ini akan menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat lebih tinggi dari biasanya. Selain itu, gangguan terhadap pola angin timur-barat juga diperkirakan akan memengaruhi distribusi curah hujan.

Dalam periode ini, hujan monsun biasanya menjadi sumber air untuk kebutuhan pertanian dan pengisian cadangan air. Namun, jika hujan datang terlambat atau intensitasnya rendah, petani bisa mengalami kesulitan dalam menentukan waktu tanam, mengurangi luas lahan, atau beralih ke tanaman yang tidak memerlukan banyak air.

Sektor Pertanian yang Rentan Terhadap El Nino

Sektor pertanian di Asia Tenggara sangat rentan terhadap dampak El Nino. Dua komoditas utama, yaitu padi dan minyak sawit, memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan iklim. Padi menjadi risiko politik terbesar karena merupakan makanan pokok bagi penduduk. Jika harga padi melonjak, hal ini bisa memicu kemarahan publik.

Paul Teng, peneliti senior di ISEAS–Yusof Ishak Institute, menjelaskan bahwa padi bisa menjadi tanaman pangan yang paling terdampak akibat penurunan curah hujan dan tekanan panas. Di wilayah pertanian padi yang bergantung pada hujan, kemungkinan terjadi lebih banyak kekeringan lokal. Sementara itu, di wilayah sawah beririgasi, tekanan terhadap ketersediaan air akan meningkat.

Negara-negara seperti Thailand, Filipina, Indonesia, dan Kamboja dianggap paling rentan terhadap dampak El Nino. Produksi beras dapat turun antara 2% hingga 8%, dengan kerugian yang lebih besar di daerah-daerah rawan kekeringan.

Minyak sawit juga menjadi perhatian besar, terutama di Indonesia dan Malaysia yang menyumbang sekitar 85% pasokan dunia. Minyak sawit sensitif terhadap kenaikan suhu, dan dampaknya akan terasa 6 hingga 12 bulan kemudian.

Ancaman Inflasi dan Biaya Produksi yang Meningkat

Biaya pupuk dan gas telah meningkat tajam akibat perang Iran. Jika El Nino ekstrem terjadi, harga-harga tersebut diperkirakan akan naik lebih tinggi lagi. Kondisi ini juga memperparah inflasi di kawasan.

Pasar sering kali bereaksi terhadap kekhawatiran akan kelangkaan, bukan hanya pada kelangkaan barang. Akibatnya, harga bisa melonjak bahkan sebelum kerugian panen benar-benar diketahui. Hal ini memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi guna mengendalikan inflasi.

Tekanan Ekonomi di Banyak Negara

Sejumlah pemerintah di Asia Tenggara kembali mengandalkan batu bara untuk mengatasi kekurangan pasokan energi. Mereka juga memperluas subsidi untuk pangan dan layanan dasar. Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia dan Pasifik pada 2026 dari 5,1% menjadi 4,7%.

Inflasi di Filipina tetap berada di atas target, yakni sebesar 6,8%. Sementara itu, inflasi tahunan Vietnam naik menjadi 5,6%. Di Indonesia, meskipun inflasi utama lebih rendah, kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi hingga 32% telah meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya hidup.

Dampak Ekonomi di Sektor Parwisata dan Lingkungan

Suhu yang melampaui 40 derajat Celsius juga dapat memengaruhi sektor pariwisata, yang menjadi salah satu penopang penting ekonomi kawasan. Musim kering juga berpotensi memicu kebakaran lahan pertanian dan gambut di wilayah-wilayah yang sering menjadi titik panas penghasil kabut asap.

El Nino besar akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kabut asap lintas batas yang serius. Kondisi ini akan memperberat beban masyarakat karena risiko terhadap kesehatan publik meningkat.

Dari Guncangan Iklim Menuju Ketegangan Politik

Kombinasi antara guncangan iklim dan perang geopolitik menghapus ruang fiskal yang dimiliki pemerintah di Asia Tenggara. Secara historis, ketika harga beras dan bahan bakar melampaui ambang tertentu, keputusasaan masyarakat dapat berubah menjadi ketidakstabilan politik.

Di Indonesia, mahasiswa turun ke jalan untuk memprotes rencana belanja Presiden dan kenaikan harga bahan bakar. Di Filipina, ketegangan antara dua faksi politik utama semakin memanas akibat kemarahan publik terhadap skandal korupsi. Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga mengemukakan kemungkinan penyelenggaraan pemilihan umum lebih awal apabila ketegangan di dalam koalisi pemerintahannya semakin memburuk.

Persiapan dan Tantangan di Masa Depan

Meski proyeksi cuaca masih bisa berubah, pemerintah masih memiliki waktu untuk mengamankan pasokan air, mengelola cadangan pangan, serta memberikan peringatan kepada petani. Namun, ruang untuk melakukan kesalahan kini kian sempit. El Nino kuat yang datang bersamaan dengan mahalnya harga bahan bakar dan pupuk, kini berpotensi mengubah tekanan biaya hidup di Asia Tenggara menjadi ujian politik besar berikutnya.

823SHARES7.3kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Analisa teknikal: penting dipelajari saat pasar tidak stabil →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

news Asia bencana alam berita iklim klimatologi

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

Asiabencana alamberitaiklimklimatologi
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
AA1WJNiK.jpg
Previous

IHSG Melompat Pasca Perdamaian AS-Iran, Investor Asing Mengungsi

AA24Cptl.jpg
Next

Analisa teknikal: penting dipelajari saat pasar tidak stabil

Seedbacklink

Berita Populer

1MSM

Palang Parkir Otomatis , Solusi Digitalisasi Parkir Non Tunai Berbasis RFID

Berita Nasional01 Agu 2026
2Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
3Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
4Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
5REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Palang Parkir Otomatis , Solusi Digitalisasi Parkir Non Tunai Berbasis RFID
  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Recent Comments

Archives

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Investigasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme