Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
Trending

Guru dan Tenaga Pendidik Mulai Terima MBG 2026, Resmi!

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Januari 8, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
βœ“ Penulis Verified

Perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Menjangkau Seluruh Tenaga Pendidik

Pada tahun 2026, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap baru dengan perluasan cakupan penerima manfaat. Tidak hanya siswa, guru dan seluruh tenaga pendidik juga akan mendapatkan manfaat dari program ini. Keputusan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan dan kesehatan lingkungan sekolah secara keseluruhan.

Kebijakan tersebut diungkapkan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, saat mengunjungi pelaksanaan MBG hari pertama tahun 2026 di SMK Negeri 1 Jakarta. Ia menekankan bahwa pemberian MBG kepada guru dan tenaga pendidik sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025. Dengan regulasi ini, cakupan penerima manfaat tidak lagi terbatas pada peserta didik, tetapi mencakup seluruh ekosistem sekolah yang berperan dalam proses pendidikan.

Guru dan Tenaga Kependidikan Jadi Prioritas Baru

Masuknya guru dan tenaga pendidik sebagai penerima MBG dinilai sebagai langkah strategis. Sebelumnya, para guru dan tenaga kependidikan belum sepenuhnya terjangkau oleh program bantuan pangan bergizi. Mulai 2026, situasi ini berubah. BGN menegaskan bahwa tidak boleh ada pengecualian dalam pelaksanaan kebijakan ini. Guru, tenaga tata usaha, hingga petugas kebersihan memiliki hak yang sama untuk menerima MBG. Hal ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.

Nanik juga memberikan perhatian terhadap variasi menu MBG. Ia mendorong setiap SPPG untuk lebih kreatif dalam menyusun menu makanan bergizi, khususnya dalam penyediaan sumber protein. Contohnya, ia menyarankan penggunaan ikan lele daripada telur untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasaran. Diversifikasi menu tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga berperan dalam menjaga ketersediaan pangan.

SPPG Siap Memperluas Cakupan MBG

Sementara itu, Kepala SPPG Kemayoran II Jakarta Pusat, Adiwiyata Bima Saraswata, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memperluas cakupan penerima manfaat MBG. Ia memastikan bahwa ke depan, MBG tidak hanya difokuskan kepada siswa, tetapi juga akan menjangkau guru, tenaga tata usaha, dan tenaga kebersihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyesuaian sistem distribusi dan jumlah porsi akan dilakukan agar pelaksanaan MBG berjalan optimal.

Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian di tingkat satuan pelayanan agar kebijakan nasional dapat diterapkan secara merata di seluruh sekolah.

Capaian MBG Sepanjang 2025

Selama tahun 2025, BGN mencatat capaian yang signifikan dalam pembangunan infrastruktur pendukung MBG. Sebanyak 19.188 SPPG telah dibangun dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Keberadaan SPPG ini menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

Total penerima MBG sepanjang 2025 mencapai 55,1 juta orang. Kelompok penerima tersebut mencakup siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Angka ini menunjukkan bahwa program MBG telah berjalan secara masif dan menjadi salah satu program gizi terbesar di Indonesia.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menargetkan perluasan penerima manfaat secara signifikan pada awal 2026. Ia menargetkan sebanyak 82,9 juta penerima manfaat dapat tercapai pada Februari 2026, seiring dengan masuknya guru dan tenaga pendidik sebagai kelompok penerima baru.

Dampak Kebijakan MBG bagi Dunia Pendidikan

Dengan dimulainya pemberian MBG kepada guru dan seluruh tenaga pendidik, pemerintah berharap tercipta ekosistem sekolah yang lebih sehat dan seimbang. Asupan gizi yang memadai dinilai dapat mendukung kinerja tenaga pendidik serta meningkatkan kualitas pembelajaran.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan memperkuat rasa keadilan di lingkungan sekolah. Ketika seluruh warga sekolah mendapatkan manfaat yang sama, semangat kebersamaan dan produktivitas diyakini akan meningkat.

Pelaksanaan MBG pada 2026 menjadi penanda penting transformasi program gizi nasional. Tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu, MBG kini hadir sebagai program inklusif yang menyentuh seluruh unsur pendidikan, mulai dari siswa hingga tenaga pendukung sekolah.

Dengan dasar hukum yang kuat, dukungan infrastruktur SPPG, serta target penerima yang terus diperluas, program MBG diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia