Aksi Holis Muhlisin yang Viral dan Diterima dengan Baik oleh Pemerintah
Holis Muhlisin (31), seorang pedagang telur asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini menjadi sorotan publik setelah aksinya menyuarakan masalah infrastruktur desa viral di media sosial. Aksi ini tidak hanya menarik perhatian warganet, tetapi juga membuatnya dipanggil langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, untuk diapresiasi.
- aksi holis muhlisin yang viral dan diterima dengan baik oleh pemerintah holis muhlisin (31), seorang pedagang telur asal kabupaten garut, jawa barat, kini menjadi sorotan publik setelah aksinya menyuarakan masalah infras…
- aksi ini tidak hanya menarik perhatian warganet, tetapi juga membuatnya dipanggil langsung oleh gubernur jawa barat, dedy mulyadi, untuk diapresiasi.
- holis, yang tinggal di desa panggalih, cisewu, awalnya dikenal sebagai tukang telur yang menjual dagangannya menggunakan sepeda motor.
- namun, kegiatannya sehari-hari sering terganggu karena kondisi jalan yang rusak.
Daftar Isi
Holis, yang tinggal di Desa Panggalih, Cisewu, awalnya dikenal sebagai tukang telur yang menjual dagangannya menggunakan sepeda motor. Namun, kegiatannya sehari-hari sering terganggu karena kondisi jalan yang rusak. Hal ini akhirnya memicu dirinya untuk mengkritik pemerintah melalui video yang diunggah di media sosial. Video tersebut menunjukkan kekesalannya atas kondisi jalan yang sudah lama tak diperbaiki, yang berdampak pada aktivitas masyarakat sehari-hari.
Aksi Holis ini sempat memicu perdebatan, dengan beberapa oknum menuduhnya hanya ingin terkenal dengan menyebarkan satu titik kerusakan. Namun, alih-alih ditindas lebih jauh, Holis justru mendapat apresiasi dari pemerintah. Ia dipanggil ke Lembur Pakuan untuk bertemu dengan Gubernur Jabar, Dedy Mulyadi, untuk mengklarifikasi video-video yang viral.
Selain itu, Holis diberi tugas sebagai pengawas pembangunan jalan yang rusak dan proses penghijauan di Tiwugenteng. Di hadapan Gubernur, ia menyatakan siap untuk melakukan tugas tersebut. “Siap, Gaskeun…”, ujarnya dengan antusias.
Dukungan Publik dan Kritik Terhadap Pemerintah
Tidak hanya bertemu dengan Gubernur, Holis juga dipanggil oleh Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina. Dalam pertemuan tersebut, Teh Putri mengapresiasi keberanian Holis dalam mengkritik pemerintah. Ia menegaskan bahwa masyarakat bebas untuk menyampaikan kritik tanpa merasa takut.
“Komentar tersebut bebas dilontarkan masyarakat dan tidak perlu merasa takut dengan ancaman,” kata Putri. Ia juga mengakui adanya keterlambatan dari pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Garut Selatan.
Video Holis yang viral di TikTok mencerminkan kekesalan masyarakat terhadap kondisi jalan yang tidak layak. Menurut Holis, jalan tersebut membahayakan masyarakat jika terus dibiarkan. Hal ini memicu gelombang dukungan publik, meskipun ada ancaman dari oknum tertentu.
Kebijakan Transparansi Anggaran oleh Gubernur Jabar
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menegaskan keterbukaan informasi publik. Seluruh instansi pemerintahan di Jabar, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, wajib mengumumkan anggaran belanja secara terbuka melalui media sosial.
Kebijakan ini muncul setelah kasus Holis Muhlisin yang viral. Dalam SE terbaru, Dedi menegaskan bahwa tidak ada lagi anggaran yang disembunyikan. Setiap rupiah yang dikelola harus bisa dipantau oleh rakyat melalui platform seperti YouTube, Facebook, dan Instagram.
“Uang yang kita kelola adalah uang rakyat. Pembangunan yang berkeadilan hanya bisa terwujud jika dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel,” ujar Dedi Mulyadi.
Selain anggaran, setiap instansi juga wajib menyampaikan laporan capaian kinerja secara rutin setiap bulan di media sosial agar publik dapat menilai hasil kerja pemerintah secara nyata. Dedi juga meminta aparat pemerintah untuk menerima kritik dengan lapang dada sebagai bahan evaluasi pembangunan.
Tindakan Lanjutan dari Pemerintah
Gubernur Jabar juga memerintahkan Bupati Garut untuk segera melakukan rekonsiliasi dan memastikan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran serta pembangunan.
Holis Muhlisin, yang awalnya hanya seorang pedagang telur, kini menjadi contoh nyata bagi masyarakat yang berani menyampaikan kritik tanpa takut. Aksinya telah membuka jalan bagi perubahan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya transparansi dalam pemerintahan.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
