Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

AA22lveZ.jpg
news

Membaca “Pause” sebagai Gencatan Senjata dalam Perspektif Hobbes dan Realisme Politik

By Redaksi Kompasia
Mei 4, 2026 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Membaca “Pause” sebagai Gencatan Senjata dalam Perspektif Hobbes dan Realisme Politik

Perang di Medan Politik dan Hukum

Perang tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga dalam bentuk tafsir hukum dan kebijakan politik. Ketika pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran ā€œmenghentikanā€ kewajiban konstitusional untuk meminta persetujuan legislatif, ini bukan sekadar langkah administratif, melainkan strategi kekuasaan yang perlu dipahami secara lebih mendalam. Di sini, teori klasik seperti Thomas Hobbes dan pendekatan realisme politik menemukan relevansinya.

Dalam dunia global yang semakin kompleks, keputusan politik sering kali bersifat ambigu: tidak sepenuhnya perang, tetapi juga tidak sepenuhnya damai. Ambiguitas ini memberi ruang bagi eksekutif untuk memperluas wewenang mereka, sekaligus menguji batas-batas kontrol demokratis.

Negara sebagai Leviathan: Legitimasi atas Nama Stabilitas

Dalam kerangka Hobbesian, negara dianggap sebagai Leviathan—entitas berdaulat yang diberi mandat absolut untuk menjaga ketertiban dan mencegah kekacauan. Ancaman eksternal, seperti konflik dengan Iran, sering digunakan sebagai alasan untuk memperkuat otoritas eksekutif.

Ketika Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan bahwa gencatan senjata menghentikan ā€œjamā€ kewajiban hukum, ini mencerminkan logika Hobbes: keamanan lebih utama daripada prosedur. Dalam perspektif ini, hukum tidak dihapus, tetapi ditafsirkan ulang demi menjaga stabilitas.

Namun, masalah muncul ketika Leviathan diberi ruang terlalu luas untuk menentukan ancaman dan waktu. Mekanisme pengawasan, seperti Kongres, menjadi sekadar formalitas yang bisa ditunda.

Realisme Politik: Rasionalitas di Balik Ambiguitas

Realisme politik melihat negara sebagai aktor rasional yang mengejar kepentingan nasional. Dalam logika ini, keputusan untuk ā€œmem-pauseā€ kewajiban persetujuan Kongres bukanlah anomali, melainkan strategi.

Gencatan senjata menciptakan kondisi ā€œabu-abuā€: konflik belum selesai, tetapi juga tidak aktif. Kondisi ini memberi ruang bagi Presiden Donald Trump untuk mempertahankan opsi militer tanpa harus segera tunduk pada tekanan politik domestik.

Dalam realisme, fleksibilitas adalah aset. Dengan tidak mengakhiri perang secara formal, pemerintah tetap memegang leverage terhadap Iran, sekaligus menghindari konsekuensi politik dari eskalasi terbuka.

ā€œPauseā€ sebagai Strategi Menghindari Kontrol Demokratis

Secara hukum, War Powers Resolution dirancang untuk membatasi kekuasaan presiden dalam perang. Namun, interpretasi bahwa gencatan senjata menghentikan hitungan waktu membuka celah yang signifikan.

ā€œPauseā€ ini berfungsi sebagai zona aman politik: eksekutif tidak melanggar hukum secara eksplisit, tetapi juga tidak sepenuhnya tunduk pada semangat pengawasan legislatif.

Dalam perspektif kritis, ini adalah bentuk legal maneuvering—memanfaatkan ruang abu-abu dalam hukum untuk mempertahankan kontrol. Bukan pelanggaran langsung, tetapi juga bukan kepatuhan penuh.

Pelajaran dari Dinamika Media Global

Ada pelajaran penting yang dapat diambil dari laporan media global. Dalam artikel berjudul ā€œHegseth Says Iran Cease-Fire Stops Clock for Congressional Approvalā€ oleh Megan Mineiro (30 April 2026), disebutkan bahwa pemerintah AS menafsirkan gencatan senjata sebagai dasar untuk menunda kewajiban konstitusional. Ini menunjukkan bagaimana bahasa hukum dapat menjadi instrumen politik yang lentur.

Laporan Al Jazeera English dalam artikel ā€œIran war live: Tehran says US ports siege ā€˜intolerable’; Trump mulls actionā€ oleh Lyndal Rowlands dan Zaid Sabah (1 Mei 2026) menunjukkan bahwa tekanan militer dan ekonomi tetap berlangsung—bahkan disertai kemungkinan eskalasi baru. Di sini terlihat paradoks: ā€œpauseā€ secara hukum berjalan bersamaan dengan intensifikasi tekanan di lapangan.

Kedua laporan ini, jika dibaca bersamaan, mengungkap satu pola: jeda bukan berarti berhenti, melainkan reposisi strategi.

Empat Pelajaran untuk Politik dan Demokrasi Indonesia

Pertama, pentingnya kejelasan batas kekuasaan eksekutif. Ambiguitas hukum dapat dimanfaatkan oleh pemerintah mana pun, sehingga desain konstitusi harus meminimalkan ruang tafsir yang terlalu luas.

Kedua, fungsi pengawasan legislatif tidak boleh bergantung pada momentum politik semata. Jika kontrol hanya aktif saat krisis memuncak, eksekutif selalu memiliki waktu untuk menghindar melalui strategi ā€œpauseā€.

Ketiga, transparansi publik menjadi kunci. Ketika keputusan besar—seperti perang atau gencatan senjata—dibungkus dalam bahasa teknis, masyarakat berisiko kehilangan pemahaman substantif atas arah kebijakan negara.

Keempat, media memiliki peran strategis sebagai penyeimbang narasi. Perbandingan antara laporan media seperti The New York Times dan Al Jazeera English menunjukkan bahwa realitas politik sering kali lebih kompleks daripada satu perspektif tunggal.

Dalam konteks Indonesia, dinamika ini menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak hanya diuji dalam pemilu, tetapi juga dalam bagaimana kekuasaan dijalankan, ditafsirkan, dan—ketika perlu—dibatasi.

367SHARES6.4kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Dwi Nugroho Marsudianto: Ancaman Kekosongan Hukum dari Kejahatan AI →

šŸ”„ Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
šŸ”— Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

news berita pemerintah politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

šŸ’š Donasi via Sociabuzz šŸ“² Bagikan WA f Facebook š• Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

āœ‰ Kirim ke Redaksi ā¤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

beritapemerintahpolitikPolitik dan Hukumpolitik dan pemerintahan
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Para Pembicara di Detak UnSyiah.jpg
Previous

Wawancara Eksklusif Kanopi Hijau Indonesia: Kematian Gajah di Seblat Bukan Konflik, Tapi Kejahatan

AA22lJXG.jpg
Next

Dwi Nugroho Marsudianto: Ancaman Kekosongan Hukum dari Kejahatan AI

Seedbacklink

Berita Populer

1MSM

Palang Parkir Otomatis , Solusi Digitalisasi Parkir Non Tunai Berbasis RFID

Berita Nasional01 Agu 2026
2Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
3Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
4Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
5REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Palang Parkir Otomatis , Solusi Digitalisasi Parkir Non Tunai Berbasis RFID
  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Recent Comments

Archives

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Investigasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
ā˜• Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

ā˜• Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme