Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Para Pembicara di Detak UnSyiah.jpg
news

Wawancara Eksklusif Kanopi Hijau Indonesia: Kematian Gajah di Seblat Bukan Konflik, Tapi Kejahatan

By Redaksi Kompasia
Mei 4, 2026 4 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Wawancara Eksklusif Kanopi Hijau Indonesia: Kematian Gajah di Seblat Bukan Konflik, Tapi Kejahatan

Kematian Gajah Sumatra di Kawasan Bentang Alam Seblat Mengundang Tanda Tanya

Kematian induk dan anak gajah Sumatra di kawasan Bentang Alam Seblat, Bengkulu, pada Kamis (30/4/2026) telah menjadi perhatian masyarakat. Bangkai kedua satwa dilindungi tersebut ditemukan di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah menurunkan tim gabungan untuk melakukan identifikasi terhadap dua ekor gajah yang mati. Tim ini terdiri dari delapan orang dan melibatkan unsur kepolisian, TNI, Pos Gakkum Kehutanan Bengkulu, serta Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Resor Mukomuko.

Dalam pemeriksaan awal di lokasi, petugas memastikan bahwa seluruh gading kedua gajah masih lengkap. Hal ini membuat dugaan perburuan liar sementara tidak menguat. Satwa dilindungi tersebut terdiri dari seekor induk gajah betina dan satu ekor anak gajah jantan.

Selain itu, kondisi bangkai yang telah membusuk menunjukkan bahwa kedua satwa dilindungi tersebut diperkirakan mati dalam waktu yang hampir bersamaan. Meski demikian, hasil lengkapnya masih menunggu hasil nekropsi dari tim medis.

Kasus ini juga menambah daftar panjang kematian satwa di Bentang Seblat yang terus berulang dalam beberapa tahun terakhir, tanpa kejelasan penanganan terhadap aktor utama di balik kerusakan kawasan.

Penyebab Kematian Gajah dan Harimau

Menurut Direktur Kanopi Hijau Indonesia, Ali Akbar, penyebab kematian satwa secara ilmiah masih menunggu hasil nekropsi. Namun, ia menyebut indikasi di lapangan mengarah pada dugaan penggunaan racun.

“Secara ilmiah memang belum ada hasil karena masih menunggu proses nekropsi. Tapi dari informasi lapangan, indikasinya mengarah ke racun. Hal ini terlihat dari tidak ditemukannya luka pada tubuh satwa.”

Ia menjelaskan bahwa biasanya kalau harimau diburu, bagian tubuhnya akan hilang karena bernilai ekonomi. Tapi dalam kasus ini, kondisinya tidak demikian. Meski begitu, kepastian tetap harus menunggu hasil laboratorium.

Penanganan Kasus oleh Aparat

Ali menilai penanganan kasus tidak seharusnya menunggu hasil laboratorium untuk mulai bergerak. Menurutnya, banyak indikator di lapangan yang dapat langsung ditindak tanpa menunggu proses tersebut selesai.

“Menurut saya, tidak tepat kalau harus menunggu hasil laboratorium baru bergerak. Kejahatan kehutanan itu tidak berdiri sendiri. Ada banyak indikator yang bisa langsung ditindak, seperti perambahan, pembukaan lahan, atau aktivitas ilegal lainnya. Jadi penyelidikan seharusnya bisa berjalan paralel, tidak harus menunggu semua proses selesai.”

Bukan Konflik Manusia dan Satwa

Ali menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai konflik antara manusia dan satwa. Ia menilai kejadian tersebut merupakan pelanggaran terhadap kawasan hutan yang telah memiliki peruntukan jelas.

“Bukan. Ini bukan konflik, tapi pelanggaran. Kawasan hutan sudah punya peruntukan yang jelas. Kalau ada pihak yang masuk tanpa izin dan merusak, itu adalah kejahatan. Jadi tidak bisa disederhanakan sebagai konflik antara manusia dan satwa.”

Peran Pemerintah dan Masyarakat

Ali menyebut pemerintah tidak perlu diberi saran, karena hal tersebut merupakan tugas yang harus dijalankan. Ia menekankan bahwa negara memiliki kewajiban menegakkan hukum tanpa alasan keterbatasan.

“Pemerintah sebenarnya tidak perlu disarankan, karena ini memang tugas mereka. Negara punya aturan dan harus menegakkannya. Tidak boleh ada alasan kekurangan anggaran atau sumber daya. Kalau untuk hal lain bisa tersedia anggaran besar, seharusnya untuk keselamatan lingkungan juga menjadi prioritas.”

Peran masyarakat sangat penting dalam mengawal kasus tersebut agar tidak berhenti di tengah jalan. Ali mengingatkan bahwa dampak kasus ini tidak hanya pada satwa, tetapi juga lingkungan dan kehidupan manusia.

“Peran masyarakat sangat penting untuk mengawal kasus ini. Kalau tidak dikawal, kasus seperti ini bisa hilang begitu saja. Padahal dampaknya besar, bukan hanya untuk satwa, tapi juga untuk lingkungan dan kehidupan manusia.”

Kondisi Bentang Seblat Saat Ini

Ali mengungkapkan bahwa kondisi Bentang Seblat dalam dua tahun terakhir mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Ia menyebut ribuan hektare kawasan telah mengalami perubahan fungsi.

“Dalam dua tahun terakhir, sekitar 6.800 hektare kawasan mengalami kerusakan. Sebelumnya, sekitar 22 ribu hektare dari total lebih 100 ribu hektare sudah rusak, sebagian besar berubah menjadi perkebunan sawit. Ini menunjukkan tekanan terhadap kawasan sangat tinggi.”

Langkah yang Harus Dilakukan

Ali menekankan perlunya tindakan tegas dan serius dari negara dalam menangani persoalan ini. Ia menyebut penanganan harus menyasar akar masalah, bukan sekadar pendekatan biasa.

“Harus ada tindakan tegas dan serius dari negara. Tidak bisa lagi dengan pendekatan biasa. Penanganan harus menyasar akar masalah.”

Ali mengingatkan bahwa ancaman kepunahan gajah di kawasan tersebut sangat nyata jika kondisi terus dibiarkan. Ia menilai situasi saat ini sudah cukup mengkhawatirkan.

“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, kepunahan gajah di kawasan tersebut hanya soal waktu. Situasinya sudah cukup mengkhawatirkan.”

Ali menjelaskan bahwa negara memiliki kewenangan penuh dalam penegakan hukum. Ia menilai tindakan oleh pihak lain tanpa kewenangan justru berpotensi menimbulkan masalah baru.

“Karena negara memiliki kewenangan penuh dalam penegakan hukum. Kalau masyarakat yang bertindak secara ekstrem, itu bisa berbahaya dan menimbulkan masalah baru.”

Harapan dan Pesan untuk Masyarakat

Ali berharap adanya langkah nyata dari pemerintah dalam menangani persoalan ini. Ia menekankan bahwa penanganan tidak cukup hanya pada pernyataan.

“Harapannya ada langkah nyata, bukan hanya pernyataan. Penanganan harus benar-benar dilakukan di lapangan.”

Masyarakat perlu terus mengawal kasus ini karena dampaknya luas. Ali menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya terkait satwa, tetapi juga masa depan lingkungan.

“Masyarakat perlu terus mengawal kasus ini. Karena persoalan ini bukan hanya tentang gajah dan harimau, tapi juga tentang masa depan lingkungan dan keselamatan bersama. Kematian gajah dan harimau di Bentang Seblat bukan peristiwa tunggal.”

307SHARES7kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Membaca “Pause” sebagai Gencatan Senjata dalam Perspektif Hobbes dan Realisme Politik →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

news berita Hewan kejahatan margasatwa tragedi

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

beritaHewankejahatanmargasatwatragedi
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
AA22keqR.jpg
Previous

Anak Bicara Politik di YouTube, Bunga Zainal Dukung

AA22lveZ.jpg
Next

Membaca “Pause” sebagai Gencatan Senjata dalam Perspektif Hobbes dan Realisme Politik

Seedbacklink

Berita Populer

1MSM

Palang Parkir Otomatis , Solusi Digitalisasi Parkir Non Tunai Berbasis RFID

Berita Nasional01 Agu 2026
2Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
3Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
4Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
5REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Palang Parkir Otomatis , Solusi Digitalisasi Parkir Non Tunai Berbasis RFID
  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Recent Comments

Archives

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Investigasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme