Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
Trending

Pembunuh Anak Politikus PKS Ditangkap di Rumah Mantan Anggota DPRD, Bawa Pistol Gas

Oleh Pimpinan Redaksi · Januari 3, 2026 · 2 menit baca Penulis Terverifikasi
✓ Penulis Verified

Penangkapan Terduga Pembunuh Bocah di Kota Cilegon

Polisi berhasil menangkap HA (30), terduga pelaku pembunuhan MAHM (9), putra seorang politikus PKS di Kota Serang. Pelaku ditangkap saat melakukan pencurian di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri. Penangkapan terjadi di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Jumat (2/1/2026).

Sebelumnya, Dede Rohana, anggota DPRD Provinsi Banten, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menyadari keterkaitan HA dengan kasus pembunuhan tersebut. “Kami baru tahu pada malam harinya setelah menelepon polisi,” katanya.

Menurut Dede, aksi pencurian dilakukan oleh pelaku saat kondisi rumah sedang sepi. Rumah tersebut sering dikosongkan setiap akhir pekan karena ditinggal pemiliknya ke BSD, Tangerang. “Setiap hari Sabtu-Minggu rumah itu kosong karena ditinggal ke BSD,” ujarnya.

Pencurian pertama terjadi pada hari Minggu (28/12), di mana perhiasan dan brankas yang sudah berada di luar rumah dibawa menggunakan kursi roda, tetapi akhirnya ditinggalkan. Brankas tersebut membuat pelaku kembali ke lokasi untuk mencoba membobolnya kembali.

Pada momen Tahun Baru, rumah kembali sepi. Saat itu, pelaku melanjutkan aksinya karena sebelumnya belum berhasil membuka brankas. Aksi kedua tersebut terbongkar ketika ART sedang membersihkan rumah. Pelaku panik dan melarikan diri, namun terpeleset dan jatuh.

ART kemudian meminta bantuan kepada warga setempat dan pihak kepolisian. Pelaku akhirnya bersembunyi di dalam rumah dan tidak bisa keluar. Saat ditangkap, pelaku memiliki luka lecet akibat benturan dengan tangga.

Dede menjelaskan bahwa penangkapan berlangsung dramatis karena pelaku sempat menodongkan pistol kepada warga. “Ternyata pistol tersebut adalah mainan jenis gas, bukan senjata nyata,” tambahnya.

Pelaku dikenal sebagai spesialis rumah kosong dan rumah mewah. Dari hasil pemeriksaan, HA memiliki SIM dan kartu anggota serikat kerja sebagai karyawan Chandra Asri. Meskipun gajinya lumayan, ia masih melakukan pencurian.

Kronologi Pembunuhan MAHM

Pembunuhan MAHM terjadi sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, Maman Suherman, menerima telepon dari anak keduanya, D, yang terdengar panik dan meminta pertolongan. Maman langsung pulang ke rumahnya di Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon.

Setibanya di rumah, Maman menemukan anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendarahan hebat. Ia segera membawa korban ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban mengalami luka akibat 19 tusukan benda tajam. Kasus ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Penulis: Muhamad Rifky Juliana

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama “Kompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

💬 Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

☕ Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia