Peran Inovasi dan Persaingan dalam Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi jangka panjang tidak hanya bergantung pada kestabilan, tetapi juga pada kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan. Hal ini telah diakui oleh para ekonom yang mempelajari mekanisme pertumbuhan ekonomi. Salah satu teori yang paling penting adalah konsep creative destruction yang diperkenalkan oleh Joseph Schumpeter. Teori ini menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi lahir dari dua sumber utama: proses masuk dan keluarnya perusahaan serta inovasi yang terus-menerus dilakukan oleh pelaku usaha.
- peran inovasi dan persaingan dalam pertumbuhan ekonomi pertumbuhan ekonomi jangka panjang tidak hanya bergantung pada kestabilan, tetapi juga pada kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan.
- hal ini telah diakui oleh para ekonom yang mempelajari mekanisme pertumbuhan ekonomi.
- salah satu teori yang paling penting adalah konsep creative destruction yang diperkenalkan oleh joseph schumpeter.
- teori ini menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi lahir dari dua sumber utama: proses masuk dan keluarnya perusahaan serta inovasi yang terus-menerus dilakukan oleh pelaku usaha.
Daftar Isi
- Peran Inovasi dan Persaingan dalam Pertumbuhan Ekonomi
- Tantangan dalam Bisnis dan Inovasi
- Kinerja BUMN dan Dampak pada Kompetisi
- Pentingnya Institusi yang Inklusif
- Arah Kebijakan yang Perlu Diperbaiki
- Langkah untuk Meningkatkan Pertumbuhan
- 🔥 Postingan Populer
- About the Author
- AutoIndex: Portal Berita & Media Online
Proses creative destruction menggambarkan bagaimana perusahaan baru muncul dan menggantikan yang lama, sehingga sumber daya dialihkan ke pelaku yang lebih efisien dan inovatif. Sementara itu, inovasi oleh pelaku usaha lama juga menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi. Dengan memperbarui produk, proses, atau model bisnis mereka, perusahaan yang sudah mapan dapat tetap kompetitif dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Namun, di Indonesia, kedua mekanisme ini tampaknya sedang melemah. Hambatan masuk dan keluar pasar membuat creative destruction sulit terjadi, sementara investasi riset dan inovasi masih sangat terbatas. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi yang terlihat saat ini belum diiringi dengan pembaruan struktural yang signifikan. Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, Indonesia perlu membenahi kondisi ini, terutama jika target pertumbuhan yang ambisius ingin dicapai.
Tantangan dalam Bisnis dan Inovasi
Salah satu hambatan utama dalam pengembangan ekonomi Indonesia adalah biaya berbisnis yang tinggi. Data World Bank Enterprise Survey (2023) menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan besar di Indonesia mengalami kesulitan dalam mendapatkan izin atau melakukan transaksi bisnis karena adanya praktik suap. Persentase perusahaan yang mengalami permintaan suap mencapai 35,4%, jauh di atas rata-rata Asia Timur dan Pasifik maupun global. Ketika biaya terselubung menjadi faktor utama dalam kelancaran usaha, mekanisme pasar kehilangan fungsi korektifnya. Perusahaan yang tidak efisien justru bertahan karena koneksi dan rente, sementara pelaku baru yang lebih efisien tetapi kurang modal sulit berkembang.
Di sisi lain, inovasi juga menjadi tantangan besar. Hanya 5,5% perusahaan di Indonesia yang memperkenalkan produk atau layanan baru dalam tiga tahun terakhir, jauh di bawah rata-rata regional dan global. Angka ini menunjukkan bahwa baik pelaku baru maupun lama jarang berinovasi. Di sektor strategis seperti energi, logistik, perbankan, dan telekomunikasi, dominasi BUMN juga memengaruhi dinamika persaingan. Studi yang dilakukan oleh Putri, Ikhsan, dan Pujiastuti (2025) menemukan bahwa alokasi dana dari pemerintah cenderung mengalir ke BUMN yang lemah secara keuangan, sementara perusahaan yang lebih sehat kurang mendapat dukungan. Pola ini mencerminkan apa yang disebut sebagai soft budget constraint, di mana negara sering kali “menyelamatkan” perusahaan yang tidak efisien, sehingga disiplin pasar melemah.
Kinerja BUMN dan Dampak pada Kompetisi
Kinerja BUMN relatif tertinggal dibanding perusahaan swasta. Tingkat pengembalian ekuitas (ROE) BUMN hanya sekitar 4%, lebih rendah dari sekitar 7% pada perusahaan swasta. Selain itu, tingkat pengembalian aset (ROA) dan efisiensi operasional BUMN juga lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa dominasi negara tidak selalu sejalan dengan daya saing dan efisiensi ekonomi.
Selain regulasi, penelitian Akcigit dan kolega (2018) menunjukkan bahwa hambatan pasar juga bisa berasal dari koneksi politik. Perusahaan yang dekat dengan elite politik cenderung menikmati akses dan perlindungan lebih besar. Fenomena ini sangat relevan di Indonesia, di mana sejumlah sektor masih dikuasai oleh pelaku usaha dengan afiliasi politik kuat. Ketika politik dan ekonomi saling berkelindan tanpa keseimbangan institusional, kompetisi menjadi tidak efisien, dan inovasi pun terhambat.
Pentingnya Institusi yang Inklusif
Daron Acemoglu, salah satu peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2024, menekankan bahwa kemakmuran jangka panjang bergantung pada inclusive institutions—lembaga yang membuka ruang bagi partisipasi dan inovasi. Sebaliknya, extractive institutions yang menguntungkan segelintir pelaku besar akan menghambat kemajuan karena menutup jalur pembaruan. Kelemahan institusi ekonomi Indonesia—dari birokrasi hingga regulasi yang bias terhadap pemain lama—telah membuat dua sumber utama pertumbuhan tadi kehilangan tenaga.
Arah Kebijakan yang Perlu Diperbaiki
Beberapa program pemerintah yang saat ini dijalankan berpotensi memperparah distorsi pasar. Contohnya, program Koperasi Desa Merah Putih yang menyalurkan dana besar tanpa mekanisme kompetitif jelas berisiko menggeser investasi lokal dan mematikan inisiatif swasta di daerah. Program Makan Bergizi Gratis yang memusatkan pengadaan di tangan kontraktor nasional juga berpotensi menghilangkan persaingan di kantin sekolah dan menurunkan mutu produk. Sementara itu, kebijakan pembatasan kuota impor BBM untuk perusahaan swasta oleh Kementerian ESDM telah menyebabkan kelangkaan pasokan dan melemahkan daya saing di sektor energi, karena pemain non-BUMN kehilangan ruang untuk berpartisipasi dalam pasar yang sehat.
Langkah untuk Meningkatkan Pertumbuhan
Untuk keluar dari jebakan ini, Indonesia perlu memperkuat dua mekanisme pertumbuhan yang telah lama dikenal para ekonom: creative destruction dan inovasi pelaku lama. Negara harus menurunkan hambatan bagi masuk dan keluarnya perusahaan, memperkuat perlindungan bagi kompetisi yang adil, serta membangun sistem insentif yang membuat inovasi lebih menguntungkan daripada rente. Kebijakan industri juga perlu bergeser dari sekadar memberi subsidi atau PMN, menuju kebijakan yang menuntut innovation performance dari pelaku yang sudah ada. Dengan begitu, baik pelaku baru maupun lama memiliki dorongan yang sama untuk memperbaiki diri.
Aghion pernah berkata, pertumbuhan sejati tidak lahir dari stabilitas, melainkan dari kemampuan untuk beradaptasi terhadap gangguan. Ekonomi yang sehat bukan ekonomi yang tak pernah terguncang, tetapi yang mampu menata ulang dirinya sendiri. Jangan sampai proses creative destruction justru berubah menjadi destructive creation—sebuah kelakar yang dari beberapa kolega di LPEM FEB UI—di mana kebijakan atas nama pertumbuhan justru menciptakan distorsi baru yang melemahkan fondasi ekonomi. Indonesia memiliki semua modal untuk melangkah ke tahap berikutnya—populasi muda, pasar besar, dan sumber daya yang melimpah—namun masa depan itu hanya akan tiba bila negara berani menciptakan ruang bagi perubahan. Seperti diingatkan Schumpeter hampir seabad lalu: kemajuan adalah hasil dari kehancuran yang kreatif. Tantangan Indonesia hari ini adalah menemukan kembali keberanian untuk menghancurkan yang tidak lagi produktif, agar yang baru bisa tumbuh.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
