Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
Trending

Pengamat: Pengalaman Herdman Bawa Sinergi Pemain Lokal dan Diaspora

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Januari 4, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
βœ“ Penulis Verified

Penunjukan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia Dinilai Tepat

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih tim nasional Indonesia mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk pengamat sepak bola nasional Rizal Pahlevi. Ia menilai bahwa penunjukan ini memberikan kejelasan terkait sosok yang akan memimpin Tim Merah Putih dalam proyek jangka panjang menuju level dunia.

Menurut Rizal, Herdman adalah figur yang tepat karena memiliki rekam jejak nyata dalam membawa sebuah negara melaju hingga ke Piala Dunia. Hal ini menjadi hal yang belum pernah dilakukan oleh banyak pelatih lainnya. Pengamat yang akrab disapa Rizal itu mengungkapkan bahwa CV (Curriculum Vitae) Herdman lebih baik dibandingkan pelatih lain seperti Patrick Kluivert, karena ia pernah berhasil membawa timnas Kanada menembus Piala Dunia setelah lama absen.

Pengalaman yang Berharga bagi Timnas Indonesia

Pengalaman Herdman menjadi nilai krusial bagi Indonesia yang sedang membangun tim dengan ambisi besar. Sebagai pelatih yang tidak hanya memahami taktik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memimpin proses panjang dalam membentuk tim nasional dari nol hingga kompetitif.

Rizal menilai bahwa Herdman telah membuktikan kemampuannya dalam memimpin sebuah negara mencapai target penting. Dalam hal ini, ia yakin bahwa Herdman bisa membantu Indonesia mencapai tujuan serupa.

Selain itu, Rizal juga melihat kesamaan tantangan antara situasi Indonesia saat ini dan Kanada ketika Herdman mulai menangani timnas Kanada. Salah satu tantangan utama adalah integrasi pemain diaspora dengan pemain lokal. Proses ini tidak mudah dan membutuhkan pendekatan khusus agar para pemain merasa menjadi bagian dari satu identitas tim.

Kesamaan dengan Situasi di Kanada

Herdman telah membuktikan kemampuannya bersama Kanada dalam meyakinkan proyek timnas Kanada untuk tampil di Piala Dunia 2022. Ia juga berhasil meyakinkan beberapa pemain untuk membela Kanada meskipun mereka memiliki opsi negara lain.

Contohnya, Rizal menyebut keberhasilan Herdman dalam meyakinkan pemain keturunan seperti Jonathan David dan Alphonso Davies. Mereka sebenarnya memiliki banyak pilihan negara, tetapi akhirnya memilih membela Kanada. Pengalaman ini dinilai relevan dengan kondisi timnas Indonesia yang kini dihuni banyak pemain diaspora.

Tantangan di Tahun Ini

Lebih lanjut, Rizal menilai bahwa tahun ini akan menjadi periode krusial bagi Herdman untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih. Padatnya agenda kompetisi menjadi ujian awal bagi pelatih berusia 50 tahun tersebut.

Ia berharap bahwa tahun ini bisa menjadi awal yang baik dalam upaya memutus dahaga trofi bagi timnas Indonesia. Dua ajang besar yang akan diikuti timnas Indonesia pun disebut akan menjadi tolok ukur awal perjalanan Herdman bersama skuad Garuda.

Turnamen sebagai Pembuktian Cepat

Turnamen seperti Piala AFF dan Piala Asia akan menjadi pembuktian cepat bagi John Herdman. Dengan jadwal yang padat, ia harus mampu menunjukkan kemampuannya dalam memimpin timnas Indonesia menuju level yang lebih tinggi.

Rizal menilai bahwa ini adalah uji coba awal bagi Herdman untuk membuktikan bahwa dia mampu membawa timnas Indonesia ke arah yang benar dan meningkatkan prestasi negara di kancah internasional.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia