Kuliner Khas Kalimantan Tengah, Mandai yang Menggunakan Bahan Dasar Kulit Cempedak
Kuliner khas Kalimantan Tengah, mandai, kembali diminati oleh masyarakat di Kota Palangka Raya. Salah satu bahan utama dari mandai adalah kulit cempedak, yang kini mulai banyak ditemukan di berbagai tempat penjualan.
- kuliner khas kalimantan tengah, mandai yang menggunakan bahan dasar kulit cempedak kuliner khas kalimantan tengah, mandai, kembali diminati oleh masyarakat di kota palangka raya.
- salah satu bahan utama dari mandai adalah kulit cempedak, yang kini mulai banyak ditemukan di berbagai tempat penjualan.
- cempedak sendiri merupakan buah yang memiliki musim tertentu dan tidak selalu tersedia sepanjang tahun.
- hal ini membuat permintaan terhadap mandai tetap tinggi, karena proses pembuatannya membutuhkan bahan baku yang langka.
Daftar Isi
Cempedak sendiri merupakan buah yang memiliki musim tertentu dan tidak selalu tersedia sepanjang tahun. Hal ini membuat permintaan terhadap mandai tetap tinggi, karena proses pembuatannya membutuhkan bahan baku yang langka.
Di pasar-pasar maupun pinggir jalan, seperti kawasan Jalan G Obos, Jalan A Yani, hingga Kaminting, pedagang menjual buah cempedak dalam bentuk utuh maupun kulitnya yang sudah dibersihkan. Seorang pedagang buah di pasar malam Jalan G Obos XII, Nonik, mengatakan bahwa banyak pembeli yang mencari kulit cempedak untuk diolah menjadi mandai.
“Sekarang sudah masuk musim panen cempedak lagi. Kami menjual buahnya utuh, tapi juga ada yang dipisahkan. Ada pembeli yang hanya ingin membeli kulitnya saja untuk dijadikan mandai,” ujarnya.
Harga kulit cempedak pun relatif lebih mahal dibandingkan dengan buahnya. Hal ini disebabkan oleh proses pengolahan dan fermentasi yang harus dilakukan sebelum kulit tersebut bisa dijual. Proses ini memakan waktu dan tenaga, sehingga harga akhirnya meningkat.
Arus Balik Libur Nataru di Palangka Raya Terkendali
Setelah libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, arus balik di Kota Palangka Raya terlihat lancar. Meskipun volume kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas tidak menunjukkan kemacetan signifikan.
Pantauan di Jalan Tjilik Riwut Km 10 pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 11.20 WIB menunjukkan lalu lintas ramai namun masih terkendali. Berbagai jenis kendaraan, termasuk sepeda motor, mobil pribadi, dan truk, melintas secara bergantian.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, menyatakan bahwa secara umum kondisi lalu lintas selama masa arus balik kembali stabil. Ia juga menegaskan bahwa meski terjadi peralihan jalur, situasi tetap aman dan tidak menimbulkan kepadatan yang berlebihan.
Proyek Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Eks Kantor Disnakertrans Kalteng
Proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan eks Kantor Disnakertrans Kalteng, Bundaran Besar Palangka Raya, terus berlanjut. Proyek multiyears ini ditargetkan rampung hingga 2027 mendatang.
Menurut Plt Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalimantan Tengah, Junaidi, progres pembangunan RTH eks Disnakertrans untuk kontrak tahun 2025 telah mencapai 100 persen. Namun, secara keseluruhan, progres pembangunan baru mencapai sekitar 60 persen.
Untuk tahun 2026, anggaran penyelesaian pembangunan telah direncanakan. Meski demikian, terdapat kemungkinan penyesuaian desain agar kawasan tersebut dapat difungsikan secara optimal.
Selain itu, pekerjaan sisa akan dilanjutkan secara bertahap agar hasil akhirnya sesuai dengan harapan. Proyek ini diharapkan mampu memberikan ruang hijau yang nyaman bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan di kota tersebut.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
