Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran ‘Mendekati’, Teheran Tidak Setuju

AA1wWmwc.jpg

Kehadiran Kesepakatan Awal antara AS dan Iran

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim bahwa kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dengan Iran sudah mendekati realisasi. Pernyataannya ini muncul setelah ia menyatakan bahwa serangan terhadap negara tersebut telah dibatalkan. Dalam sebuah wawancara dengan wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa pihaknya telah mencapai “penyelesaian besar” dalam konflik dengan Iran.

Ringkasan Cepat
  • kehadiran kesepakatan awal antara as dan iran presiden amerika serikat (as), donald trump, mengklaim bahwa kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dengan iran sudah mendekati realisasi.
  • pernyataannya ini muncul setelah ia menyatakan bahwa serangan terhadap negara tersebut telah dibatalkan.
  • dalam sebuah wawancara dengan wartawan di ruang oval gedung putih, trump menegaskan bahwa pihaknya telah mencapai “penyelesaian besar” dalam konflik dengan iran.
  • namun, pihak iran tidak sepenuhnya setuju dengan klaim tersebut.
Daftar Isi
  1. Kehadiran Kesepakatan Awal antara AS dan Iran
  2. 🔥 Postingan Populer
  3. Artikel ini bermanfaat?
  4. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Namun, pihak Iran tidak sepenuhnya setuju dengan klaim tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa laporan tentang adanya kesepakatan masih bersifat spekulatif dan belum ada yang disepakati secara final. Meskipun demikian, Trump sebelumnya juga pernah menyampaikan klaim serupa bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Sebelum pengumuman tersebut, Trump sempat menyatakan akan menghantam Iran dengan “amat keras”. Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Balasan dari Iran berupa serangan terhadap Israel serta negara-negara sekutu AS di Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz—jalur penting bagi perdagangan minyak dan gas alam cair global.

Meski gencatan senjata telah disepakati pada April 2026, AS dan Iran tetap saling melancarkan serangan sporadis. Beberapa hari terakhir, keduanya melakukan dua putaran serangan balasan. Trump terus menekankan prospek kesepakatan dengan Iran, yang menurutnya akan menghentikan Iran dari memiliki senjata nuklir.

Setelah pernyataan terbarunya, harga minyak Brent turun menjadi sekitar US$89 per barel, turun 4,4% dalam sehari. Trump menjelaskan bahwa dokumen kesepakatan sudah dalam bentuk yang hampir final, dan penandatanganan bisa dilakukan di Eropa. Ia juga menyebut bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka setelah kesepakatan ditandatangani.

Trump mengatakan telah berbicara dengan para pemimpin kawasan, termasuk Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Menurutnya, seluruh Timur Tengah sangat senang dengan perkembangan ini. Kantor Netanyahu mengonfirmasi percakapan tersebut dan menegaskan bahwa Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman tersebut.

Netanyahu menyampaikan apresiasi atas komitmen Trump untuk mendorong kesepakatan yang mencakup penghapusan material yang diperkaya, pembongkaran infrastruktur pengayaan, pembatasan produksi misil, serta penghentian dukungan Iran terhadap kelompok proksi teroris di kawasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan sebagian besar teks nota kesepahaman sudah difinalisasi, namun AS dianggap mengajukan tuntutan berlebihan dan permintaan baru. Dia menegaskan Iran tidak akan menyimpang dari garis merahnya.

Beberapa jam sebelumnya, Trump menyatakan akan menghantam Iran dengan “sangat keras malam ini”, sambil mengancam akan merebut Pulau Kharg dan infrastruktur minyak lainnya “dalam waktu dekat”. Pulau Kharg merupakan terminal ekspor minyak utama Iran, dengan sekitar 90% ekspor minyak negara itu melewati pulau tersebut.

Trump juga menyatakan bahwa AS akan “menguasai penuh” pasar minyak dan gas seperti yang dilakukannya dengan Venezuela. Namun, militer Iran mengancam akan melakukan serangan balasan “lebih keras dari sebelumnya” jika ada serangan lanjutan terhadap Iran.

Selain itu, pasukan AS dan Iran saling melancarkan serangan setelah helikopter Apache milik AS jatuh di Teluk pada Senin. Pada Rabu, Komando Pusat AS mengklaim telah menyelesaikan gelombang serangan yang menargetkan lokasi militer, pengawasan, dan radar di Iran selatan. Sebagai balasan, IRGC Iran meluncurkan serangan terhadap pangkalan Amerika di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Serangan-serangan ini memicu seruan untuk meredakan ketegangan. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan prihatin atas eskalasi di Timur Tengah dan mendesak semua pihak untuk kembali pada implementasi penuh gencatan senjata.

Negara-negara seperti Pakistan, Rusia, China, Turki, India, dan Arab Saudi juga menyerukan langkah-langkah de-eskalasi. Hingga saat ini, pasukan AS telah menyerang sembilan kapal, termasuk tiga kapal dalam pekan ini. Blokade bertujuan menghentikan kapal keluar-masuk pelabuhan Iran untuk membatasi kemampuan Teheran memperoleh keuntungan dari ekspor minyak.

464SHARES6.3kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,656 ulasan)

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran 'Mendekati', Teheran Tidak Setuju
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait