Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Seblak Viral di Thailand: Langkah Menuju Kuliner Nusantara Global
Viral

Seblak Viral di Thailand: Langkah Menuju Kuliner Nusantara Global

By Redaksi Kompasia
November 12, 2025 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Seblak Viral di Thailand: Langkah Menuju Kuliner Nusantara Global

Seblak, Makanan Khas Sunda yang Viral di Thailand

Seblak, makanan khas Sunda yang terkenal dengan cita rasa pedas dan segar, kini sedang menjadi perhatian besar di negara tetangga, yaitu Thailand. Video-video yang menampilkan warga Thailand mencoba dan menyukai Seblak beredar luas di media sosial. Tidak hanya food vlogger yang mereview makanan ini, namun juga masyarakat umum yang penasaran. Banyak dari mereka mencoba membuat Seblak sendiri dengan resep dan bahan yang mereka miliki, sementara sebagian lainnya memesan produk Seblak dari Indonesia.

Respon positif yang diterima sangat luar biasa. Hampir 99 persen dari mereka menyukai rasa Seblak. Meskipun ada beberapa yang lebih memilih Seblak impor langsung dari Indonesia daripada mencoba resep dari internet. Hal ini disebabkan oleh perbedaan rasa bumbu yang bisa saja sedikit berbeda. Meskipun sama-sama menggunakan cabai, bawang, atau kencur, bahan-bahan lokal Thailand mungkin memiliki karakteristik rasa yang berbeda dibandingkan yang ditanam di Indonesia.

Seblak: Makanan yang Menjadi Buah Bibir di Thailand

Seblak tidak hanya menjadi viral karena keunikan rasanya, tetapi juga karena daya tariknya sebagai makanan yang tampak biasa saja. Fenomena ini menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana pun bisa menjadi buah bibir di suatu negara. Sebelumnya, banyak konten tentang Indonesia yang viral di dunia internasional, mulai dari lagu, tarian, hingga kejadian lucu atau aneh yang disukai netizen.

Meski Seblak bukan makanan bergengsi bagi sebagian orang Indonesia, namun bagi warga Thailand, Seblak memberikan pengalaman baru yang menarik. Seblak adalah kreasi kuliner dari tanah Sunda, meskipun pengaruh budaya kuliner Sunda sangat jelas terasa dalam bahan dan cara pengolahan.

Asal Usul dan Cita Rasa Seblak

Kata “Seblak” berasal dari kata “segak” atau “nyegak” dalam bahasa Sunda yang artinya “menyengat”. Seblak pertama kali muncul di Jawa Barat bagian Selatan seperti Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur Selatan. Dari sana, Seblak berkembang dan dimodifikasi di berbagai daerah seperti Bandung, Banten, Jakarta, dan kota-kota lain di Jawa serta Nusantara.

Salah satu bahan utama yang menjadi ciri khas Seblak adalah kencur. Penggunaan kencur sangat penting dalam membuat bumbu Seblak asli. Kencur memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk mengandung minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, serat, protein, mineral, dan vitamin yang baik untuk tubuh.

Varian dan Inovasi Seblak

Hampir semua jenis makanan bisa dijadikan toping Seblak. Mulai dari protein seperti ayam, sapi, telur, sampai produk olahan seperti baso dan sosis. Sayuran, mie, pasta, dan kerupuk juga sering digunakan sebagai pelengkap. Pelaku usaha kuliner terus melakukan inovasi, seperti membuat Seblak kering, kemasan siap saji, atau perkerupukan dengan bumbu tabur instan.

Pengaruh makanan dari luar juga mudah diadopsi sebagai toping Seblak. Contohnya jamur enoki, Odeng, atau Tteok yang populer di Jepang dan Korea. Hal ini menunjukkan bahwa Seblak adalah makanan yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan selera berbagai kalangan.

Potensi Seblak di Pasar Thailand

Dari segi karakteristik lidah, orang Thailand akrab dengan makanan pedas dan asam, sehingga Seblak cocok untuk mereka. Mereka juga menyukai campuran bahan segar, baik sayuran maupun hasil laut. Generasi muda Thailand (Gen Z) lebih terbuka terhadap tren luar negeri, tetapi tetap menjaga citra rasa tradisional mereka yang pedas, asam, dan gurih.

Dengan kondisi ini, Seblak memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar Thailand. Namun, perlu adanya strategi yang tepat dari pihak-pihak terkait, seperti pemerintah dan dunia usaha. Langkah-langkah seperti mengadakan bazaar produk Indonesia, mengundang influencer, dan bekerja sama dengan mitra usaha lokal bisa membantu memperluas pasar Seblak di Thailand.

Perkembangan Ekspor Indonesia ke Thailand

Meski Seblak menunjukkan potensi besar, ekspor Indonesia ke Thailand masih belum masuk sepuluh besar. Produk-produk seperti bahan bakar mineral, kendaraan, mesin, dan ikan mendominasi daftar ekspor. Namun, Indonesia memiliki keunggulan geografis yang mirip dengan Thailand, seperti iklim tropis dan hutan tropis, yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perdagangan.

Sayangnya, Indonesia kecolongan dalam bidang teknologi pertanian. Thailand dan negara-negara ASEAN lainnya belajar dari Indonesia pada masa lalu, namun kini mereka berhasil mengembangkan varian produk pertanian yang lebih unggul. Hal ini menunjukkan pentingnya kebijakan yang pro petani dan strategis untuk mengembangkan sektor pertanian.

Kesimpulan

Seblak mungkin hanya riak kecil, tetapi jika semua pihak melihatnya sebagai momentum, maka peluang untuk membangun citra baru bagi produk Indonesia sangat besar. Dengan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Indonesia bisa kembali menjadi produsen pangan dan kuliner yang berjaya di pasar global. Seblak juga mengajarkan bahwa sesuatu yang berasal dari tradisi memiliki nilai yang sangat berharga. Jika tidak dihargai, nanti akan ada orang lain yang mengambilnya.

341SHARES8.2kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Dari Dapur Kecil Jadi Viral: Cerita Dua Teman di Balik Donat Mochi Mave Douchi Bogor →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Viral budaya Budaya Makanan Budaya Populer Indonesia makanan dan minuman

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

budayaBudaya MakananBudaya PopulerIndonesiamakanan dan minuman
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Le Minerale Viral: Benarkah Airnya Berasal dari Sumur Dalam? Ini Faktanya
Previous

Le Minerale Viral: Benarkah Airnya Berasal dari Sumur Dalam? Ini Faktanya

Dari Dapur Kecil Jadi Viral: Cerita Dua Teman di Balik Donat Mochi Mave Douchi Bogor
Next

Dari Dapur Kecil Jadi Viral: Cerita Dua Teman di Balik Donat Mochi Mave Douchi Bogor

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme