162634 bagian simulasi latihan kapal selam 1265 711.jpg
Penanganan Kasus Penganiayaan oleh Oknum TNI AL di Melonguane
Beberapa oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang guru SMK di wilayah Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Kejadian ini memicu kemarahan masyarakat setempat dan menimbulkan tuntutan agar adanya kejelasan serta penindakan yang sesuai hukum.
- penanganan kasus penganiayaan oleh oknum tni al di melonguane beberapa oknum anggota tni angkatan laut (al) diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang guru smk di wilayah melonguane, kabupaten kepulauan talaud, sulaw…
- kejadian ini memicu kemarahan masyarakat setempat dan menimbulkan tuntutan agar adanya kejelasan serta penindakan yang sesuai hukum.
- para pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh polisi militer tni al.
- proses hukum terhadap mereka akan dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
Daftar Isi
Para pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer TNI AL. Proses hukum terhadap mereka akan dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, pihak Lanal Melonguane telah menyerahkan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban.
Dalam peristiwa ini, kelima oknum prajurit TNI AL yang terlibat memiliki identitas sebagai berikut:
– Trisma
– Niko T
– Idil
– Dua orang lainnya dengan inisial M
Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, menyatakan bahwa seluruh oknum yang terlibat akan diproses sesuai hukum. Ia menegaskan bahwa TNI AL tidak mentolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh anggotanya.
Respons dari Pihak Lanal dan Masyarakat
Pasca insiden, warga Melonguane menggelar aksi spontan di depan Patung Tuhan Yesus untuk menuntut pertanggungjawaban. Sebanyak 350 orang turut serta dalam aksi tersebut. Wakil Bupati Kepulauan Talaud Anisya G. Bambungan dan tokoh adat Melonguane, Godfried Timpua, hadir dalam proses penanganan kasus ini.
Godfried Timpua menyambut baik langkah yang diambil oleh POM AL Lanal Melonguane. Ia menekankan pentingnya pengawasan hingga proses hukum selesai. Menurutnya, tindakan ini menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota TNI agar tidak melakukan tindakan sewenang-wenang dan tetap menjaga marwah hukum serta adat di wilayah perbatasan utara NKRI.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, menjelaskan bahwa pihak Lanal telah melakukan mediasi dengan keluarga korban. Ia juga memastikan bahwa para pelaku sudah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Viral di Media Sosial
Insiden ini viral di media sosial setelah foto-foto korban beredar. Salah satu korban, yang diketahui adalah seorang guru, tampak mengalami luka cukup parah di bagian mata dan belakang tubuh. Korban awalnya hanya satu orang, namun lima orang lain yang datang untuk menanyakan kejadian justru ikut menjadi korban. Total korban mencapai enam orang.
Kejadian bermula saat korban sedang memancing di pelabuhan. Sekelompok orang yang diduga mabuk mendekatinya. Saat korban merekam kejadian tersebut, mereka langsung memukulnya hingga jatuh. Setelah kejadian, korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kronologi Peristiwa
Pukul 21.00 Wita, korban sedang memancing di pelabuhan. Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak. Saat didekati, korban menyadari bahwa mereka adalah oknum anggota Lanal Melonguane. Korban merasa resah dan menegur mereka sambil merekam menggunakan ponsel. Karena merekam, korban langsung dipukul hingga jatuh dan terus dipukul.
Setelah kejadian, korban dilarikan ke RS Mala. Namun, kejadian tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban. Kedatangan mereka justru memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan kembali. Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib masih berupaya mengonfirmasi insiden tersebut.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- 5 Best Rooftop Bars in Bali for Sunset Drinks
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
Share this content:
