jpg 20230425 112038 0000 3617825854.jpg
Kehidupan Seorang Guru Olahraga dengan Gaji Rp 200 Ribu Per Bulan
Di balik gedung sederhana SD Negeri 1 Kalangan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, seorang guru olahraga bernama Aulan Nazizatun Wafiroh atau yang akrab disapa Fifi, tetap setia mengabdikan diri meskipun hanya menerima gaji sebesar Rp 200 ribu per bulan. Meski penghasilannya jauh dari kata layak, ia terus berjuang untuk memberikan ilmu dan pembelajaran kepada anak-anak di sekolah tersebut.
Fifi mengatakan bahwa gaji yang diterimanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Apalagi, ia sudah memiliki keluarga dan anak. Gaji tersebut berasal dari iuran para guru lain di SDN 1 Kalangan. Ia menjelaskan bahwa gaji itu diberikan secara sukarela oleh rekan-rekannya.
“Kalau gaji Rp 200 ribu per bulan mas, itu pun sukarela teman-teman guru-guru di sini,” ujarnya. “Kalau untuk belanja ya cukup nggak cukup, yang penting bisa buat beli bensin saja, itu sudah alhamdulillah.”
Tidak Ikut dalam Pengangkatan PPPK
Fifi tidak ikut dalam pengangkatan PPPK penuh waktu maupun paruh waktu karena dianggap belum memenuhi persyaratan. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kendala administrasi. Ia menyampaikan bahwa dirinya belum bisa masuk Dapodik Negeri karena belum dua tahun pengabdian. Meski ia telah lulus PPG dan memiliki sertifikat pendidik serta gelar S1 jurusan olahraga dari Universitas Nusantara PGRI Kediri, statusnya masih belum jelas.
“Saya sudah punya sertifikat pendidik. Sudah lolos PPG juga. Saya juga S1 linier sesuai yang saya ampu di SDN 1 Kalangan ini, yakni olahraga,” katanya.
Ia mengabdikan diri di SDN 1 Kalangan sejak 2023 hingga saat ini. Alasannya adalah cintanya pada dunia pendidikan dan olahraga. Namun, ia sempat merasa bimbang apakah akan tetap mengabdi di SDN 1 Kalangan atau mencoba bergabung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kabarnya akan diangkat menjadi PPPK.
“Tapi keputusannya masih ingin mengabdi di sini, karena sudah cinta di dunia pendidikan apalagi dengan olahraga ini,” ujarnya.
Harapan untuk Kejelasan Status
Fifi berharap ke depan akan dibuka lagi kesempatan untuk pengangkatan PPPK dan CPNS. Ia ingin ikut jika ada pembukaan nanti, meskipun saat ini statusnya masih belum jelas. Ia juga meminta agar tidak ada pembedaan antara latar belakang swasta dan negeri dalam penyeleksian guru.
“Kalau ada pembukaan PPPK lagi atau CPNS, kalau bisa dipermudah atau gimana agar saya bisa ikut lagi. Makanya ini saya masih mengabdi di sini, berjuang di sini dulu. Sambil menunggu mungkin kalau ada perekrutan untuk CPNS gitu.”
Persoalan Status Guru Olahraga di Blora
Kepala SDN 1 Kalangan, Suyoto, mengatakan bahwa Fifi adalah salah satu guru olahraga yang statusnya belum jelas. Di Blora, banyak sekolah yang kekurangan guru olahraga. Menurut Suyoto, Fifi bukanlah guru tetap atau honorer, namun statusnya masih belum jelas.
“Awalnya kan dia di TK swasta, terus mutasi ke sini 2023, sampai sekarang ini,” jelasnya. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Blora memperhatikan nasib guru seperti Fifi.
“Jadi harapan kami Pemerintah Kabupaten Blora ini, memperhatikanlah tinjau ulang Ini untuk nasib teman-teman guru olahraga yang notabene belum tercatat, ini saya bilangnya statusnya masih guru perjuangan, dimohon diperjuangkan.”
Upaya Sekolah untuk Membantu Fifi
Untuk gaji, para guru lain di SDN 1 Kalangan berinisiatif untuk iuran guna menggaji Fifi tiap bulannya. Mereka merasa kasihan karena Fifi bekerja dengan penuh dedikasi dan kompetensi.
“Kalau soal gaji ini, Mbak Fivi kan tidak boleh masuk laporan bulanan lagi, karena untuk diakomodasi dari dana BOS juga tidak bisa. Akhirnya teman-teman kasihan dia berjuang maksimal, mempunyai disiplin ilmu yang luar biasa, dengan ikhlas membina membimbing anak-anak akhirnya teman-teman suka rela, seikhlasnya, kadang terkumpul Rp150.000, Rp200.000.”
Penjelasan Dinas Pendidikan Blora
Dinas Pendidikan Kabupaten Blora menyatakan bahwa saat ini sudah tidak ada guru honorer. Semua guru honorer telah diangkat menjadi PPPK. Kariyono, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dindik Blora, menjelaskan bahwa jumlah guru yang diangkat PPPK paruh waktu ada 56 guru, sedangkan PPPK penuh waktu ada 266 guru.
“Kalau yang diangkat jadi PPPK paruh waktu itu ada 56 guru. Kebanyakan guru agama PAI. Sedangkan yang diangkat jadi PPPK penuh waktu saat tahap 2 di Oktober 2025, itu ada 266 guru, terdiri atas guru kelas dan guru mapel.”
Selain itu, besaran gaji antara PPPK penuh waktu dan paruh waktu berbeda. Guru PPPK paruh waktu mendapatkan gaji sekitar Rp 1,2 juta per bulan, sedangkan PPPK penuh waktu sekitar Rp 2,9 juta.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Guru Honorer: Gaji Rp 400.000 Masuk, Cek Tanggal Cair!
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
