AA1VyICD.jpg
Kontroversi Terkait Pengiriman Potongan Kiswah Ka’bah ke Amerika Serikat
Beberapa waktu terakhir, publik kembali dihebohkan oleh temuan baru dalam dokumen hukum yang dikenal sebagai Epstein Files. Kali ini, fokusnya jatuh pada dugaan pemesanan dan pengiriman potongan Kiswah Ka’bah dari Mekkah, Arab Saudi, ke Amerika Serikat. Hal ini dilaporkan terjadi atas permintaan Jeffrey Epstein pada tahun 2017.
- kontroversi terkait pengiriman potongan kiswah ka’bah ke amerika serikat beberapa waktu terakhir, publik kembali dihebohkan oleh temuan baru dalam dokumen hukum yang dikenal sebagai epstein files.
- kali ini, fokusnya jatuh pada dugaan pemesanan dan pengiriman potongan kiswah ka’bah dari mekkah, arab saudi, ke amerika serikat.
- hal ini dilaporkan terjadi atas permintaan jeffrey epstein pada tahun 2017.
- kiswah ka’bah merupakan kain penutup yang sangat sakral bagi umat islam.
Daftar Isi
- Kontroversi Terkait Pengiriman Potongan Kiswah Ka’bah ke Amerika Serikat
- Rilis Dokumen Epstein Files oleh Departemen Kehakiman AS
- Detail Pemesanan dan Pengiriman Kiswah dalam Epstein Files
- Jenis Kain yang Dikirim
- Jalur Pengiriman dan Kedatangan di Amerika Serikat
- 🔥 Postingan Populer
- About the Author
- AutoIndex: Portal Berita & Media Online
Kiswah Ka’bah merupakan kain penutup yang sangat sakral bagi umat Islam. Kain ini terbuat dari sutra hitam dan dihiasi dengan bordiran ayat Al-Qur’an menggunakan benang emas dan perak. Pembuatan, perawatan, serta distribusi Kiswah Ka’bah sepenuhnya di bawah kewenangan resmi Kerajaan Arab Saudi. Setiap tahun, kiswah diganti pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang bertepatan dengan masa keberangkatan jemaah haji menuju Padang Arafah. Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun.
Setelah dilepas, kiswah lama tidak dibuang. Sebaliknya, kain tersebut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan diberikan kepada tokoh tertentu, lembaga resmi, atau museum sebagai simbol kehormatan dan nilai spiritual.
Rilis Dokumen Epstein Files oleh Departemen Kehakiman AS
Dokumen Epstein Files muncul setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan halaman arsip tambahan terkait kasus Jeffrey Epstein. Rilisan ini merupakan bagian dari pelaksanaan undang-undang Epstein Files Transparency Act, yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada 19 November 2025.
Melalui rilis tersebut, Departemen Kehakiman membuka lebih dari 3 juta halaman dokumen tambahan. Hingga saat ini, total arsip yang dapat diakses publik mencapai hampir 3,5 juta halaman. Selain dokumen tertulis, arsip ini juga mencakup ribuan video dan ratusan ribu gambar. Ini menjadikannya salah satu pengungkapan arsip hukum terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Di antara jutaan halaman tersebut, muncul korespondensi yang menyebutkan pengadaan dan pengiriman Kiswah Ka’bah. Hal ini memicu polemik luas di kalangan publik.
Detail Pemesanan dan Pengiriman Kiswah dalam Epstein Files
Berdasarkan dokumen Epstein Files, korespondensi email yang berlangsung antara Februari hingga Maret 2017 mengungkap detail pemesanan tiga potong kain yang berkaitan langsung dengan kiswah. Proses pengadaan dan pengiriman disebut diatur oleh Aziza Al-Ahmadi, seorang pengusaha perempuan asal Uni Emirat Arab, bekerja sama dengan seorang kontak di Arab Saudi bernama Abdullah Al-Maari.
Keduanya menangani proses pengadaan, pengemasan, hingga pengiriman kain dari Arab Saudi ke Amerika Serikat. Dokumen internal menunjukkan bahwa Epstein menjadi penerima akhir kiriman tersebut, meskipun sebagian besar komunikasi teknis dilakukan melalui asistennya.
Dalam korespondensi tersebut, tidak dijelaskan secara rinci siapa pihak yang pertama kali menawarkan kain kiswah kepada Epstein. Namun, isi dokumen menempatkan Epstein sebagai pihak yang secara sadar menunggu dan menerima pengiriman tersebut di kediamannya di Amerika Serikat.
Salah satu email yang tercantum dalam Epstein Files memperlihatkan Aziza Al-Ahmadi secara langsung menjelaskan makna spiritual Kiswah Ka’bah kepada Epstein. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pengirim memahami kain tersebut dikirim secara khusus untuk Epstein, bukan sebagai hadiah umum atau koleksi anonim.
Jenis Kain yang Dikirim
Dokumen yang sama merinci bahwa terdapat tiga jenis kain kiswah yang dikirim. Pertama, satu potong dari bagian dalam Ka’bah. Kedua, satu potong dari kiswah bagian luar yang sebelumnya pernah digunakan untuk menutupi Ka’bah. Ketiga, satu potong lain dari bahan yang sama, tetapi tidak pernah digunakan sebagai penutup Ka’bah.
Perincian yang disebutkan ini memperkuat kesan bahwa kain yang dikirim bukan sekadar replika atau dekorasi bertema Islami, melainkan potongan yang memiliki keterkaitan langsung dengan kiswah.
Jalur Pengiriman dan Kedatangan di Amerika Serikat
Pengiriman tiga potong kain tersebut dilakukan melalui jalur udara dari Arab Saudi ke Amerika Serikat menggunakan penerbangan maskapai British Airways. Dokumen Epstein Files memuat detail pengaturan faktur, pengurusan kepabeanan, serta koordinasi transportasi hingga kain tersebut masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Kiriman tersebut tercatat tiba pada Maret 2017 dan dikirim ke kediaman Jeffrey Epstein di Amerika Serikat. Pada periode tersebut, Epstein telah lama menyelesaikan masa hukuman penjara dan telah terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
