41990 polrestabes medan.jpg
Ringkasan Peristiwa Pembunuhan dan Pencurian di Rumbai, Pekanbaru
Setelah melakukan aksi perampokan dan pembunuhan terhadap Dumaris Sitio (60 tahun) di Rumbai, Pekanbaru, Riau, keempat pelaku sempat menghabiskan waktu untuk pesta narkoba di Kota Medan sebelum berpencar menuju Aceh Tengah dan Binjai. Hasil tes menunjukkan bahwa keempatnya positif narkoba.
- ringkasan peristiwa pembunuhan dan pencurian di rumbai, pekanbaru setelah melakukan aksi perampokan dan pembunuhan terhadap dumaris sitio (60 tahun) di rumbai, pekanbaru, riau, keempat pelaku sempat menghabiskan waktu un…
- hasil tes menunjukkan bahwa keempatnya positif narkoba.
- penangkapan keempat pelaku dilakukan oleh tim gabungan antara satuan reserse kriminal (satreskrim) polresta pekanbaru dan jatanras direktorat reserse kriminal umum (ditreskrimum) polda riau.
- dua dari mereka ditangkap di aceh tengah, sedangkan dua lainnya ditangkap di binjai, sumatera utara.
Daftar Isi
Penangkapan keempat pelaku dilakukan oleh tim gabungan antara Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru dan Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Dua dari mereka ditangkap di Aceh Tengah, sedangkan dua lainnya ditangkap di Binjai, Sumatera Utara.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan bahwa keempat pelaku terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Mereka adalah SL alias Selamet (34), EW alias Erwandi (39), AFT alias Anisa (21), dan L alias Lisbeth (22). Anisa dan Lisbeth berteman saat masih duduk di bangku SMP di Kecamatan Parlilitan, Humbang Hasundutan. Sementara itu, SL dan EW juga memiliki hubungan persahabatan.
Pandra menyatakan bahwa kasus ini merupakan pembunuhan berencana dan pencurian. Keempat pelaku telah diamankan oleh petugas. Ia menjelaskan bahwa SL, suami siri dari Anisa, bertindak sebagai eksekutor utama. Dia memukul kepala dan dada korban sebanyak lima kali hingga tewas. Sementara itu, Anisa bertindak sebagai otak pelaku dalam kasus ini.
Anisa sebelumnya menikah dengan Arnold Meha, anak pertama korban. Setelah menikah, ia melarikan diri dari rumah mertuanya pada tahun 2023 lalu. Ia tinggal di Kota Medan dan bekerja di tempat hiburan malam serta sebuah spa. Di tempat tersebut, Anisa menjalin hubungan dengan SL dan menikah siri. Pasangan ini biasa mengonsumsi narkoba.
Pada tahun 2026, Anisa kembali ke Pekanbaru bersama SL dan dua rekan lainnya. Menurut informasi dari polisi, Anisa yang menjadi otak pelaku merencanakan aksi ini. LS bertugas mencari kayu balok, yang didapat saat menginap di salah satu hotel di Pekanbaru. EW bertindak sebagai pendukung dalam kasus ini karena diajak oleh SL. SL dan EW saling kenal, sehingga SL mengajak EW untuk ikut dalam aksi pembunuhan dan perampokan tersebut.
EW juga bertugas membawa Arnold Meha, suami sah dari Anisa, menggunakan sepeda motor menuju Minas, Kabupaten Siak. Arnold diketahui memiliki kebutuhan khusus. Sementara itu, dua pelaku melakukan perlawanan saat ditangkap, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dengan menembak kedua kaki mereka. Kedua pelaku dibawa dengan kursi roda setelah dikeluarkan dari mobil tahanan.
Rencana untuk Menghabisi Seluruh Keluarga Korban
Keempat pelaku tiba di Pekanbaru sejak tanggal 25 April 2026 dan menginap di sebuah hotel melati di Jalan Riau. Di sana mereka merencanakan awalnya hanya ingin merampok, namun akhirnya berubah menjadi rencana pembunuhan terhadap seluruh isi penghuni rumah, termasuk Arnold Meha, anak korban, dan adik korban.
Beberapa hari sebelum kejadian, mereka melakukan survei lokasi target yang akan dirampok, yaitu rumah korban. Sebelum menghabisi nyawa Dumaris Sitio, pada tanggal 8 April 2026, AF dan SL ternyata sudah terlebih dahulu menggasak rumah keluarga Dumaris Sitio dan berhasil mengambil uang Rp4 juta. Saat itu, di rumah korban hanya ada mantan suaminya Arnold Meha, yang diketahui memiliki kebutuhan khusus, dan berhasil melarikan uang Rp4 juta dari rumah tersebut.
Aksi Kedua Berujung Pembunuhan
Pada hari kejadian, 29 April 2026, otak pelaku AF menghubungi suaminya Arnold Meha, anak korban, dan berjanji bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman. Setelah bertemu, mereka langsung menuju ke rumah korban dan masuk ke dalam rumah. AF, yang merupakan menantu, ditemani L, teman sekolah SMP AF di Sumut. Saat berada di dalam rumah, mereka saling menyapa dan AF mencium tangan mertuanya, Dumaris.
Saat ngobrol di dalam rumah, SL masuk dengan pura-pura menagih uang taksi online anaknya. Dengan membawa balok kayu yang sudah disiapkan dari hotel, SL langsung menghujam kayu tersebut ke bagian dada dan kepala korban hingga meninggal dunia. Mayat korban diseret ke kamar mandi dan meninggal di tempat. SL dan EW merusak CCTV di rumah korban. Saat bersamaan, Arnold tiba di rumah dan diajak oleh AF dan L agar tidak melihat kondisi ibunya yang sudah tergeletak meninggal dunia.
Rencana Eksekusi Anak Korban
Selain berencana menghabisi mertuanya, AFT dan komplotannya juga berencana menghabisi semua keluarga korban, termasuk suaminya Arnold Meha. Saat itu, Arnold diajak untuk menemui keluarga pelaku di Minas, Siak, dengan rencana pelaku juga akan mengeksekusi Arnold. Arnold naik sepeda motor ditemani EW, sedangkan tiga lainnya naik mobil. Setibanya di Minas, pelaku mulai panik dan rencana untuk mengeksekusi Arnold batal. Akhirnya, pelaku memberikan uang Rp50 ribu kepada Arnold dan menyuruh kembali ke Pekanbaru.
Motif pelaku, AFT, karena sakit hati kepada keluarga korban setelah menjadi menantu selama setahun di rumah tersebut. AF menikah dengan Arnold pada 2022 dan meninggalkan rumah mertuanya pada 2023 silam karena merasa tersinggung dengan perkataan keluarga korban.
Penangkapan dan Pengungkapan Fakta
Keempat pelaku kini telah diamankan di Mapolresta Pekanbaru. Dua pelaku laki-laki mendapatkan tindakan tegas karena melawan saat penangkapan. Penangkapan pertama AF dan SL dilakukan di rumah kontrakan di Aceh Tengah, sedangkan EW dan L ditangkap di Kota Binjai. Sebelum berpencar, keempatnya sempat melakukan pesta narkoba di Medan.
Berikut kronologi kejadian dan peran empat pelaku dalam kasus perampokan dan pembunuhan Dumaris (60) di Rumbai, Pekanbaru:
Kronologi Kejadian
- 8 April 2026: AF (menantu korban) bersama SL (suami siri AF) merampok rumah korban, mengambil uang Rp4 juta. Saat itu hanya ada Arnold (anak korban) di rumah.
- 25 April 2026: Keempat pelaku (AF, SL, EW, dan L) tiba di Pekanbaru. Mereka menginap di hotel melati di Jalan Riau dan mulai merencanakan aksi. Awalnya hanya berniat merampok, namun berubah menjadi rencana pembunuhan.
- 29 April 2026 (Hari Kejadian):
- AF menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di ruko Jalan Sudirman.
- AF bersama L masuk ke rumah korban.
- AF sempat menyapa dan mencium tangan mertuanya, Dumaris.
- SL masuk berpura-pura menagih uang taksi online, membawa balok kayu yang sudah disiapkan.
- SL memukul kepala dan dada korban berulang kali hingga tewas, lalu menyeret jasad ke kamar mandi.
- SL dan EW merusak CCTV rumah korban.
- Arnold tiba di rumah, namun dialihkan oleh AF dan L agar tidak melihat kondisi ibunya.
- Arnold kemudian dibawa ke Minas, Siak, dengan rencana awal untuk dibunuh. Namun, rencana batal, Arnold diberi uang Rp50 ribu dan disuruh pulang.
- Para pelaku mengambil perhiasan emas, uang 400 dollar Singapura, paspor, dan ponsel korban.
- Setelah Kejadian:
- Keempat pelaku melarikan diri ke Medan dan sempat pesta narkoba. Hasil tes menunjukkan mereka positif narkoba.
- 3 Mei 2026 (Ekspose Polisi):
- Tim gabungan Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Jatanras Ditreskrimum Polda Riau menangkap keempat pelaku.
- AF dan SL ditangkap di Aceh Tengah.
- EW dan L ditangkap di Binjai, Sumut.
- SL dan EW ditembak di kaki karena melawan saat penangkapan.
Peran Empat Pelaku
- Wanita AFT (21, menantu korban): Otak pelaku, merencanakan aksi karena dendam kepada keluarga mertuanya. Menikah dengan Arnold (anak korban) pada 2022, lalu pergi ke Medan pada 2023. Menjalin hubungan siri dengan SL dan mengajak tiga lainnya melakukan aksi.
- SL (34, suami siri AF): Eksekutor utama. Memukul korban dengan balok kayu hingga tewas. Merusak CCTV rumah korban.
- EW (39, teman SL): Membantu eksekusi. Membawa Arnold Meha ke Minas dengan sepeda motor, bagian dari rencana untuk menghabisi anak korban. Namun, eksekusi dibatalkan.
- Wanita L (22, teman sekolah AF): Menyediakan balok kayu dari hotel. Mendampingi AF masuk ke rumah korban. Mengalihkan perhatian Arnold agar tidak melihat kondisi ibunya.
Terperiksa:
Anak pertama korban, Arnold Meha, Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian. Ketiganya diamankan dan diperiksa karena diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, mantan menantu korban. Meskipun diamankan dan diperiksa, ketiganya mengaku tidak terlibat langsung dalam aksi ini. Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian hanya mengenal keluarga korban dan juga pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
