AKBP Adri Desas Furyanto Siap Ditabrak Jika Bus UI Nekat ke Bundaran HI

AKBP Adri Desas Furyanto 1.jpg

AKBP Adri Desas Furyanto Siap Ditabrak Jika Bus UI Nekat ke Bundaran HI

Kesiapan Anggota Polisi untuk Mencegah Aksi di Bundaran HI

Anggota polisi AKBP Adri Desas Furyanto menunjukkan sikap tegas terhadap rencana aksi mahasiswa yang ingin menggelar demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta. Ia menyatakan siap ditabrak jika rombongan bus mahasiswa UI memaksa melintasi area tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (12/6/2026), saat ribuan mahasiswa berencana melakukan aksi di Bundaran HI.

Ringkasan Cepat
  • kesiapan anggota polisi untuk mencegah aksi di bundaran hi anggota polisi akbp adri desas furyanto menunjukkan sikap tegas terhadap rencana aksi mahasiswa yang ingin menggelar demonstrasi di bundaran hi, jakarta.
  • ia menyatakan siap ditabrak jika rombongan bus mahasiswa ui memaksa melintasi area tersebut.
  • peristiwa ini terjadi pada jumat (12/6/2026), saat ribuan mahasiswa berencana melakukan aksi di bundaran hi.
  • sebelumnya, pihak kepolisian telah memberi peringatan bahwa lokasi aksi tidak boleh dilakukan di bundaran hi karena menjadi jalan penghubung masyarakat.
Daftar Isi
  1. Kesiapan Anggota Polisi untuk Mencegah Aksi di Bundaran HI
  2. Profil AKBP Adri Desas Furyanto
  3. Aksi Menuju Indonesia Bangkrut
  4. Partisipasi Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat
  5. 🔥 Postingan Populer
  6. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Sebelumnya, pihak kepolisian telah memberi peringatan bahwa lokasi aksi tidak boleh dilakukan di Bundaran HI karena menjadi jalan penghubung masyarakat. Namun, menurut Adri, mahasiswa tetap bersikeras untuk melanjutkan rencana aksi mereka. Akibatnya, bus rombongan mahasiswa UI dihentikan saat melintas di Jalan Gatot Soebroto, depan Kompleks Parlemen.

Adri menjelaskan bahwa lokasi aksi dipindahkan ke Gedung DPR/MPR dan Patung Kuda. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengizinkan aksi di Bundaran HI dan menilai komunikasi dengan massa sudah dimulai sejak awal. Meski begitu, ia menganggap mahasiswa terlalu keras kepala dalam menentukan lokasi aksi.

“Semua massa kalian yang akan menyampaikan pendapat akan dialokasikan di DPR ini untuk melaksanakan upaya penyampaian pendapat,” ujarnya. “Bundaran HI dilarang, itu jalan penghubung masyarakat.”

Ia juga menyampaikan bahwa jika mahasiswa memaksa bus melintas menuju Bundaran HI, dirinya siap ditabrak. “Kalau memaksakan kehendak, silakan tabrak kami. Kalau kalian ke titik sini (demo di DPR), tidak akan dihalangi,” tegasnya.

Profil AKBP Adri Desas Furyanto

AKBP Adri Desas Furyanto memiliki latar belakang pendidikan hukum yang kuat. Ia lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK/STIK) dengan gelar Sarjana Hukum dan Magister Hukum. Selain itu, ia pernah menjadi narasumber dalam beberapa acara hukum, seperti program Harmoni Hukum episode 19 November 2021 dan talkshow DPC Peradi Jakarta Barat pada Juli 2022.

Selama karier kepolisiannya, Adri pernah menjabat sebagai Kapolsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan Kapolsek Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia juga pernah bertugas sebagai Kasubbid Sunluhukum di Polda Metro Jaya. Saat ini, ia menjabat sebagai Kabag Perencanaan Polres Jakarta Pusat.

Pada tahun 2024, Adri dipercaya menjadi Perwira Pengendali KPU RI saat Pemilu. Ia juga terlibat dalam penangkapan jurnalis sekaligus sutradara film dokumenter, Dandhy Dwi Laksono, terkait unggahan Dandhy di X (dulu Twitter) soal Papua.

Aksi Menuju Indonesia Bangkrut

Sebelumnya, BEM UI mengumumkan rencana aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” yang akan digelar di Bundaran HI, Jakarta, Jumat hari ini. Seruan aksi ini disampaikan melalui akun Instagram @bemui_official.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah di Instagram, Kamis (11/6/2026), BEM UI menilai ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi buruk. Menurut mereka, pemerintah tidak mengambil kebijakan pro rakyat, malah memperkeruh situasi. “Belakangan ini, ekonomi Indonesia runtuh, namun sayangnya pemerintah justru makin memperkeruh,” tulis BEM UI.

Selain itu, BEM UI mengkritik komunikasi pemerintah yang dianggap arogan. Mereka menilai kebijakan fiskal bocor dan independensi direbut. “Kebijakan fiskal bocor, independensi direbut, tak lupa komunikasi yang arogan dari pemerintah kepada publik, justru jauh dari kata rakyat,” ujar BEM UI.

Naiknya harga bahan pokok juga menjadi alasan utama BEM UI mengajak masyarakat menyuarakan keresahan mereka. Mereka menilai masalah ekonomi saat ini disebabkan oleh kebijakan yang dibuat oleh pemimpin yang tidak kompeten.

Partisipasi Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat

Aksi besok tidak hanya diikuti oleh BEM UI, tetapi juga oleh sejumlah organisasi lain. Beberapa di antaranya adalah BEM se-fakultas UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Ketua FMN, Symphati Dimas, menyampaikan bahwa aksi akan dilakukan setelah salat Jumat. “Besok kumpul sebelum Jumatan (salat Jumat), rencananya salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai,” katanya.

Ada lima tuntutan yang akan disampaikan selama aksi, yaitu:
* Mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
* Meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
* Menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
* Mendesak dihentikannya praktik militerisme di ranah sipil.
* Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

334SHARES4.1kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,657 ulasan)

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g AKBP Adri Desas Furyanto Siap Ditabrak Jika Bus UI Nekat ke Bundaran HI
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait