Mahasiswa dan Ojol Tembus Blokade Aparat di Bundaran HI

AA25sxsP.jpg

Mahasiswa dan Ojol Tembus Blokade Aparat di Bundaran HI

Demonstrasi di Bundaran HI Jakarta Berhasil Dibuka Meski Dianggap Mengganggu

Bundaran HI, salah satu pusat perekonomian dan transportasi utama di Jakarta Pusat, menjadi lokasi aksi demonstrasi yang menarik perhatian banyak pihak. Pada Jumat (12/6/2026), massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum berhasil membuka blokade yang dibentuk oleh aparat kepolisian dan TNI. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak responsif terhadap kondisi rakyat.

Ringkasan Cepat
  • demonstrasi di bundaran hi jakarta berhasil dibuka meski dianggap mengganggu bundaran hi, salah satu pusat perekonomian dan transportasi utama di jakarta pusat, menjadi lokasi aksi demonstrasi yang menarik perhatian bany…
  • pada jumat (12/6/2026), massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum berhasil membuka blokade yang dibentuk oleh aparat kepolisian dan tni.
  • aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak responsif terhadap kondisi rakyat.
  • sebelumnya, polisi melarang aksi demonstrasi di kawasan tersebut karena khawatir akan mengganggu aktivitas masyarakat secara keseluruhan.
Daftar Isi
  1. Demonstrasi di Bundaran HI Jakarta Berhasil Dibuka Meski Dianggap Mengganggu
  2. Perdebatan dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat
  3. Lima Tuntutan dalam Aksi Hari Ini
  4. 🔥 Postingan Populer
  5. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Sebelumnya, polisi melarang aksi demonstrasi di kawasan tersebut karena khawatir akan mengganggu aktivitas masyarakat secara keseluruhan. Kawasan Bundaran HI dianggap sebagai jantung perekonomian DKI Jakarta. Menurut Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto, jika aksi digelar di sana, maka akan menyebabkan kemacetan dan gangguan besar bagi masyarakat.

Namun, meskipun dilarang, massa tetap berusaha untuk menembus blokade. Bahkan, driver ojek online (ojol) turut serta dalam upaya membuka jalan. Mereka menggunakan sepeda motor untuk menerobos barikade yang dijaga oleh puluhan aparat. Teriakan seperti “Maju! Maju! Maju!” dan “Buka, buka, buka sekarang!” terdengar dari para driver ojol yang mencoba membangkitkan semangat massa.

Di sisi lain, aparat kepolisian tetap berjaga di sekitar kawasan. Beberapa dari mereka memakai rompi berwarna merah dan hanya mengamati tanpa melakukan tindakan lebih lanjut. Setelah beberapa saat, ribuan massa akhirnya berhasil masuk ke Bundaran HI dan melanjutkan aksi demonstrasi mereka.

Perdebatan dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat

Tidak semua peserta aksi dapat melewati penghalangan yang diberikan oleh aparat. Salah satu momen penting terjadi ketika Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, berdebat dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung. Fathimah menegaskan bahwa aksi demonstrasi adalah hak warga negara sesuai konstitusi. Ia juga menyangkal klaim bahwa aksi akan mengganggu lalu lintas.

Reynold menjelaskan bahwa tugasnya adalah memfasilitasi aksi demonstrasi yang aman dan tidak mengganggu masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa aksi tidak boleh dilakukan di Bundaran HI karena dianggap berisiko. Ia menyarankan agar massa menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI sebagai alternatif.

Fathimah dan peserta aksi lainnya tidak puas dengan jawaban tersebut. Mereka menegaskan bahwa aksi sudah sesuai aturan dan telah memberikan pemberitahuan kepada pihak berwajib. Perdebatan pun berlangsung cukup panas, tetapi akhirnya massa tetap tidak bisa melanjutkan aksi di Bundaran HI karena larangan tetap berlaku.

Lima Tuntutan dalam Aksi Hari Ini

Dalam aksi hari ini, BEM UI menyampaikan lima tuntutan utama. Pertama, mereka meminta pemerintah untuk menghentikan pemborosan anggaran APBN. Kedua, harga kebutuhan pokok dan BBM harus diturunkan agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Ketiga, program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dihentikan karena dinilai tidak efektif.

Keempat, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih harus dihentikan karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kelima, Prabowo Subianto diminta untuk berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah dalam mengelola isu-isu sosial ekonomi.

Athof, Ketua BEM UI, menegaskan bahwa aksi ini bukanlah bentuk perbedaan politik, tetapi merupakan bentuk kritik terhadap pemerintah yang dianggap tidak peka terhadap realita yang terjadi di tengah masyarakat. Ia juga menyoroti bahwa harga beras naik, lapangan kerja menyempit, dan rakyat terus dihajar pajak, sementara pemerintah hanya fokus pada citra dan proyek untuk kroni.

Aksi demonstrasi di Bundaran HI berlangsung hingga berita ini diterbitkan. Meskipun ada penolakan dari aparat, massa tetap bersikeras untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka percaya bahwa suara mereka harus didengar, terlepas dari segala larangan yang diberikan.

991SHARES7.4kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,656 ulasan)

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g Mahasiswa dan Ojol Tembus Blokade Aparat di Bundaran HI
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait