Kepri KPA NEWS -–Kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mampu membawa Kota Semarang mendapatkan pengakuan internasional.
Komitmen dalam membangun kota dengan sistem tata kelola yang kreatif, fleksibel, dan berbasis teknologi menghasilkan pencapaian yang ditunjukkan dengan terpilihnya inovasi AISSA (Artificial IntelligenceSolusi Limbah) sebagai salah satu dari 30Exemplary Initiatives di ajang prestisius 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026.
Pengumuman ini diungkapkan dalam rangkaian Kongres Dunia United Cities and Local Governments (UCLG) tahun 2026 yang berlangsung di Tangier, Maroko, pada 25 Juni 2026.
Capaian ini semakin memperkuat posisi Kota Semarang sebagai kota yang mampu memberikan jawaban terhadap berbagai tantangan perkotaan melalui inovasi yang diakui oleh komunitas global.
Penghargaan Kota Inovatif Guangzhou Internasional adalah salah satu penghargaan paling dihormati dalam bidang inovasi perkotaan yang diadakan setiap dua tahun oleh Pemerintah Kota Guangzhou bekerja sama denganKota-Kota dan Pemerintahan Lokal Bersama(UCLG) serta Metropolis, jaringan kota-kota besar global.
Ajang ini memberikan penghargaan kepada pemerintah kota yang mampu menciptakan inovasi nyata dalam mengatasi berbagai tantangan perkotaan, mulai dari tata kelola pemerintahan, transformasi digital, layanan publik, lingkungan hidup, hingga pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Untuk Agustina, penghargaan ini bukan hanya tanda prestasi, tetapi juga pengakuan bahwa arah pembangunan Kota Semarang sedang berjalan dengan benar.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap kerja sama seluruh komponen Kota Semarang dalam menciptakan pemerintahan yang tanggap, kreatif, dan berfokus pada penyelesaian masalah masyarakat. Kota yang berkembang tidak hanya ditandai oleh kemampuannya membangun infrastruktur, tetapi juga dalam mampu memberikan solusi canggih untuk kehidupan warganya,” kata Agustina beberapa waktu lalu.
Ia menekankan bahwa Pemerintah Kota Semarang terus mendorong transformasi digital sebagai dasar dari pelayanan publik yang semakin cepat, jelas, dan efisien. Penggunaan kecerdasan buatan bukan hanya sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi alat untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Kami berkomitmen memastikan setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Teknologi harus menjadi alat untuk mempercepat pelayanan, menjaga lingkungan, meningkatkan efisiensi pemerintahan, serta membuat kota Semarang semakin nyaman, bersih, dan kompetitif. Pengakuan internasional ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi baru,” tambahnya.
Penghargaan Guangzhou yang ke-7 mencatat rekor partisipasi terbanyak dalam sejarah penyelenggaraannya, dengan 381 inovasi dari 248 kota di 60 negara. Berbagai inovasi terkemuka dunia di bidang kecerdasan buatan, tata kelola digital, ketahanan iklim, serta pelayanan publik bersaing dalam acara tersebut.
Di tengah persaingan ketat, AISSA Kota Semarang mampu melewati seleksi yang dilakukan oleh Komite Teknis yang terdiri dari sembilan ahli internasional.
AISSA adalah inovasi pengelolaan limbah yang berbasis Teknologi Kecerdasan Buatan, dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam pemantauan, analisis, dan penanganan sampah secara menyeluruh.
Inovasi ini merupakan bagian dari perubahan sistem pengelolaan lingkungan yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang menuju kota yang lebih canggih dan berkelanjutan.
Kemenangan ini menjadikan Kota Semarang setara dengan berbagai kota dunia yang terkenal memiliki pendekatan terbaik dalam inovasi perkotaan, seperti Moskow, Vienna, dan Bristol.
Pencapaian ini juga memperkuat citra Semarang sebagai salah satu kota di Indonesia yang mampu menyajikan inovasi dengan standar internasional.
Dibawah kepemimpinan Wali Kota Agustina, Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat perubahan pembangunan melalui digitalisasi layanan, penguatan pengelolaan pemerintahan, peningkatan kualitas lingkungan, serta inovasi yang berorientasi pada masyarakat.
Pengakuan global ini menunjukkan bahwa Semarang tidak hanya mampu menghadapi berbagai tantangan perkotaan, tetapi juga menjadi contoh yang menginspirasi bagi kota-kota lain di dunia.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang