Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Ahli: Insentif Impor Mobil Listrik Sudah Cukup, Tidak Perlu Lanjutkan
Politik

Ahli: Insentif Impor Mobil Listrik Sudah Cukup, Tidak Perlu Lanjutkan

By Redaksi Kompasia
Agustus 26, 2025 4 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Ahli: Insentif Impor Mobil Listrik Sudah Cukup, Tidak Perlu Lanjutkan
Ahli: Insentif Impor Mobil Listrik Sudah Cukup, Tidak Perlu Lanjutkan

Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2024 bersama Nomor 1 Tahun 2024 yang mengatur pemberian insentif untuk mobil Battery Electric Vehicle (BEV) yang berstatus impor Completely Built Up (CBU), dinilai sudah memadai untuk melakukan pengujian pasar sebelum melakukan investasi.

Dalam peraturan tersebut, perusahaan yang melakukan impor CBU dengan komitmen investasi mendapatkan insentif bea masuk sebesar 0 persen dari tarif normal yang biasanya 50 persen. Selain itu, Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) juga dihapuskan, yang sebelumnya dikenakan sebesar 15 persen.

Ini memberikan kemudahan bagi produsen yang melakukan impor BEV dalam jumlah besar ke pasar lokal, sehingga dapat menjual produknya dengan harga yang cukup terjangkau.

Namun, hal itu tidak berhenti sampai di sana. Para penerima insentif ini harus memenuhi komitmen produksi sebesar 1:1. Artinya, setiap satu unit kendaraan impor yang telah terjual hingga 31 Desember 2025 sejak masa menerima insentif, harus diganti dengan penjualan unit CKD yang sama jumlahnya, mulai dari 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027.

Ahli: Insentif Impor Mobil Listrik Sudah Cukup, Tidak Perlu Lanjutkan

Merespons aturan sebelumnya, Riyanto, peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, berpendapat bahwa pemberian insentif impor BEV sudah memadai. Oleh karena itu, tidak perlu diperpanjang setelah masa berlakunya berakhir pada 31 Desember 2025. Hal ini karena kinerja penjualan BEV telah menunjukkan pertumbuhan yang positif.

“Import CBU (untuk BEV) sudah cukup untuk menguji pasar. Uji pasar dapat dianggap berhasil, penjualan BEV meningkat saat insentif fiskal diberikan untuk impor CBU,” kata Riyanto di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Selanjutnya, meskipun insentif bagi kendaraan impor berhasil meningkatkan penggunaan BEV di pasar dalam negeri, pemberian kelonggaran tersebut tidak menghasilkan dampak positif yang berantai terhadap industri pendukung, termasuk pemasok komponen dan sebagainya. Akibatnya, hal ini tidak memberikan nilai tambah.

”Impactdari sektor industri (manufaktur) otomotif saya bandingkan dengan sektor perdagangan mobil. Jika CBU hanya menjual saja, karena tidak ada nilai tambah di dalam negeri selain sektor perdagangannya,” tambahnya.

“Setiap satu pekerja di industri otomotif secara keseluruhan setara dengan menambah empat pekerja di sektor industri lainnya. Sementara itu, jika hanya menjual mobil (sistem impor CBU, bukan perakitan lokal), setiap penambahan satu pekerja hanya akan meningkatkan sekitar 0,25 di sektor industri lain,” jelas Riyanto.

Ahli: Insentif Impor Mobil Listrik Sudah Cukup, Tidak Perlu Lanjutkan

Hal tersebut tentu bukan berita baik bagi perusahaan industri pendukung, termasuk komponen-komponen kendaraan konvensional yang saat ini telah memiliki ekosistem yang terbentuk akan mengalami gangguan.

Riyanto menjelaskan risiko yang akan terjadi jika insentif untuk kendaraan BEV impor tetap berlanjut. Menurutnya, hal ini akan menyebabkan ketidakpuasan para pabrikan yang juga menjual mobil listrik, namun telah menginvestasikan dana dalam jumlah besar.

Jika dipertimbangkan kembali, perusahaan yang telah melakukan investasi pasti merasa tidakfair. Jika diperpanjang, tentu akan terasa tidak adil dan tidak konsisten, sehingga berdampak pada kredibilitas kebijakan,” katanya.

Ahli: Insentif Impor Mobil Listrik Sudah Cukup, Tidak Perlu Lanjutkan

Selain itu, Riyanto menyarankan Kementerian Perindustrian agar mengungkap secara transparan besaran keuntungan serta biaya yang harus dikeluarkan pemerintah dalam program insentif BEV impor.

Agar terlihat untung rugi secaraclear, benefit dan costprogram impor ini mencoba ditunjukkan. Jangan lupa juga dampak terhadap perekonomian, dampak terhadap industri komponen kita. Artinya, kita melihat secara keseluruhan secara menyeluruh,” katanya.

“(Insentif) BEV impor segera berhenti, tunggu aturan berakhir (31 Desember 2025), lalu kembali ke kondisi biasanya,” tutup Riyanto.

Penikmat relaksasi impor BEV

Ahli: Insentif Impor Mobil Listrik Sudah Cukup, Tidak Perlu Lanjutkan

Paling sedikit, terdapat enam perusahaan yang mendapatkan insentif impor mobil listrik CBU. Pertama adalah PT National Assemblers yang menjadi pusat perakitan dari Indomobil Group. Perusahaan ini mengelola produksi beberapa merek, seperti Citroen, Aion, Maxus, dan VW.

Selanjutnya, rencana investasi yang akan diterima dari National Assemblers sebesar Rp 621,15 miliar, meliputi empat merek yang terdaftar. Kapasitas produksinya diharapkan meningkat sebanyak 61 ribu unit per tahun.

PT BYD Motor Indonesia menjadi penerima insentif Impor BEV CBU dengan rencana investasi terbesar sebesar Rp 11,2 triliun, yang memiliki kapasitas produksi sebanyak 150 ribu unit per tahun.

Ahli: Insentif Impor Mobil Listrik Sudah Cukup, Tidak Perlu Lanjutkan

Selanjutnya, PT Vinfast Automobile Indonesia sedang membangun pabrik baru dengan besaran investasi sebesar Rp 3,5 triliun. Fasilitas yang terletak di Subang, Jawa Barat ini direncanakan mampu menampung produksi maksimal sebanyak 50 ribu unit setiap tahunnya.

Selanjutnya, PT Geely Motor Indonesia, PT Era Industri Otomotif untuk Xpeng, dan PT Inchcape Indomobil Energi Baru untuk GWM Ora juga mendapatkan pengurangan aturan yang sama.

Impor mobil naik signifikan

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa jumlah impor mobil CBU pada Juli 2025 mencapai 15.092 unit, meningkat sebesar 42 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 10.606 unit.

Selanjutnya, jika dibandingkan dengan Juli 2024 secara year on year, angkanya meningkat sebesar 45 persen dari 10.358 unit. Sejalan dengan hal tersebut, periode Januari-Juli 2025 juga mengalami kenaikan signifikan menjadi 76.755 unit, naik 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 50.932 unit.

Angka impor pada Juli 2025 menjadi yang terbesar dalam tujuh bulan pertama tahun ini. Bahkan, mengalami peningkatan terbesar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Ahli: Insentif Impor Mobil Listrik Sudah Cukup, Tidak Perlu Lanjutkan

Kembali ke awal tahun, pertumbuhan jumlah impor CBU kendaraan roda empat mengalami fluktuasi. Dua bulan pertama tahun 2025 terjadi kenaikan sebesar 38 persen dari 9.031 unit pada Januari menjadi 12.502 unit pada Februari.

Kemudian turun pada bulan Maret dengan angka 11.241 unit, dan mencapai titik terendah pada April 2025 dengan jumlah impor sebanyak 8.965 unit.

Mulai bulan Mei 2025, jumlahnya kembali meningkat, dari 9.319 unit menjadi 10.606 unit pada bulan Juni, hingga mencapai puncaknya pada bulan ketujuh tahun 2025 sebanyak 15.092 unit.

665SHARES9.4kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Pemberantasan TB di Desa Tertunda Karena Aturan Tak Jelas dan Dana Kurang →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Politik bisnis ekspor Industri otomotif mobil listrik perdagangan

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

bisniseksporIndustri otomotifmobil listrikperdagangan
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Dwi Hartono, Otak Pembunuhan Ilham Kacab Bank BUMN dari Jambi
Previous

Dwi Hartono, Otak Pembunuhan Ilham Kacab Bank BUMN dari Jambi

Pemberantasan TB di Desa Tertunda Karena Aturan Tak Jelas dan Dana Kurang
Next

Pemberantasan TB di Desa Tertunda Karena Aturan Tak Jelas dan Dana Kurang

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme