AA22i3Xn.jpg
Identitas Keempat Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dumaris Sitio di Rumbai
Beberapa individu yang terlibat dalam kasus perampokan dan pembunuhan terhadap Dumaris Sitio (60 tahun) di Rumbai, Pekanbaru, telah diketahui identitasnya. Mereka adalah Anisa Florensia Tumanggor (21), Lisbet Barasa (22), Selamat alias Amat bin Ali Asan (34), dan Erwandi alias Iwan (39). Keempat pelaku ini memiliki latar belakang yang berbeda, namun semuanya terjerat dalam lingkaran narkoba dan tindakan kriminal.
- identitas keempat pelaku perampokan dan pembunuhan dumaris sitio di rumbai beberapa individu yang terlibat dalam kasus perampokan dan pembunuhan terhadap dumaris sitio (60 tahun) di rumbai, pekanbaru, telah diketahui ide…
- mereka adalah anisa florensia tumanggor (21), lisbet barasa (22), selamat alias amat bin ali asan (34), dan erwandi alias iwan (39).
- keempat pelaku ini memiliki latar belakang yang berbeda, namun semuanya terjerat dalam lingkaran narkoba dan tindakan kriminal.
- anisa florensia tumanggor (21) anisa merupakan menantu korban yang sebelumnya hidup dalam kehidupan yang mapan bersama keluarga arnold meha di rumbai.
Daftar Isi
Anisa Florensia Tumanggor (21)
Anisa merupakan menantu korban yang sebelumnya hidup dalam kehidupan yang mapan bersama keluarga Arnold Meha di Rumbai. Ia menikah dengan Arnold pada 2022, dan selama masa pernikahan, ia tampil sebagai sosok yang mewah di media sosial. Namun, kehidupan tersebut berubah drastis setelah ia meninggalkan rumah mertuanya dan pindah ke Medan. Di sana, Anisa terlibat dalam lingkaran hiburan malam dan SPA, serta menjalin hubungan siri dengan Selamat alias Amat bin Ali Asan.
Lisbet Barasa (22)
Lisbet adalah teman sekolah Anisa dan bekerja di dunia hiburan malam di Medan. Ia juga terjerat narkoba dan memiliki pasangan siri bernama Erwandi alias Iwan. Hubungan dekat antara Lisbet dan Anisa memengaruhi jalan hidup Anisa, membawanya lebih dalam ke lingkaran gelap.
Selamat alias Amat bin Ali Asan (34)
Selamat bertindak sebagai eksekutor utama dalam aksi perampokan dan pembunuhan. Ia memiliki hubungan siri dengan Anisa dan menjadi bagian dari rencana jahat yang melibatkan empat orang. Selamat menggunakan balok kayu untuk menghabisi nyawa Dumaris Sitio di ruang tamu rumah korban.
Erwandi alias Iwan (39)
Erwandi adalah pasangan siri Lisbet dan ikut terlibat dalam rencana pembunuhan. Ia membantu proses eksekusi dan bahkan mengantarkan Arnold Meha ke Minas, Siak, dalam upaya untuk membunuhnya. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena kepanikan.
Perjalanan Kehidupan yang Berubah Drastis
Kehidupan Anisa Florensia Tumanggor berubah secara signifikan dalam waktu singkat. Dari sosok menantu yang hidup terhormat, ia kini menjadi otak pembunuhan terhadap mertua sendiri. Motif utama yang diungkapkan oleh Anisa kepada polisi adalah rasa sakit hati akibat ucapan-ucapan keluarga mertuanya selama tinggal di rumah tersebut pada tahun 2022 hingga 2023.
Dendam yang bercampur dengan pengaruh narkoba membuat Anisa melakukan tindakan yang tidak terduga. Keempat pelaku kemudian melarikan diri ke Medan setelah melakukan aksi kriminal tersebut, dan sempat melakukan pesta narkoba sebelum berpencar ke Aceh Tengah dan Binjai.
Kronologi Kejadian
Pada tanggal 8 April 2026, Anisa dan Selamat merampok rumah korban, mencuri uang sebesar Rp4 juta saat hanya Arnold yang ada di rumah. Aksi pencurian ini menjadi awal dari rencana besar mereka.
Tanggal 25 April 2026, keempat pelaku tiba di Pekanbaru dan menginap di hotel melati di Jalan Riau. Mereka melakukan survei lokasi rumah korban dan mulai merencanakan aksi pembunuhan.
Pada 29 April 2026, Anisa menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di Jalan Sudirman. Setelah itu, Anisa dan Lisbet masuk ke rumah korban, berpura-pura bersilaturahmi. Selamat masuk dengan alasan menagih uang taksi online dan membawa balok kayu yang sudah disiapkan. Ia memukul dada dan kepala Dumaris Sitio hingga tewas di kursi ruang tamu.
Mayat korban diseret ke kamar mandi, sementara CCTV rumah dirusak. Arnold yang tiba di rumah kemudian diajak pergi oleh pelaku, dengan rencana untuk juga menghabisinya. Namun, eksekusi terhadap Arnold batal setelah pelaku panik di Minas, Siak. Arnold diberi Rp50 ribu dan disuruh pulang.
Penangkapan dan Akibat Hukum
Setelah melakukan aksi kriminal, keempat pelaku melarikan diri ke Medan dan sempat pesta narkoba. Hasil tes menunjukkan bahwa mereka positif narkoba. Pada 3 Mei 2026, tim gabungan Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Jatanras Ditreskrimum Polda Riau menangkap keempat pelaku. AF dan SL ditangkap di Aceh Tengah, sedangkan EW dan L ditangkap di Binjai, Sumut. SL dan EW ditembak di kaki karena melawan saat penangkapan.
Tanggapan dari Keluarga Korban
Anak pertama korban, Arnold Meha, serta Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian diamankan dan diperiksa karena diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor. Meskipun diamankan dan diperiksa, ketiganya mengaku tidak terlibat langsung dalam aksi ini. Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian hanya mengenal keluarga korban dan juga pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Kesimpulan
Kasus ini menjadi contoh bagaimana pergaulan dan narkoba dapat menghancurkan kehidupan seseorang. Dari menantu yang hidup berada, Anisa kini harus menghadapi jeratan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertua sendiri. Keempat pelaku yang terlibat dalam aksi ini juga mengalami konsekuensi hukum yang berat, termasuk penangkapan dan pemberian hukuman berupa timah panas.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
