AA1MJLDl.jpg
Alternatif Pemangkasan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis sebagai Solusi Kenaikan Harga Minyak
Dalam situasi di mana tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia, beberapa opsi kebijakan diperlukan untuk menjaga stabilitas fiskal. Salah satu yang paling realistis adalah pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), dibandingkan dengan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
- alternatif pemangkasan anggaran program makan bergizi gratis sebagai solusi kenaikan harga minyak dalam situasi di mana tekanan terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn) meningkat akibat lonjakan harga minya…
- salah satu yang paling realistis adalah pemangkasan anggaran program makan bergizi gratis (mbg), dibandingkan dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi.
- kepala pusat makroekonomi dan keuangan indef, m.
- rizal taufikurahman, menyatakan bahwa jika risiko defisit apbn melampaui batas 3% terhadap produk domestik bruto (pdb), maka pilihan kebijakan harus dipertimbangkan dari segi dampak fiskal dan stabilitas ekonomi.
Daftar Isi
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman, menyatakan bahwa jika risiko defisit APBN melampaui batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), maka pilihan kebijakan harus dipertimbangkan dari segi dampak fiskal dan stabilitas ekonomi. Dari berbagai opsi yang ada, rasionalisasi anggaran MBG dinilai lebih mungkin dilakukan karena dampaknya relatif lebih terbatas dibandingkan kenaikan harga BBM subsidi.
Program MBG diperkirakan membutuhkan anggaran besar, mencapai sekitar Rp 335 triliun pada tahun 2026. Meskipun implementasinya masih dilakukan secara bertahap, pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan skala program, target penerima, maupun kecepatan pelaksanaannya guna mengurangi tekanan terhadap APBN.
Sebaliknya, kenaikan harga BBM bersubsidi berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas. Kebijakan ini hampir pasti akan memicu inflasi biaya, meningkatkan harga transportasi dan logistik, serta menekan daya beli masyarakat. Selain itu, pelemahan konsumsi rumah tangga menjadi ancaman serius karena kontribusinya terhadap PDB mencapai sekitar 53%–54%.
Rizal menekankan pentingnya menjaga defisit APBN tetap di bawah 3% PDB melalui langkah konsolidasi fiskal yang lebih struktural. Pemerintah perlu melakukan prioritisasi belanja melalui evaluasi program dan spending review agar anggaran difokuskan pada program dengan dampak ekonomi paling besar, terutama yang mendorong produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.
Di sisi lain, penguatan penerimaan negara juga menjadi kunci dalam menjaga disiplin fiskal. Rasio pajak Indonesia yang saat ini sekitar 10%–11% terhadap PDB menunjukkan adanya ruang peningkatan dibandingkan negara-negara emerging market lain yang rata-rata berada pada kisaran 15%–18%. Oleh karena itu, perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan, serta perbaikan kualitas belanja menjadi langkah penting untuk menjaga disiplin fiskal tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Simulasi Risiko Kenaikan Harga Minyak
Pemerintah telah melakukan simulasi risiko terhadap berbagai skenario kenaikan harga minyak dunia. Salah satu skenario yang diuji adalah jika harga minyak mentah rata-rata mencapai US$ 92 per barel dalam setahun. Dari simulasi tersebut, defisit APBN berpotensi melebar hingga 3,6% terhadap PDB apabila tidak ada langkah penyesuaian kebijakan.
Menurut Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan efisiensi belanja negara sebelum mempertimbangkan penyesuaian harga BBM subsidi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penghematan pada sejumlah komponen belanja dalam program MBG, namun efisiensi tersebut tidak akan menyentuh anggaran utama yang berkaitan langsung dengan penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan untuk menunda sebagian belanja infrastruktur yang bersifat multi-years atau dapat digeser ke tahun berikutnya, termasuk sejumlah proyek di Kementerian Pekerjaan Umum. Meski demikian, Purbaya tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi jika tekanan terhadap APBN semakin berat akibat lonjakan harga minyak dunia.
Peran Program MBG dalam Stabilitas Fiskal
Anggaran program MBG pada tahun ini mencapai sekitar Rp335 triliun dengan target 82,9 juta penerima manfaat. Pemerintah menegaskan berbagai opsi kebijakan tersebut masih bersifat mitigasi untuk menjaga defisit APBN tetap berada di bawah batas aman 3% dari PDB. Dengan begitu, program MBG tetap menjadi bagian penting dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
