2464100045.jpg
Penjelasan Ustadz Abdul Somad Mengenai Puasa Setelah Nisfu Sya’ban
Menjelang bulan Ramadhan yang akan tiba dalam waktu kurang dari sebulan, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menjalani ibadah puasa. Dalam konteks ini, Ustadz Abdul Somad memberikan penjelasan mengenai hadits terkait puasa setelah Nisfu Sya’ban.
Pada bulan Syaban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan, termasuk berpuasa. Namun, ada hadits yang menyebutkan larangan berpuasa setelah Nisfu Sya’ban. Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa makna dari hadits tersebut perlu dipahami dengan benar agar tidak disalahpahami.
Hadits Tentang Larangan Berpuasa Setelah Nisfu Sya’ban
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:
“Jika Syaban sudah pertengahan maka janganlah berpuasa.”
Ustadz Abdul Somad menekankan bahwa hadits ini tidak boleh dibaca secara harfiah. Ia menjelaskan bahwa larangan berpuasa dalam hadits tersebut hanya berlaku bagi orang yang baru memulai puasa sunnah setelah Nisfu Sya’ban. Jika seseorang biasa berpuasa di hari Senin dan Kamis atau puasa Daud, dan tanggalnya jatuh setelah Nisfu Sya’ban, maka puasa tersebut tetap sah.
Qadha Puasa Setelah Nisfu Sya’ban
Bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan, mereka diperbolehkan untuk mengqadha setelah Nisfu Sya’ban. Hukumnya adalah mubah (diperbolehkan), karena tujuan qadha adalah untuk memenuhi kewajiban yang belum terlaksana.
Manfaat Puasa di Bulan Syaban
Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan hikmah dari dianjurkannya puasa di bulan Syaban. Salah satu manfaatnya adalah agar umat Muslim dapat merasakan manisnya puasa sebelum masuk bulan Ramadhan. Puasa di bulan Syaban juga bisa menjadi pemanasan atau persiapan untuk puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.
Orang yang telah terbiasa berpuasa di bulan Syaban akan lebih tenang dan nyaman saat menjalani puasa di bulan Ramadhan. Sebaliknya, orang yang belum pernah berpuasa sebelumnya cenderung gelisah saat awal-awal Ramadhan.
Amalan Lain di Bulan Syaban
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan sholat sunnah, membaca Alquran, dan mengamalkan Surah Yasin. Dalil tentang membaca Surah Yasin adalah sebagai berikut:
“Barang siapa yang membaca surat Yasin di malam hari, pada keesokan harinya diampuni. Dan barangsiapa yang membaca Ha Mim yang di dalamnya disebutkan Dukhan (surat Ad Dukhan), pada pagi harinya diampuni.”
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan istighfar. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Siapa yang beristighfar (memintakan ampunan) untuk orang-orang beriman laki-laki dan perempuan maka Allah mencatat kebaikan untuknya sebanyak kaum mukminin dan mukminat.”
Niat Puasa yang Benar
Bagi yang terbiasa melafadzkan niat puasa, berikut beberapa contoh niat puasa yang bisa digunakan:
- Puasa Senin dan Kamis
- Niat Puasa Hari Senin:
Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari Senin, sunat karena Allah Ta’aalaa. -
Niat Puasa Hari Kamis:
Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari Kamis, sunat karena Allah Ta’aalaa. -
Puasa Ayyamul Bidh
-
Niat Puasa Ayyamul Bidh:
NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAL LILLAHI TA’ALA
Artinya: Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta’ala. -
Puasa Daud
-
Niat Puasa Daud:
NAWAITU SHAUMA DAAWUDA SUNNATAL LILLAHI TA’ALA
Artinya: Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta’ala. -
Qadha Puasa Ramadhan
- Niat Qadha Puasa:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
