AA1UVwt5.jpg
Kisah Umm Muhammad: Nenek yang Menjadi Penyelamat 36 Anak Yatim di Gaza
Di tengah puing-puing dan kehancuran, Umm Muhammad Aliwa, seorang wanita berusia enam puluhan tahun, menjadi satu-satunya harapan bagi 36 anak yatim piatu. Tinggal di tenda yang rapuh di kawasan Shujaiyah, ia memperjuangkan hidup anak-anak yang kehilangan orang tua akibat konflik yang terus berlangsung.
Umm Muhammad tidak hanya mengasuh cucu-cucunya, tetapi juga menjadi ibu bagi banyak anak lainnya yang kehilangan keluarga mereka. Di dalam tenda sempit itu, ia mencoba memberikan makanan, perlindungan, dan penghiburan bagi anak-anak yang terluka secara fisik maupun emosional.
Tragedi yang Mengguncang Keluarga
Kisah Umm Muhammad dimulai dengan kehilangan yang tak tergantikan. Enam bulan setelah perang dimulai, putranya Muhammad tewas dalam penembakan di dekat Rumah Sakit Al-Maamadani. Ia menjadi syahid, meninggalkan keluarga yang sedang berduka. Tidak lama setelah itu, bom dari pesawat menghancurkan tenda keluarga saat mereka sedang salat Zuhur. Dalam ledakan itu, tujuh puluh anggota keluarga terluka atau tewas.
Umm Muhammad kehilangan penglihatan dan pendengaran setelah terkena dampak ledakan tersebut. Saat bangun kembali, ia menemukan dirinya di rumah sakit dengan kondisi yang sangat parah. Kekecewaan dan kesedihan semakin dalam ketika ia mengetahui bahwa tiga putranya juga tewas, sementara yang lain terluka parah.
Peran Seorang Nenek dalam Kehidupan yang Penuh Kesulitan
Setelah kehilangan suami yang menderita penyakit jantung dan tulang belakang, Umm Muhammad harus bertanggung jawab sepenuhnya atas keluarganya. Tanpa pendapatan, tanpa bantuan, dan tanpa dukungan, ia terus berjuang untuk menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal bagi 36 anak yang tinggal bersamanya.
Kondisi ini sangat berat, terutama ketika anak-anak mulai bertanya tentang ayah dan ibu mereka. “Mereka bertanya, ‘Dimana ayah saya? Mengapa dia terlambat? Dan di mana ibu saya?’ Ini adalah saat yang paling menyakitkan bagi saya,” kata Umm Muhammad.
Kehidupan Anak-Anak yang Terluka
Layan, cucu perempuan Umm Muhammad, adalah salah satu dari banyak anak yang terluka oleh konflik ini. Ayahnya, Izzat Aliwa, tewas dalam serangan, sementara ibunya terluka. Layan mengatakan bahwa ia merasa kekurangan segalanya dan hanya ingin bisa makan makanan yang disukainya seperti anak-anak lainnya.
Anak-anak di bawah asuhan Umm Muhammad memiliki usia yang beragam, mulai dari bayi yang baru berusia satu setengah bulan hingga remaja berusia tujuh belas tahun. Mereka semua menghadapi tantangan yang sama: kehilangan orang tua, hidup dalam ketidakpastian, dan kurangnya akses terhadap layanan dasar.
Panggilan untuk Kemanusiaan
Dengan suara yang penuh kesedihan, Umm Muhammad memohon kepada dunia untuk melihat kehidupan mereka. “Ini bukan satu atau dua anak, tapi 36 anak yang membutuhkan makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kehidupan yang bermartabat.”
Biro Pusat Statistik Palestina melaporkan bahwa lebih dari 39.000 anak di Gaza telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya sejak agresi Israel dimulai. Angka ini terus meningkat, dan banyak dari anak-anak ini hidup dalam kondisi yang tragis, terpaksa tinggal di tenda atau rumah yang hancur tanpa layanan sosial atau dukungan psikologis.
Hancurnya Generasi Muda
Di tengah angka-angka statistik yang terus bertambah, Umm Muhammad Aliwa menjadi saksi hidup dari dampak perang yang tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda. Anak-anak yang tumbuh di atas puing-puing dan kehilangan, terus berjuang untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang penuh ketidakamanan dan ketakutan.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Guru Honorer: Gaji Rp 400.000 Masuk, Cek Tanggal Cair!
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
