Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
news

Menteri Minta Jemaah Haji Hindari Perdebatan Politik di Tanah Suci

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Februari 11, 2026 Β· 2 menit baca Penulis Terverifikasi
IMG 20230907 WA0001 2.jpg
βœ“ Penulis Verified

Pesan Penting untuk Jemaah Haji

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, memberikan pesan penting kepada seluruh jemaah haji. Ia menekankan agar para jemaah tetap fokus pada ibadah dan menjaga kekhusyukan selama menjalani ritual haji di Tanah Suci.

Pesan ini disampaikan dalam acara Bimbingan Manasik Haji Nasional yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa haji adalah momen yang sakral dan hanya terjadi sekali dalam seumur hidup bagi sebagian besar jemaah. Oleh karena itu, penting untuk menjaga niat dan konsentrasi selama menjalani ibadah.

Gus Irfan menyebutkan bahwa perdebatan tidak diperlukan selama proses haji. Ia mencontohkan beberapa bentuk perdebatan yang sering muncul, seperti tentang harga sajadah atau perbedaan pendapat mengenai fikih. Meski perdebatan semacam ini terkesan ringan, namun ia meminta jemaah untuk menghindarinya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa perdebatan politik harus dihindari. Menurutnya, hal tersebut tidak relevan dengan tujuan utama dari ibadah haji. “Jangan sampai perdebatan politik mengganggu pengalaman spiritual jemaah,” ujarnya.

Kemandirian dalam Beribadah

Selain menghindari perdebatan, Gus Irfan juga menekankan pentingnya kemandirian jemaah dalam menjalani ibadah. Ia menjelaskan bahwa manasik haji bertujuan untuk memberikan bekal agar jemaah tidak tergantung sepenuhnya pada orang lain. “Kita harap jemaah bisa mandiri, tidak tergantung pada KBIHU atau teman-temannya,” tambahnya.

Ia juga menyoroti aspek kesehatan sebagai bagian dari persiapan haji. Mengingat haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan stamina prima, maka kesehatan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh jemaah.

Persamaan Hak untuk Petugas Haji

Dalam rangkaian persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, pemerintah memastikan bahwa semua petugas haji diperlakukan sama, baik mereka berasal dari aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN. Hal ini disampaikan oleh Gus Irfan saat berkunjung ke Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa rekrutmen petugas haji telah berjalan sesuai rencana. Proses seleksi sudah dilakukan, termasuk bagi petugas yang berasal dari daerah. Setelah melalui tahapan tes, para peserta akan mengikuti pembekalan sebelum diberangkatkan.

Selain itu, Gus Irfan menegaskan bahwa status kepegawaian bukan menjadi faktor pembeda dalam penugasan. Semua petugas memiliki tanggung jawab yang sama, baik dari kalangan ASN maupun non-ASN.

Pelatihan Semi-Militer untuk Petugas

Saat ini, sebagian petugas haji sedang menjalani pelatihan semi-militer di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh petugas dari berbagai instansi dan latar belakang. Baik ASN Kementerian, ASN non-kementerian, maupun non-ASN, semuanya wajib mengikuti aturan yang sama, termasuk soal cuti selama pelatihan.

Pemerintah terus memastikan bahwa seluruh rangkaian persiapan ibadah haji berjalan lancar dan sesuai jadwal. Dengan persiapan yang matang, diharapkan ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar dan penuh makna bagi seluruh jemaah.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia