Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

gambar whatsapp 2025 01 24 pukul 10.42.58 11c284af YNqPB4MW07fajKnd.jpg
tranding

Pandangan: Hukum yang Adil dan Keadilan yang Patah

By Redaksi Kompasia
Januari 21, 2026 4 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Pandangan: Hukum yang Adil dan Keadilan yang Patah

Iman yang Kian Menghindar dari Ruang Publik

Nusa Tenggara Timur tidak pernah kekurangan iman. Gereja-gereja aktif, ibadah berjalan lancar, dan bahasa religius sering muncul dalam berbagai ruang sosial. Data BPS menunjukkan bahwa tingkat afiliasi agama dan partisipasi ibadah di NTT relatif tinggi dibanding rata-rata nasional. Dari luar, tampaknya iman masih mapan dan terjaga. Namun, di tengah keramaian itu, ada keheningan yang janggal.

Ketika kasus korupsi terbongkar setiap tahun, ketika pelayanan publik tidak seimbang, dan hukum terasa lebih ramah pada yang kuat, iman jarang muncul sebagai suara yang mengganggu kenyamanan. Ia hadir dalam doa, tetapi jarang menjadi bentuk keberpihakan. Di banyak mimbar, korupsi disebut sebagai dosa, tetapi jarang dibicarakan sebagai dosa struktural yang merampas kehidupan orang banyak. Ketidakadilan disebut sebagai keprihatinan, tetapi tidak dijadikan bahan refleksi bersama yang serius.

Akibatnya, iman tetap ramai, tetapi kehilangan daya kehadiran. Ekonom Kwik Kian Gie pernah mengingatkan bahwa korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kejahatan yang merusak akal sehat bangsa dan menghancurkan kepercayaan publik. Ketika iman memilih diam di hadapan rusaknya kepercayaan publik itu, ia sedang mengundurkan diri dari tanggung jawab sosialnya sendiri.

Dari Iman Publik ke Iman Aman

Alergi iman terhadap ruang publik jarang lahir dari pengkhianatan besar. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang terus diulang dan dibiarkan. Iman diajarkan untuk taat, sabar, dan tidak membuat gaduh. Kritik dibungkus agar sopan. Ketidakadilan diserahkan pada mekanisme. Gereja diminta fokus pada urusan rohani.

Pelan-pelan, iman dipindahkan ke ruang aman. Ruang ibadah menjadi tempat berlindung dari realitas yang kusut. Doa menjadi mekanisme bertahan, bukan energi untuk bertindak. Kesalehan dipersempit menjadi urusan privat, sementara luka publik dianggap terlalu berisiko untuk disentuh.

Dalam situasi ini, iman tidak hilang, tetapi menyusut maknanya. Ia tetap dipraktikkan, tetapi kehilangan daya transformatifnya. Ia tidak lagi berani mengusik sistem, karena sistem dianggap bukan wilayah iman. Filsuf Franz Magnis Suseno menegaskan bahwa negara hukum runtuh bukan ketika hukum tidak ada, melainkan ketika hukum tidak dipercaya. Ketika iman menarik diri dari ruang publik, ia ikut mempercepat runtuhnya kepercayaan itu. Bukan karena iman jahat, melainkan karena iman memilih aman.

Bahasa Iman yang Dijinakkan dan Ketakutan yang Disembunyikan

Salah satu gejala paling jelas dari iman yang alergi pada ruang publik adalah bahasa yang kehilangan daya gugat. Kata-kata seperti “bersabar”, “menyerahkan pada Tuhan”, “mengampuni”, dan “jangan menghakimi” kerap dipakai untuk meredam kegelisahan moral. Bahasa iman yang seharusnya membongkar kepalsuan justru berubah menjadi selimut yang nyaman.

Bahasa semacam ini menenangkan, tetapi tidak menyembuhkan. Ia menghibur, tetapi tidak membebaskan. Ia merawat ketertiban batin, tetapi mengabaikan ketidakadilan yang terus bekerja di luar sana. Padahal tradisi Mazmur mengenal bahasa iman yang jauh lebih jujur. Pemazmur berani marah, berani menggugat, dan berani menyebut ketidakadilan apa adanya. Ia tidak takut terdengar tidak sopan di hadapan Allah, karena kejujuran dianggap lebih setia daripada kepura-puraan.

Di balik bahasa iman yang dijinakkan itu, tersembunyi ketakutan yang jarang diakui. Takut dianggap melawan. Takut dicap politis. Takut mengganggu harmoni semu. Takut kehilangan posisi aman dalam struktur yang mapan. Teolog Dietrich Bonhoeffer pernah menulis bahwa diam di hadapan kejahatan adalah kejahatan itu sendiri. Kalimat ini keras, tetapi justru di situlah iman diuji. Diam yang panjang bukanlah netralitas, melainkan posisi moral yang memilih tidak terlibat.

Mazmur 89 dan Iman yang Tidak Mencari Aman

Mazmur 89 tidak lahir dari ruang aman. Ia lahir dari krisis politik, dari runtuhnya harapan pada kekuasaan yang adil, dan dari pengalaman iman yang diguncang. Pemazmur memuji kesetiaan Allah sambil menggugat realitas yang tidak sejalan dengan janji. Inilah iman yang tidak alergi pada ruang publik. Iman yang tahu bahwa kesetiaan kepada Allah tidak pernah identik dengan kepatuhan pada ketidakadilan.

Iman yang berani berdiri di wilayah tidak nyaman, di antara pujian dan protes. Mazmur mengajarkan bahwa iman yang hidup selalu bersentuhan dengan sejarah, konflik, dan penderitaan manusia. Iman yang terlalu steril justru kehilangan jejak Allah dalam dunia yang nyata. Allah yang setia justru dikenal di tengah dunia yang retak, bukan di ruang yang sepenuhnya rapi.

Dalam konteks ini, membaca Mazmur 89 di Nusa Tenggara Timur berarti membaca iman yang berani menolak normalisasi ketidakadilan. Ia memanggil umat untuk tidak cepat berdamai dengan sistem yang melukai kehidupan.

Dorongan Profetik bagi Iman Publik

Kesetiaan Allah tidak pernah diragukan. Yang rapuh justru kesaksian umat Nya. Allah tetap setia pada kehidupan, pada yang lemah, dan pada kebenaran. Pertanyaannya adalah apakah iman bersedia berjalan seiring dengan kesetiaan itu, atau terus memilih jalan aman.

Menyembuhkan luka hukum yang berpihak dan keadilan yang patah tidak cukup dengan regulasi dan aparat. Ia membutuhkan iman publik yang hadir. Iman yang berani bersuara tanpa teriak-teriak. Iman yang konsisten tanpa kehilangan empati. Iman yang sanggup menertawakan ironi dirinya sendiri agar tidak membeku secara moral.

Bukan iman yang paling rapi, melainkan iman yang hadir di tengah luka. Bukan gereja yang paling benar, melainkan gereja yang tidak berpaling ketika keadilan dilukai. Mazmur 89 tidak menawarkan solusi cepat. Ia menawarkan keberanian untuk tetap setia ketika dunia belum berubah. Dalam konteks Nusa Tenggara Timur, keberanian itulah yang kini dibutuhkan. Dan mungkin, dari iman publik yang tidak lagi alergi pada ruang inilah, keadilan yang patah perlahan menemukan jalan untuk disembuhkan.

489SHARES9.8kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Penasihat hukum anak Riza Chalid beberkan realisasi throughput kerja sama OTM dengan Pertamina →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

tranding agama berita politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

agamaberitapolitikPolitik dan Hukumpolitik dan pemerintahan
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
AA1UCaQu.jpg
Previous

Langkah Hukum Menghadang Usai Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penghancur Hutan

056079100 1760539975 Sidang Dakwaan.jpg
Next

Penasihat hukum anak Riza Chalid beberkan realisasi throughput kerja sama OTM dengan Pertamina

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme