Pengamanan Demo Jakarta: Kapolda Metro Larang Bawa Senjata, Prioritaskan Kemanusiaan

AA25seSx.jpg

Pengamanan Demo Jakarta: Kapolda Metro Larang Bawa Senjata, Prioritaskan Kemanusiaan

Larangan Penggunaan Senjata Api Saat Pengamanan Demo Mahasiswa

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol. Asep Edi Suheri, mengeluarkan perintah yang jelas terkait penggunaan senjata api oleh personel kepolisian saat menjalankan tugas pengamanan aksi unjuk rasa. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan antara keamanan dan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Ringkasan Cepat
  • larangan penggunaan senjata api saat pengamanan demo mahasiswa kapolda metro jaya, komjen pol.
  • asep edi suheri, mengeluarkan perintah yang jelas terkait penggunaan senjata api oleh personel kepolisian saat menjalankan tugas pengamanan aksi unjuk rasa.
  • hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan antara keamanan dan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
  • asep menekankan bahwa para personel di lapangan harus bertindak dengan cara yang humanis dan tidak mudah terpancing emosi.
Daftar Isi
  1. Larangan Penggunaan Senjata Api Saat Pengamanan Demo Mahasiswa
  2. Demo Mahasiswa Di Berbagai Wilayah Indonesia
  3. Persiapan Pengamanan Demo
  4. Aturan Internal Polri
  5. Penggunaan Gas Air Mata
  6. Aksi Demo di Bundaran HI
  7. Demo Mahasiswa di Kendari
  8. Demo Mahasiswa di Bandung
  9. 🔥 Postingan Populer
  10. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Asep menekankan bahwa para personel di lapangan harus bertindak dengan cara yang humanis dan tidak mudah terpancing emosi. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang melakukan demo adalah bagian dari keluarga mereka sendiri, sehingga perlakukan yang baik dan penuh pengertian sangat penting.

Demo Mahasiswa Di Berbagai Wilayah Indonesia

Aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Indonesia. Contohnya, pada Rabu malam (10/6/2026), mahasiswa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, melakukan aksi demo dengan memblokade jalan dan membakar ban. Sementara itu, di Kota Bandung, Jawa Barat, mahasiswa mengepung Gedung DPRD Jawa Barat. Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, para mahasiswa juga melakukan aksi demo di depan kantor DPRD yang sebelumnya pernah terbakar pada demo tahun lalu.

Persiapan Pengamanan Demo

Dalam apel siaga menjelang pengamanan demo, Asep memberikan beberapa instruksi kepada seluruh personel Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah untuk mempelajari titik kumpul massa, fasilitas umum yang digunakan, serta kendaraan yang digunakan oleh peserta demo. Selain itu, semua narasi yang disampaikan oleh para pendemo harus didokumentasikan.

Ia juga meminta agar personel intelijen tidak bertindak sendiri-sendiri, melainkan bekerja dalam tim dan tetap terikat pada instruksi yang diberikan. Asep secara tegas melarang penggunaan senjata api selama proses pengamanan demo. “Tidak ada yang menggunakan senjata api. Ingat sekali lagi saya ulangi. Pada saat pelayanan ini tidak ada yang membawa atau menggunakan senjata api,” tegasnya.

Aturan Internal Polri

Selain larangan penggunaan senjata api, Asep juga meminta seluruh personel pengamanan untuk mematuhi peraturan internal Polri. Beberapa aturan yang dimaksud antara lain Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian dan Perkap Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pengendalian Massa.

Menurut Asep, semua tindakan yang dilakukan oleh personel di lapangan harus satu komando. Dengan demikian, tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi. Ia juga menekankan bahwa anggota yang bertugas tidak boleh bersikap agresif, tetapi harus menjaga posisi dengan cara yang humanis serta memberikan ruang bicara kepada perwakilan massa agar situasi dapat terkendali.

Penggunaan Gas Air Mata

Penggunaan gas air mata hanya boleh dilakukan setelah mendapatkan perintah dari Asep. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyalahgunaan alat tersebut dan memastikan bahwa tindakan yang dilakukan tetap sesuai dengan prinsip pengamanan yang manusiawi.

Aksi Demo di Bundaran HI

Pada Jumat (12/6/2026), ribuan mahasiswa melakukan aksi besar-besaran di Jakarta. Massa mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggunakan puluhan bus untuk menuju kawasan Semanggi Jakarta Selatan. Sejak pukul 10.30 WIB, rombongan bus tiba di kawasan tersebut.

Massa mahasiswa dipusatkan di kawasan DPR RI Jakarta Pusat. Sejumlah aparat gabungan memblokade akses ke Jalan Jenderal Sudirman. Pada akhirnya, ratusan mahasiswa berhasil menembus blokade dan melakukan long march menuju Bundaran HI. Mereka menyanyikan lagu Buruh Tani sambil mengibarkan bendera.

Tujuan dari aksi ini adalah menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain:
– Mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
– Meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
– Menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
– Mendesak dihentikannya praktik militerisme di ranah sipil.
– Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Demo Mahasiswa di Kendari

Di Kota Kendari, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar aksi demo pada Rabu (10/6/2026) malam. Selain berorasi, puluhan mahasiswa ini juga memblokade jalan dengan membakar ban di Kawasan Bundaran Tank, Kota Kendari.

Ketua BEM FISIP UHO Zacky Fahmi mengatakan bahwa kenaikan BBM membuat hidup masyarakat semakin berat. Akibatnya, harga-harga kebutuhan pokok melonjak dan biaya transportasi serta akomodasi bisa meroket. Ia menegaskan bahwa demo dilakukan bukan untuk menciptakan kekacauan, tetapi untuk menyampaikan aspirasi yang diharapkan bisa didengar oleh pihak berkuasa.

Demo Mahasiswa di Bandung

Sehari setelah aksi di Kendari, puluhan mahasiswa di Kota Bandung juga turun ke jalan untuk demo menolak kenaikan BBM. Peserta aksi berasal dari berbagai kampus seperti Unpad, UPI, Unpar, dan UNIKOM. Mereka mengepung Gedung DPRD Jawa Barat untuk menyampaikan aspirasinya.

Koordinator aksi, M. Ali Ibrahim, menegaskan bahwa aksi kali ini bukan yang terakhir. Jika aspirasi tidak ditanggapi, maka akan diadakan aksi dengan eskalasi yang lebih besar. Namun, ia tetap berkomitmen untuk melaksanakan aksi damai sesuai amanat undang-undang.

861SHARES6kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,658 ulasan)

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g Pengamanan Demo Jakarta: Kapolda Metro Larang Bawa Senjata, Prioritaskan Kemanusiaan
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait