pengemudi hr v yang parkir di tengah jalan dan meludah sampaikan permohonan maaf 169.png
Pengalaman Menyedihkan Seorang ART yang Diintimidasi oleh Juru Parkir
Seorang asisten rumah tangga (ART) mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat menunggu di depan sebuah rumah sakit di Jalan Citarum, Semarang Timur. Kejadian ini terjadi ketika dia sedang menunggu untuk menjemput majikannya yang sedang mengurus tindakan operasi anaknya. Peristiwa ini akhirnya viral setelah direkam dalam sebuah video yang menunjukkan perempuan tersebut memprotes tindakan juru parkir.
- pengalaman menyedihkan seorang art yang diintimidasi oleh juru parkir seorang asisten rumah tangga (art) mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat menunggu di depan sebuah rumah sakit di jalan citarum, semarang timur.
- kejadian ini terjadi ketika dia sedang menunggu untuk menjemput majikannya yang sedang mengurus tindakan operasi anaknya.
- peristiwa ini akhirnya viral setelah direkam dalam sebuah video yang menunjukkan perempuan tersebut memprotes tindakan juru parkir.
- kondisi saat kejadian akta, majikan dari art tersebut, menceritakan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah sakit.
Daftar Isi
Kondisi Saat Kejadian
Akta, majikan dari ART tersebut, menceritakan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah sakit. Dia sedang antre untuk tindakan operasi anaknya. Akta menghubungi ART-nya agar segera datang menjemput menggunakan motor dan menunggu di depan rumah sakit, bukan masuk ke dalam.
Namun, setelah ART tiba dan menunggu di depan rumah sakit, antrian di dalam ternyata masih cukup panjang. Anak Akta yang masih kecil mulai berlarian, sehingga dia membutuhkan bantuan ART untuk menjaganya. Akta pun meminta ART masuk ke dalam rumah sakit untuk membantu menjaga anaknya.
Permintaan Pembayaran Parkir
Saat ART hendak masuk ke rumah sakit, dia diminta membayar biaya parkir sebesar Rp3.000 oleh juru parkir. Namun, ART tersebut tidak membawa uang tunai karena awalnya hanya diminta menunggu sebentar untuk menjemput majikannya. ART kemudian menyampaikan kepada juru parkir bahwa dia ingin masuk ke dalam rumah sakit terlebih dahulu untuk mengambil uang dari majikannya.
Tindakan Intimidasi
Menurut Akta, alih-alih diberi kesempatan untuk mengambil uang terlebih dahulu, ART justru dimarahi dan dilarang meninggalkan lokasi sebelum membayar parkir. Juru parkir tersebut bahkan berjalan memutari ART sambil terus mengawasi agar tidak pergi. Akta menyebut bahwa juru parkir tersebut memaki ART dan melarangnya masuk jika belum bayar. Dia juga mengintimidasi dengan berjalan memutari ART sambil memantau dan berkata, “ojo lungo nek rung bayar, koncomu kon rene wae”.
Karena ketakutan, ART tersebut terus mengirim pesan kepada Akta untuk meminta bantuan. Situasi ini kemudian direkam dalam video dan beredar luas di media sosial.
Penanganan oleh Pihak Berwajib
Akta tidak mempermasalahkan kewajiban membayar parkir. Namun dia menyayangkan sikap juru parkir yang dinilai berlebihan hingga melarang ART masuk rumah sakit untuk mengambil uang. Akta juga menyebut bahwa ART tidak menerima karcis parkir saat kejadian tersebut. Selain itu, dari informasi yang dia dengar, kejadian serupa disebut sudah cukup sering terjadi.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa itu telah ditindaklanjuti oleh aparat di wilayah setempat. Polsek Semarang Timur telah melakukan penanganan terhadap kejadian ini.
Penjelasan dari Dishub
Dishub Kota Semarang menyebut bahwa juru parkir yang bertugas di lokasi tersebut sebenarnya bukan jukir liar. Juru parkir tersebut telah memiliki izin resmi dari Dishub. Meski demikian, pihak Dishub tetap menindaklanjuti kejadian yang viral tersebut dengan memberikan pembinaan dan teguran kepada yang bersangkutan. Dishub juga menjadwalkan pemanggilan terhadap juru parkir tersebut untuk dimintai klarifikasi lebih lanjut terkait kejadian yang terekam dalam video.
Dishub sebelumnya juga telah menerima beberapa aduan masyarakat terkait pengelolaan parkir di lokasi tersebut. Aduan itu antara lain mengenai penataan kendaraan yang terkadang hingga tiga lapis, parkir yang terlalu dekat dengan shelter BRT, hingga dugaan pelanggaran tarif. Apabila pelanggaran kembali terjadi, Dishub tidak menutup kemungkinan untuk mengevaluasi hingga mencabut izin parkir di lokasi tersebut.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
