Ratusan Mahasiswa UNJ Berdemo, Wakil BEM UI vs Kapolres Debat Soal Blokade

67b2b9a23bc09.jpeg

Ratusan Mahasiswa UNJ Berdemo, Wakil BEM UI vs Kapolres Debat Soal Blokade

Aksi Mahasiswa UNJ di Rawamangun Menggugat

Ratusan mahasiswa dari Aliansi UNJ Melawan menggelar aksi long march di sekitar kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, pada Jumat (12/6/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat. Para mahasiswa mulai bergerak dari Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekitar pukul 14.30 WIB.

Ringkasan Cepat
  • aksi mahasiswa unj di rawamangun menggugat ratusan mahasiswa dari aliansi unj melawan menggelar aksi long march di sekitar kawasan rawamangun, jakarta timur, pada jumat (12/6/2026).
  • aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat.
  • para mahasiswa mulai bergerak dari kampus universitas negeri jakarta (unj) sekitar pukul 14.30 wib.
  • dalam aksinya, para mahasiswa tampak mengenakan pakaian serba hitam yang dibalut jaket almamater.
Daftar Isi
  1. Aksi Mahasiswa UNJ di Rawamangun Menggugat
  2. Blokade Tentara dan Polisi di Bundaran HI
  3. Perdebatan Wakil Ketua BEM UI dengan Kapolres Jakpus
  4. 🔥 Postingan Populer
  5. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Dalam aksinya, para mahasiswa tampak mengenakan pakaian serba hitam yang dibalut jaket almamater. Mereka berjalan dari kampus UNJ menuju Jalan Pemuda sambil membawa berbagai spanduk dan panji-panji. Beberapa spanduk menunjukkan tuntutan mereka, seperti penolakan terhadap kenaikan harga BBM, program Makan Bergizi Gratis (MBG), kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri, pengesahan RUU Polri, serta anjloknya nilai tukar rupiah.

“Setop MBG, rezim Prabowo gagal. BBM naik, harga-harga naik. Mereka tidak peduli pada masyarakat. Mereka menyiksa kita perlahan-lahan,” ujar orator dari atas mobil komando.

Aksi ini berlangsung secara mandiri tanpa bergabung dengan elemen mahasiswa lain yang sedang melakukan demonstrasi di Bundaran HI. Mahasiswa UNJ memilih untuk menggelar aksi di lingkungan kampus mereka sendiri. Pihak kepolisian juga terlihat hadir dalam aksi ini untuk menjaga ketertiban. Meskipun arus lalu lintas sempat tersendat, mahasiswa tetap berjalan di sisi jalan sehingga kondisi dapat kembali normal.

Blokade Tentara dan Polisi di Bundaran HI

Di tempat lain, barisan tentara dan polisi melakukan blokade terhadap aksi mahasiswa yang ingin melanjutkan perjalanan ke kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat. Aksi mahasiswa tertahan di Jl. MH Thamrin Plaza UOB sekitar pukul 15.00 WIB. Di belakang massa aksi, terlihat beberapa mobil yang juga ingin melintas turut menghentikan kendaraannya.

Massa aksi membawa pesan-pesan aspirasi yang ditulis dalam kertas bertuliskan “Batalkan Kenaikan Harga BBM” dan “Kemana anggaran APBN kami? Hentikan Pembangunan Kopdes dan MBG.” Selain itu, mereka juga membawa bendera-bendera organisasi mahasiswa seperti Serikat Mahasiswa Indonesia, Fasilkom UI, Front Mahasiswa Nasional, GMNI, hingga bendera merah putih.

Sebelumnya, rombongan bus mahasiswa UI disetop di kawasan Semanggi Jakarta Selatan pada pukul 12.10 WIB. Sejumlah aparat memblokade akses ke Jalan Jenderal Sudirman. Polisi mengarahkan mahasiswa untuk melakukan aksi di kawasan DPR RI Jakarta Pusat. Sempat terjadi dorong-dorongan antara massa mahasiswa dengan personel pengamanan di lapangan.

Perdebatan Wakil Ketua BEM UI dengan Kapolres Jakpus

Peristiwa blokade aparat memicu perdebatan antara Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, dengan Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra. Debat ini terjadi di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Jarak antara Dukuh Atas dengan Bundaran HI hanya sekitar 10-15 menit jika ditempuh dengan berjalan kaki.

Kombes Reynold melarang adanya aksi demonstrasi di sekitar Bundaran HI karena dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat dan menyebabkan kemacetan. Ia menyatakan bahwa jika aksi tidak mengganggu masyarakat, maka akan difasilitasi. Namun, Fathimah menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan hak warga negara dalam menjalankan kebebasan berpendapat.

Fathimah juga menegaskan bahwa aksi yang akan dilakukan hari ini tidak akan mengganggu lalu lintas. Ia menilai alasan Kombes Reynold tidak cukup valid untuk melarang aksi demonstrasi. Fathimah menyarankan agar aparat lebih proaktif dalam memberikan fasilitas, bukan hanya membatasi lokasi aksi.

448SHARES9.2kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,657 ulasan)

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g Ratusan Mahasiswa UNJ Berdemo, Wakil BEM UI vs Kapolres Debat Soal Blokade
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait