Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
news

Respon Jim Ratcliffe, Guardiola: Bukan Soal Negara

Oleh Pimpinan Redaksi · Februari 14, 2026 · 3 menit baca Penulis Terverifikasi
AA1VUMGu.jpg
✓ Penulis Verified

Pandangan Pep Guardiola tentang Isu Imigrasi dan Kemanusiaan

Pep Guardiola, pelatih Manchester City, menegaskan bahwa menganggap warga pendatang sebagai penyebab masalah negara adalah tindakan yang tidak benar. Pernyataannya ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Sir Jim Ratcliffe, pemilik saham minoritas Manchester United, yang sebelumnya menyebut Inggris tengah dijajah oleh imigran.

Meskipun Sir Jim Ratcliffe telah meminta maaf atas pilihan kata yang dinilai ofensif, Guardiola merasa perlu untuk menekankan pentingnya perspektif kemanusiaan dalam isu global ini. Ia menyampaikan bahwa dunia saat ini sering kali melihat para pendatang sebagai akar dari berbagai masalah, padahal mereka bukanlah penyalahnya.

”Saya menghormati Sir Jim Ratcliffe, namun dunia menghadapi masalah besar di mana kita cenderung memperlakukan pendatang sebagai akar permasalahan negara. Padahal, itu bukan kesalahan mereka,” ujar Guardiola.

Ia mengajak publik untuk melihat sisi keberuntungan kelahiran. Tidak ada seorang pun yang bisa memilih tempat kelahirannya. Ia mencontohkan dirinya sendiri sebagai orang Catalan dan pendengar yang merupakan orang Inggris. Keduanya tidak memiliki kendali atas tempat kelahiran mereka. Setiap orang hanya ingin kehidupan dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka.

Guardiola yang telah bekerja di berbagai negara seperti Spanyol, Italia, Meksiko, Qatar, hingga Jerman, menilai bahwa mobilitas manusia adalah hal yang alami di era modern. Keberagaman budaya justru menjadi kekayaan yang membentuk kepribadian bangsa.

Dia menekankan bahwa sebagian besar orang meninggalkan tanah air bukan karena keinginan, melainkan karena terpaksa oleh keadaan. Di Manchester City, Guardiola membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Ia mencontohkan bagaimana para pemain dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda, seperti pemeluk Kristen dan Muslim, dapat bekerja sama dalam harmoni yang penuh rasa hormat.

”Masalah sering diciptakan oleh para elite atau pemimpin. Kita sebagai bagian dari peradaban harus membangun kerukunan itu sendiri, tanpa harus bergantung pada instruksi atasan,” tambah Guardiola.

Persiapan Menghadapi Piala FA

Di sisi teknis, Manchester City sedang bersiap menjamu Salford City pada putaran keempat Piala FA. Namun, kondisi penyerang andalan Erling Haaland masih menjadi tanda tanya. Pemain asal Norwegia tersebut sempat ditarik keluar pada babak pertama saat City menundukkan Fulham tengah pekan lalu.

”Kondisinya belum 100 persen, namun tim medis menyatakan bukan cedera serius. Kami akan memantau perkembangannya sebelum laga,” jelas Guardiola.

Bagi Guardiola, Piala FA memiliki tempat spesial di hati. Ia mengaku sangat menikmati atmosfer stadion kecil dan antusiasme suporter tim dari kasta bawah. Pengalaman bertandang ke stadion dengan atmosfer yang begitu organik akan menjadi kenangan yang ia bawa seumur hidup.

Masalah dengan Rodri

Sementara itu, kabar kurang baik datang dari Rodri. Gelandang andalan City tersebut didakwa Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) atas dugaan tindakan tidak pantas. Hal ini buntut dari komentarnya yang mempertanyakan netralitas wasit Robert Jones dalam laga melawan Tottenham awal bulan ini.

Rodri sempat mengeluhkan gol Dominic Solanke yang dinilai berbau pelanggaran terhadap Marc Guehi. ”Saya tahu kami sudah menang terlalu banyak dan orang-orang tidak ingin kami menang, tetapi wasit harus netral. Ini tidak adil karena kami bekerja sangat keras. Ketika semuanya berakhir seperti itu, anda merasa frustrasi,” kata Rodri usai pertandingan.

Dalam sebuah pernyataan, FA menyatakan bahwa diduga gelandang tersebut bertindak dengan cara yang tidak pantas selama wawancara media pasca pertandingan dengan membuat komentar yang menyiratkan bias dan/atau mempertanyakan integritas ofisial pertandingan. Hal itu bertentangan dengan aturan FA 3.1. Rodri memiliki waktu hingga Rabu 18 Februari untuk memberikan tanggapan.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama “Kompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

💬 Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

☕ Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia