AA1UHmcc.jpg
Diskusi Budaya Mengangkat Pentingnya Perlindungan Kre Alang sebagai Identitas Budaya Sumbawa
Universitas Samawa (Unsa) menyelenggarakan diskusi budaya dengan tema “Perlindungan Hukum Motif Kre Alang sebagai Pewarisan Budaya untuk Memperkuat Integritas Diri Tau Samawa”. Acara ini berlangsung di Museum Bala Datu Ranga, Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur budaya Samawa.
- diskusi budaya mengangkat pentingnya perlindungan kre alang sebagai identitas budaya sumbawa universitas samawa (unsa) menyelenggarakan diskusi budaya dengan tema “perlindungan hukum motif kre alang sebagai pewarisan bud…
- acara ini berlangsung di museum bala datu ranga, kelurahan pekat, kecamatan sumbawa.
- tujuan dari diskusi ini adalah untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur budaya samawa.
- kegiatan ini menghadirkan perwakilan dari kemenkum ntb sebagai narasumber.
Daftar Isi
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan dari Kemenkum NTB sebagai narasumber. I Gusti Putu Milawati, Kakanwil Kemenkum NTB, diwakili oleh Pelaksana Bidang Kekayaan Intelektual, I Nyoman Mas Sumerta Jaya. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, perwakilan Bapperinda, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Wakil Rektor II Universitas Samawa, M. Yamin, menyampaikan pesan Rektor Unsa agar penelitian terhadap Kre Alang dilakukan secara mendalam dan tidak setengah-setengah. Ia menekankan bahwa Kre Alang memiliki bahan baku utama berupa lonto engal dan kemang setange yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
“Kre Alang bukan sekadar ekspresi budaya, tetapi merupakan integritas tau Samawa. Tidak semua tempat dan upacara dapat menggunakan Kre Alang. Oleh karena itu, hasil diskusi ini diharapkan dapat menjadi arah kebijakan dalam pemanfaatannya,” ujar M. Yamin.
Sebagai bagian dari komunitas bisnis, PT Aman Priyo menyampaikan komitmennya untuk menjaga dan mendukung budaya lokal. Vice President Social Impact PT Aman, Pramono, menegaskan bahwa budaya adalah jati diri suatu wilayah yang tidak boleh dilupakan. Harapan mereka adalah Sumbawa memiliki identitas yang semakin kuat, serta siap berkontribusi dalam pengembangan studi budaya di Universitas Samawa.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetyo. Ia menegaskan bahwa budaya merupakan warisan dan karya luhur nenek moyang yang harus dijunjung tinggi. Ia menilai pentingnya memastikan legalitas budaya tersebut dan mengapresiasi dukungan Kanwil Kemenkum NTB terkait perlindungan hukum Kre Alang.
Diskusi menghadirkan tiga narasumber utama. Pertama, Ieke Wulan Ayu, akademisi Universitas Samawa, membahas tentang motif dan corak Kre Alang. Ia menegaskan bahwa Kre Alang merupakan ekspresi budaya hidup yang diwariskan secara turun-temurun. “Kre Alang bukan sekadar tenunan, melainkan integritas tau Samawa,” katanya.
Narasumber kedua, Yuli Andari Merdikaningtyas, Direktur Museum Bala Datu Ranga, menjelaskan simbol dan makna Pangkenang Kanadi Datu Ranga Abdul Madjid Daeng Matutu pada era Kesultanan Sumbawa. Ia berharap penelitian Kre Alang dapat ditelusuri lebih mendalam, termasuk unsur geologi, perlindungan, hingga keterkaitannya dengan sumber daya genetik.
Narasumber ketiga, I Nyoman Mas Sumerta dari Kanwil Kemenkum NTB, menekankan pentingnya pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) sebagai bentuk perlindungan defensif. “Perlindungan KIK berfungsi melindungi hak masyarakat serta mencegah penyalahgunaan nilai komersial dari warisan budaya tersebut,” ucapnya.
Kakanwil Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati, menyampaikan bahwa Kre Alang bukan sekadar motif pada sehelai kain, melainkan jejak jati diri suku Samawa. “Ketika kita melindungi jati diri tersebut, sesungguhnya melindungi martabat, sejarah, dan harga diri kita sendiri sebagai pewaris budaya,” tuturnya.
Melalui diskusi ini, diharapkan tercipta sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat perlindungan hukum serta pelestarian Kre Alang sebagai identitas budaya Tau Samawa.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
