menghina tuhan 2.jpg
Kasus Penistaan Agama yang Melibatkan Konten Kreator di Ambon
Seorang konten kreator asal Kota Ambon, Gilberth Einstain Gloriano Purmiasa atau dikenal dengan nama Gilcans, menjadi sorotan setelah disebut melakukan penistaan agama. Peristiwa ini terjadi dalam sebuah tayangan podcast yang menampilkan dirinya bersama bintang tamu lainnya, yaitu Ethen Depay.
- kasus penistaan agama yang melibatkan konten kreator di ambon seorang konten kreator asal kota ambon, gilberth einstain gloriano purmiasa atau dikenal dengan nama gilcans, menjadi sorotan setelah disebut melakukan penist…
- peristiwa ini terjadi dalam sebuah tayangan podcast yang menampilkan dirinya bersama bintang tamu lainnya, yaitu ethen depay.
- podcast tersebut direkam pada selasa (6/1/2026) dan ditayangkan secara publik pada kamis malam (8/1/2026).
- dalam tayangan tersebut, gilcans menyebut nama tuhan yesus kristus dengan cara diplesetkan, yang kemudian viral di media sosial.
Daftar Isi
Podcast tersebut direkam pada Selasa (6/1/2026) dan ditayangkan secara publik pada Kamis malam (8/1/2026). Dalam tayangan tersebut, Gilcans menyebut nama Tuhan Yesus Kristus dengan cara diplesetkan, yang kemudian viral di media sosial. Hal ini memicu reaksi dari Ethen Depay, yang menilai tindakan tersebut tidak pantas dan tidak sesuai dengan norma kesopanan.
Perlu diketahui bahwa Gilcans sebelumnya juga pernah menjadi perbincangan luas setelah viral pada Desember 2025 karena tampil mengenakan gaun pengantin dalam sebuah grup Santa Claus. Sementara itu, Ethen Depay juga sempat ramai dibicarakan setelah mengkritik seseorang yang menggunakan pakaian bertuliskan kalimat tidak senonoh dalam grup yang sama.
Perbedaan pandangan antara keduanya akhirnya berlanjut dalam podcast yang mereka tayangkan. Dalam tayangan yang berlangsung selama beberapa menit, Gilcans terdengar menyebut nama Tuhan dengan cara yang dianggap tidak sopan. Ucapan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Ethen Depay, yang menilai bahwa hal tersebut bisa menimbulkan penafsiran yang salah di masyarakat.
Ethen menegaskan bahwa penyebutan nama Tuhan secara tidak tepat dapat berpotensi ditiru oleh anak-anak, karena dianggap sebagai hal yang biasa. Ia juga menyoroti pentingnya pengeditan konten sebelum dipublikasikan, terutama jika mengandung kata-kata sensitif atau kasar.
“Kata-kata seperti itu seharusnya dimute atau disunting sebelum ditayangkan ke publik,” ujar Ethen. Menurutnya, jika Gilcans merasa salah, seharusnya ia langsung meminta maaf saat itu juga. Namun, hal tersebut tidak terjadi.
Viralnya potongan video tersebut memunculkan pertanyaan besar di ruang publik. Apakah pernyataan Gilcans dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum atau penistaan agama?
Menanggapi isu ini, aparat kepolisian Ambon menyatakan bahwa kasus ini telah mendapat perhatian. Kapolresta Ambon, Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya, mengatakan bahwa kasus ini sudah diteruskan ke Cyber Polda Maluku untuk ditindaklanjuti. Hingga saat ini, belum ada penetapan status hukum terhadap Gilcans.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan kajian terhadap konten podcast tersebut untuk menilai ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum, baik terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) maupun ketentuan pidana mengenai penistaan agama.
Sementara itu, pemilik podcast, Babe, mengungkapkan bahwa tayangan tersebut diunggah tanpa proses editing sama sekali. “Tanpa ada editan satu pun,” katanya. Ia menjelaskan bahwa sebelum podcast dimulai, pihaknya melakukan briefing terlebih dahulu, termasuk mengkonfirmasi topik apa saja yang boleh dan tidak boleh dibahas.
Babe mengaku diam saat Gilcans menyebut nama Tuhan dengan cara yang tidak sepatutnya. “Saat itu saya diam, karena kalau pembahasan sudah mengarah ke agama itu sangat sensitif,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons dari Gilcans. KOMPASIA.COM mencoba menghubungi Gilcans melalui nomor WhatsApp 08528084xxxx, tetapi tidak ada tanggapan.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
