AA1Uubkl.jpg
Gerakan Militer AS di Timur Tengah Terus Berjalan Meski Trump Mengatakan Akan Menunda Serangan
Meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan akan menunda serangan terhadap Iran, gerakan militer AS di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Kapal-kapal induk dan pesawat tempur AS terus dikerahkan menuju kawasan Timur Tengah, menunjukkan persiapan yang intensif untuk kemungkinan tindakan militer.
- gerakan militer as di timur tengah terus berjalan meski trump mengatakan akan menunda serangan meskipun presiden amerika serikat, donald trump, mengisyaratkan akan menunda serangan terhadap iran, gerakan militer as di la…
- kapal-kapal induk dan pesawat tempur as terus dikerahkan menuju kawasan timur tengah, menunjukkan persiapan yang intensif untuk kemungkinan tindakan militer.
- kapal induk as uss abraham lincoln dilaporkan sedang melanjutkan perjalanannya ke wilayah tersebut dan diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari ke depan.
- departemen pertahanan as sebelumnya telah memulai pemindahan kelompok penyerang kapal induk dari laut cina selatan ke wilayah tanggung jawab komando pusat as (centcom), yang mencakup kawasan timur tengah dan sekitarnya.
Daftar Isi
- Gerakan Militer AS di Timur Tengah Terus Berjalan Meski Trump Mengatakan Akan Menunda Serangan
- Persiapan Israel Menghadapi Potensi Serangan Iran
- Isu Komunikasi Jalur Belakang antara Washington dan Teheran
- Kekhawatiran Iran atas Serangan dan Protes Rakyat
- 🔥 Postingan Populer
- About the Author
- AutoIndex: Portal Berita & Media Online
Kapal induk AS USS Abraham Lincoln dilaporkan sedang melanjutkan perjalanannya ke wilayah tersebut dan diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari ke depan. Departemen Pertahanan AS sebelumnya telah memulai pemindahan kelompok penyerang kapal induk dari Laut Cina Selatan ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mencakup kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.
USS Abraham Lincoln (CVN-72) adalah salah satu unit utama dalam operasi ini. Pergerakan kelompok penyerang yang mencakup kapal induk, pengawal permukaan, serta setidaknya satu kapal selam penyerang diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu minggu. Selain itu, kapal induk USS George HW Bush juga dilaporkan sedang dalam perjalanan ke kawasan tersebut.
Persiapan Israel Menghadapi Potensi Serangan Iran
Di tengah situasi ini, Israel sedang melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi skenario respons terhadap potensi serangan Iran. Sumber-sumber melaporkan peningkatan kehadiran jet tempur Amerika dan aset pendukung militer lainnya di kawasan tersebut. Kemungkinan besar, skuadron tempur akan segera tiba di pangkalan militer AS di wilayah tersebut.
Menurut laporan Axios, ada empat alasan utama yang mendorong Presiden Trump untuk mundur dari rencana serangan militer terhadap Iran. Salah satunya adalah keterbatasan jumlah pasukan dan alat tempur AS di kawasan tersebut, yang dinilai tidak cukup untuk menyerang Iran dan menghadapi tanggapan Iran terhadap serangan AS.
Selain itu, para pejabat AS dan Israel menyebutkan bahwa peringatan dari negara-negara sekutu AS menjadi faktor penting dalam keputusan Trump. Mereka khawatir serangan bisa memicu ketidakstabilan di kawasan. Iran sendiri telah menjanjikan serangan terhadap Israel dan pangkalan militer AS jika diserang, yang membuat PM Israel Benjamin Netanyahu dan negara-negara Arab merasa khawatir.
Isu Komunikasi Jalur Belakang antara Washington dan Teheran
Salah satu alasan lain yang mendorong Trump untuk menunda serangan adalah adanya komunikasi jalur belakang antara Washington dan Teheran. Para pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengirim pesan teks kepada utusan AS Steve Wittkopf pada hari Rabu, berjanji bahwa pihak berwenang Iran akan menunda rencana eksekusi terhadap para pengunjuk rasa.
Di sisi lain, Kepala Staf Israel Eyal Zamir mengadakan pertemuan untuk membahas skenario tanggapan Israel terhadap kemungkinan serangan Iran. Media Israel Channel 13 melaporkan bahwa terdapat cukup rudal Arrow untuk mencegat rudal Iran. Namun, situasi tetap dipantau dengan cermat oleh semua pihak.
Kekhawatiran Iran atas Serangan dan Protes Rakyat
Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap upaya pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akan dianggap sebagai deklarasi perang habis-habisan terhadap Iran. Pernyataan ini muncul setelah wawancara dengan presiden AS di Politico, di mana dia menyatakan bahwa saatnya untuk mencari kepemimpinan baru bagi Iran.
Trump juga menyarankan agar pemimpin Iran fokus menjalankan negaranya dengan benar, bukan membunuh ribuan orang untuk mendapatkan kendali. Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas tuduhan Khamenei yang mengatakan bahwa AS dan Israel terlibat dalam tindakan sabotase dan pembunuhan di Iran.
Sejak akhir Desember, Iran telah mengalami gelombang protes luas yang dimulai dari pemogokan pedagang pasar di Teheran karena kondisi kehidupan yang memburuk. Protes ini kemudian berkembang menjadi demonstrasi dengan slogan-slogan politik. Diperkirakan lebih dari 3.000 orang terbunuh selama 21 hari protes, dan lebih dari 24.000 orang ditangkap.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
