Universitas Telogorejo Semarang Memperkuat Pembelajaran Praktikum dengan Teknologi Terkini
Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran praktikum bagi mahasiswa, khususnya dalam bidang kebidanan dan farmasi. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengadaan alat simulasi kebidanan berteknologi tinggi bernama Phantom Persalinan Koken, yang dibawa langsung dari Jepang. Alat ini menjadi bagian dari fasilitas laboratorium yang digunakan untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik di kampus tersebut.
- universitas telogorejo semarang memperkuat pembelajaran praktikum dengan teknologi terkini universitas telogorejo semarang (unts) terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran praktikum bagi mahasiswa, khususnya dala…
- salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengadaan alat simulasi kebidanan berteknologi tinggi bernama phantom persalinan koken, yang dibawa langsung dari jepang.
- alat ini menjadi bagian dari fasilitas laboratorium yang digunakan untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik di kampus tersebut.
- phantom koken ditempatkan di laboratorium kebidanan lantai 6 dan menjadi salah satu fasilitas unggulan universitas.
Daftar Isi
Phantom Koken ditempatkan di Laboratorium Kebidanan lantai 6 dan menjadi salah satu fasilitas unggulan universitas. Dosen S1 Kebidanan UNTS, Mudy Oktiningrum, S.Si.T., M.Keb, menjelaskan bahwa alat ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami mekanisme kehamilan hingga proses persalinan. Dengan menggunakan phantom ini, mahasiswa dapat belajar tentang perkembangan janin sejak usia 0 bulan hingga 9 bulan, perubahan pada rahim ibu, serta simulasi proses persalinan secara alami.
“Mahasiswa bisa belajar bagaimana bayi keluar melalui jalan lahir, proses pembesaran vagina, penanganan robekan persalinan, hingga pertolongan plasenta atau ari-ari. Semuanya tergambar secara realistis,” ujarnya.
Phantom Koken memiliki nilai investasi sekitar Rp500 juta dan dinilai sangat bermanfaat dalam membantu mahasiswa memahami kondisi nyata sebelum diterjunkan langsung ke lapangan. Dengan alat ini, mahasiswa bisa melakukan simulasi terlebih dahulu, sehingga ketika praktik di lapangan mereka sudah memiliki gambaran dan kesiapan keterampilan yang baik.
Selain untuk pembelajaran persalinan, phantom Koken juga digunakan untuk materi asuhan kebidanan lainnya seperti masa nifas, teknik mobilisasi ibu pasca melahirkan, perawatan pasca persalinan, hingga edukasi pemasangan alat kontrasepsi. Penggunaan phantom ini juga selaras dengan penerapan konsep gentle birth, yaitu metode persalinan yang bertujuan meminimalkan rasa nyeri pada ibu.
“Mahasiswa kami ajarkan berbagai teknik untuk mengurangi nyeri persalinan, seperti relaksasi, berendam di air hangat, hingga penggunaan bola yoga. Semua itu disimulasikan agar mahasiswa benar-benar memahami praktik gentle birth,” tambah Mudy.
Dengan hadirnya phantom Koken, UNTS berharap mampu mencetak lulusan bidan yang kompeten, terampil, dan siap menghadapi praktik nyata di lapangan dengan pendekatan persalinan yang aman dan humanis.
Fasilitas Laboratorium Farmasi yang Mendukung Pembelajaran Mahasiswa
Selain memperkuat pembelajaran kebidanan, UNTS juga memperkuat fasilitas laboratorium di bidang farmasi dengan menghadirkan alat Thin Layer Chromatography (TLC) atau Kromatografi Lapis Tipis. Alat ini memiliki nilai investasi hampir Rp2 miliar dan menjadi salah satu fasilitas unggulan di Program Studi S1 Farmasi.
Apt. Ranatri Puruhita, M.Farm, menjelaskan bahwa TLC merupakan alat penting dalam proses pemisahan dan identifikasi senyawa kimia, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Alat ini sangat membantu mahasiswa dalam mengidentifikasi senyawa aktif yang dituju, terutama dari bahan alam yang mengandung banyak zat.
“Dengan TLC, kita bisa memastikan keberadaan flavonoid tersebut sekaligus menghitung kadarnya,” ujarnya.
Sebelum memiliki alat TLC, proses analisis masih dilakukan dengan metode yang lebih sederhana. Identifikasi senyawa hanya mengandalkan hasil elusi pada plat dan pengamatan di bawah sinar UV, yang dinilai kurang optimal. Dengan TLC, hasilnya jauh lebih jelas dan akurat, terutama untuk analisis berbagai jenis senyawa.
Alat TLC yang dimiliki UNTS tergolong langka, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Satu unit alat ini memiliki harga sekitar Rp1,8 miliar, sehingga tidak semua perguruan tinggi mampu memilikinya. Hasil identifikasi senyawa menggunakan TLC dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk sediaan farmasi, seperti krim, salep, hingga salep anti jerawat.
“TLC menjadi fondasi awal sebelum mahasiswa masuk ke tahap formulasi obat. Jadi pembelajarannya benar-benar runtut, dari identifikasi senyawa hingga pengembangan sediaan,” jelas Ranatri.
Alat TLC mulai dimanfaatkan dalam pembelajaran sejak tahun 2023 dan sudah dapat digunakan oleh mahasiswa semester tiga. Hal ini sesuai dengan kurikulum, di mana mahasiswa telah memperoleh teori dasar pada semester awal sebelum melakukan praktik laboratorium lanjutan.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
