96382662 96378836 e68f6c69 7f22 4060 a2aa ad2938400573 1.jpg
Zulfan Lindan Terjebak di Iran Saat Melakukan Traveling
Zulfan Lindan, seorang politisi senior Indonesia, terjebak di Iran saat melakukan perjalanan traveling sambil membuat konten untuk saluran YouTube pribadinya. Ia mengungkap pengalaman menakutkan yang dialaminya selama tinggal di negara tersebut, khususnya setelah terjadi serangan bom yang jarak titik jatuhnya hanya sekitar 500 meter dari hotel tempat ia menginap.
- zulfan lindan terjebak di iran saat melakukan traveling zulfan lindan, seorang politisi senior indonesia, terjebak di iran saat melakukan perjalanan traveling sambil membuat konten untuk saluran youtube pribadinya.
- ia mengungkap pengalaman menakutkan yang dialaminya selama tinggal di negara tersebut, khususnya setelah terjadi serangan bom yang jarak titik jatuhnya hanya sekitar 500 meter dari hotel tempat ia menginap.
- evakuasi zulfan lindan bersama 22 warga negara indonesia (wni) lainnya dilakukan setelah terjadi serangan amerika serikat (as) dan israel terhadap iran.
- proses evakuasi ini berlangsung dengan bantuan pemerintah indonesia, sehingga para wni dapat kembali ke tanah air.
Daftar Isi
Evakuasi Zulfan Lindan bersama 22 warga negara Indonesia (WNI) lainnya dilakukan setelah terjadi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Proses evakuasi ini berlangsung dengan bantuan pemerintah Indonesia, sehingga para WNI dapat kembali ke Tanah Air.
Pada Senin (9/3/2026), Zulfan Lindan baru mendengar kabar tentang evakuasi. Ia menjelaskan bahwa dirinya sempat berpindah kota untuk mencari lokasi yang lebih aman. Awalnya, ia berada di Teheran, lalu berpindah ke Qom, dan akhirnya ke Baku, Azerbaijan. Hal ini dilakukannya karena hampir setiap hari terjadi serangan dari AS-Israel di Iran.
“Ya karena situasi begitu enggak bisa lagi, tanpa evakuasi enggak mungkin. Kita bukan orang Iran, kalau orang Iran kan udah siap segalanya kan, negara mereka kan. Kita kan orang Indonesia,” ujar Zulfan Lindan.
Pengalaman Menakutkan di Teheran
Selama tinggal di Teheran, Zulfan Lindan mengalami momen yang sangat menegangkan. Ia menceritakan bagaimana tiba-tiba ada serangan bom yang jarak titik jatuhnya hanya sekitar 500 meter dari hotel tempat ia menginap. “Jadi memang situasi sulit ya. Orang merasa yakin dengan situasi itu tapi enggak bisa, saya aja lagi duduk-duduk di hotel, tiba-tiba di sebelah hotel saya 500 meter ada bom,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa efek dari ledakan bom tersebut dirasakan hingga hari ke-10. Bahkan ketika ia berada di Azerbaijan, masih ada rasa was-was karena ketegangan antara kedua negara tersebut.
Rencana Perjalanan yang Berubah
Zulfan Lindan awalnya memiliki rencana untuk melanjutkan perjalanan dari Iran menuju Belanda dan kemudian melakukan umrah di Arab Saudi. Namun, karena situasi yang tidak stabil akibat serangan AS-Israel, rencana tersebut harus dibatalkan.
“Iya (merasakan efek dari ledakan bom), hari pertama sampai hari ke-10. Bahkan ketika kita di Azerbaijan juga kita masih was-was karena ada ketegangan kedua negara itu,” katanya.
“Saya sebenarnya mau ke Belanda. Jadi ada kawan saya menyiapkan obat, saya ambil obat, kemudian baru ke Belanda, sekalian umrah kan. Terjadi penyerangan ya enggak bisa apa-apa kitanya,” tambah Zulfan.
Profil Singkat Zulfan Lindan
Zulfan Lindan lahir di Banda Aceh pada 1 November 1956. Ia menamatkan pendidikan dasar hingga menengah di kampung halamannya. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Universitas Jayabaya, Jakarta, meski tidak berhasil menyelesaikan perkuliahannya.
Dalam dunia organisasi, Zulfan aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pernah menjadi Ketua PB HMI pada 1983. Ia juga pernah menjabat sebagai pimpinan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK).
Ia juga pernah bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan duduk di kursi anggota DPR RI periode 1999-2004. Akhirnya, ia bergabung dengan NasDem dan disebut sebagai salah satu pendiri partai pimpinan Surya Paloh.
Di partai NasDem, Zulfan pernah menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Organisasi dan Industri serta Tenaga Kerja. Ia juga pernah menjadi Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Sumatera 1 yang mencakup Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Pada Pemilu 2014, Zulfan kembali mencoba peruntungan dengan menjadi calon anggota legislatif (caleg). Ia sukses meraih 23.748 suara dan kembali duduk di parlemen.
Zulfan Lindan juga tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 47 miliar atau tepatnya Rp 47.484.203.357 per 28 Maret 2022. Harta kekayaan ini dilaporkan saat ia menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau Jasa Marga.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
