AA20fala.jpg
Kondisi Perekonomian Indonesia Tetap Stabil di Tengah Tekanan Global
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil meskipun menghadapi berbagai tekanan global sejak awal tahun. Tekanan tersebut berasal dari gejolak pasar keuangan, penilaian lembaga pemeringkat, hingga eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
- kondisi perekonomian indonesia tetap stabil di tengah tekanan global menteri keuangan, purbaya yudhi sadewa, menyatakan bahwa kondisi perekonomian indonesia tetap stabil meskipun menghadapi berbagai tekanan global sejak …
- tekanan tersebut berasal dari gejolak pasar keuangan, penilaian lembaga pemeringkat, hingga eskalasi konflik di kawasan timur tengah.
- purbaya menjelaskan bahwa stabilitas ekonomi indonesia masih terjaga dibandingkan beberapa negara lain yang mulai mengalami perlambatan signifikan.
- ia menilai bahwa tekanan yang muncul pada awal tahun ini tidak hanya datang dari satu sumber, melainkan berbagai faktor yang saling berkaitan.
Daftar Isi
Purbaya menjelaskan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia masih terjaga dibandingkan beberapa negara lain yang mulai mengalami perlambatan signifikan. Ia menilai bahwa tekanan yang muncul pada awal tahun ini tidak hanya datang dari satu sumber, melainkan berbagai faktor yang saling berkaitan.
“Di tengah ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik dan tekanan aktivitas ekonomi dunia, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. Jadi tekanan yang kita alami bertubi-tubi di awal tahun ada MSCI, ada lagi lembaga pemeringkat, terus ketika sudah agak tenang ada perang di timur tengah,” ujarnya dalam Rapat Komisi XI DPR RI, Senin (6/4).
Ia menegaskan bahwa tantangan ini memerlukan pengelolaan yang hati-hati agar tidak berdampak lebih dalam pada perekonomian domestik. “Ini merupakan tantangan yang amat signifikan bagi APBN dan perekonomian kita. Jika kita tidak memanage itu dengan baik, nasib kita bisa sama dengan negara sekeliling kita yang sudah mengalami mungkin perlambatan ekonomi yang signifikan karena mereka terpaksa menaikkan BBM atau supply BBM yang tidak ada di pasar.”
Sektor Manufaktur Masih Ekspansif
Stabilitas ekonomi Indonesia juga terlihat dari sejumlah indikator utama yang menunjukkan kinerja positif. Salah satunya adalah aktivitas sektor manufaktur yang masih berada di zona ekspansi selama delapan bulan berturut-turut, meski sempat melambat pada Maret.
“Hal ini terefleksi antara lain dari aktivitas sektor yang positif. Industri manufaktur terus ekspansif dalam 8 bulan berturut-turut. Ini PMI di bulan Maret memang agak turun sedikit ke 51,1 karena mereka takut akan dampak dari perang terhadap ekonomi negara kita,” jelas Purbaya.
Meski demikian, pemerintah meyakini bahwa penurunan tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali menguat seiring meredanya kekhawatiran pelaku usaha. “Tapi di bulan Februari naik ke 53 yang level yang tinggi. Saya pikir ini hanya sebentar saja begitu kita bisa yakinkan bahwa ekonomi tidak pengaruh secara signifikan. PMI juga akan rebound dengan signifikan lagi.”
Inflasi Terkendali
Dari sisi harga, inflasi juga dinilai tetap terkendali dalam rentang target, meskipun angka tahunan terlihat lebih tinggi akibat faktor basis perhitungan.
“Inflasi pada bulan Maret mencapai 3,48 persen year on year. Ini ada dampak diskon listrik tahun lalu yang tidak dihitung oleh atau tidak dikeluarkan oleh BPS karena memang angka inflation seperti itu. Tapi kalau kita keluarkan pengalaman dari kenaikan atau subsidi listrik tahun lalu, inflasi di bulan Maret hanya 2,51 persen jadi masih relatif terkendali,” kata dia.
Ia menekankan bahwa kondisi inflasi yang terjaga memberikan ruang bagi perekonomian untuk tumbuh tanpa tekanan harga berlebih.
Cadangan Devisa dan Likuiditas Kuat
Kinerja sektor eksternal juga tetap solid dengan surplus perdagangan yang berkelanjutan serta cadangan devisa yang jauh di atas batas aman global. Posisi cadangan devisa setara 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah jauh di atas rule of thumb level aman global yaitu di sekitar 3 bulan.
Di sisi likuiditas, pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menjaga momentum pertumbuhan, termasuk melalui penempatan dana di perbankan. “Pemerintah melakukan terobosan kebijakan dengan memperkuat kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong agar aktivitas ekonomi berputar lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi. Ini antara lainnya melalui penempatan sal sebesar Rp 12 triliun di perbankan untuk meningkatkan likuiditas yang signifikan dalam sistem keuangan.”
Kebijakan tersebut mendorong pertumbuhan uang beredar dan membuka ruang bagi peningkatan penyaluran kredit ke sektor riil. “Dengan penempatan kas pemerintah, base money M0 sampai dengan Maret minggu ketiga 2026 tumbuh sebesar 19,2 persen year on year.”
Pemerintah optimistis, dengan likuiditas yang terjaga dan konsumsi masyarakat yang mulai pulih, pertumbuhan ekonomi ke depan akan tetap kuat meskipun risiko global masih membayangi.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Upgrade ke Parkir Cashless 2026: Strategi Ampuh Menutup Celah Kebocoran Pendapatan.
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
Share this content:
