Sabtu, 12 September 2026Indonesia
Kompasia
news

Waspadai Perampokan! 8 Tips Aman untuk Hindari Kejahatan di Jalan

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Mei 20, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
AA23Gihs.jpg
βœ“ Penulis Verified

Langkah-Langkah Pencegahan dan Menghadapi Begal

Dalam kurun waktu 2026, tercatat sebanyak 171 kasus kejahatan 3C yang terjadi di wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada total 103 tersangka yang telah ditangkap oleh aparat kepolisian. Diantara kasus-kasus tersebut, terdapat 86 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 10 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), serta 75 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Untuk menangani permasalahan ini, berbagai upaya dilakukan oleh kepolisian guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang diambil adalah pembentukan Tim Pemburu Begal oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Imanuddin. Tim ini akan bekerja selama 24 jam penuh dan ditempatkan di titik-titik rawan kejahatan. Tujuan dari adanya tim ini adalah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dan mengurangi risiko aksi kejahatan jalanan.

Meskipun kepolisian telah memperkuat penjagaan, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran diri untuk mencegah terjadinya aksi begal. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari dan menghadapi begal saat berada di jalan:

  • Hindari Rute Sepi Terutama Malam Hari
    Aksi kejahatan seperti begal umumnya terjadi antara pukul 23.00 hingga 04.00 pagi. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak memilih jalanan sepi atau berhenti di lokasi yang minim penerangan. Pengendara disarankan memilih rute yang ramai dan memiliki pencahayaan yang cukup. Jika harus bepergian pada malam hari, sebaiknya tidak sendirian dan berkendara secara berkelompok.

  • Periksa Kondisi Kendaraan Sebelum Berkendara
    Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sangat penting untuk mencegah mogok di tengah jalan. Kondisi kendaraan yang buruk bisa membuat pengendara lengah dan rentan menjadi target pelaku begal.

  • Manfaatkan Fitur Live Location
    Pengguna ponsel dapat memanfaatkan fitur live location seperti yang tersedia di aplikasi WhatsApp. Bagikan lokasi Anda kepada keluarga atau teman agar mereka dapat memantau perjalanan Anda secara real-time. Hal ini membantu dalam situasi darurat atau ketika ada hal mencurigakan.

  • Bawa Alat Pelindung Diri
    Sebagai antisipasi serangan, disarankan membawa alat seperti stun gun atau semprotan merica. Alat-alat ini bisa digunakan untuk melindungi diri, terutama jika pelaku memiliki senjata.

  • Jangan Perlihatkan Barang Berharga
    Saat berkendara, terutama dengan motor, hindari menarik perhatian pelaku begal dengan memperlihatkan barang berharga seperti perhiasan atau ponsel. Kejahatan begal sering kali terjadi saat korban sedang memegang ponsel di jalan.

  • Tetap Waspada Saat Berkendara
    Pengendara harus tetap fokus dan waspada. Jangan sampai melamun atau lengah. Jika ada motor yang mengikuti dengan jarak dekat dan waktu lama, segera waspada. Salah satu sasaran empuk bagi pelaku begal adalah pengendara yang melamun dan berkendara dengan kecepatan konstan selama lima menit.

  • Jangan Mudah Percaya Orang Asing
    Pelaku begal sering menggunakan modus berpura-pura menanyakan alamat, memberitahu ban kempes, atau menyamar sebagai petugas. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak menghentikan kendaraan, terutama di lokasi sepi atau minim penerangan.

  • Cari Pertolongan Jika Dibuntuti
    Jika merasa dibuntuti, segera bunyikan klakson untuk menarik perhatian warga sekitar. Jika terpaksa berhenti, berteriak meminta pertolongan sekeras mungkin. Jika memungkinkan, hubungi call center 110 untuk mendapatkan bantuan dari pihak kepolisian.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia