Kehadiran Model yang Mengaku Jadi Korban Begal, Ternyata Hoaks
Pada Kamis (21/5/2026), seorang model bernama Ansy Jan De Vries atau yang lebih dikenal dengan inisial AWS terlihat keluar dari kantor polisi setelah menjalani pemeriksaan. Ia mengenakan jaket hodie biru dan masker hitam, serta tidak menyampaikan pernyataan apapun saat ditemani oleh penyidik. Saat para jurnalis mencoba menanyakan kebenaran kabar pembegalan yang beredar, ia hanya menangis tanpa memberikan jawaban.
- kehadiran model yang mengaku jadi korban begal, ternyata hoaks pada kamis (21/5/2026), seorang model bernama ansy jan de vries atau yang lebih dikenal dengan inisial aws terlihat keluar dari kantor polisi setelah menjala…
- ia mengenakan jaket hodie biru dan masker hitam, serta tidak menyampaikan pernyataan apapun saat ditemani oleh penyidik.
- saat para jurnalis mencoba menanyakan kebenaran kabar pembegalan yang beredar, ia hanya menangis tanpa memberikan jawaban.
- sebelumnya, kabar tentang ansy menjadi korban begal di kawasan kebon jeruk, jakarta barat, telah menyebar luas.
Daftar Isi
Sebelumnya, kabar tentang Ansy menjadi korban begal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, telah menyebar luas. Insiden tersebut terjadi tepat di pinggir ruas jalan tol Kebon Jeruk. Dikabarkan bahwa Ansy mengalami luka bacok di bagian kepala dan dalam kondisi kritis. Ia disebut sedang terbaring koma di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.
Menurut informasi yang diperoleh, insiden ini terjadi setelah Ansy menyelesaikan sesi pemotretan hingga larut malam. Saat naik ojek online untuk pulang, ia tiba-tiba dipepet oleh empat orang yang mengendarai sepeda motor. Aksi brutal tersebut membuat Ansy tersungkur akibat luka bacok di kepalanya. Selain itu, pengemudi ojek daring juga mengalami luka sabetan di tangan saat mencoba menghalau pelaku.
Warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan membawa Ansy ke Rumah Sakit Sumber Waras untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga kini, kondisi kesehatannya masih terus dipantau oleh tim dokter. Kolom media sosial juga ramai dengan ucapan simpati dan doa agar Ansy segera pulih.
Namun, setelah diinvestigasi oleh pihak kepolisian, ternyata kabar tersebut adalah hoaks. Motif di balik aksi nekat Ansy ternyata didasari oleh keisengan belaka. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan tren viral di media sosial yang sering kali berkaitan dengan kasus-kasus pembegalan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi hal ini setelah melakukan interogasi terhadap Ansy. Menurutnya, Ansy mengakui bahwa cerita tentang dirinya dibacok dan dipepet oleh empat orang adalah rekayasa. Ia ingin mengglorifikasi cerita versinya sendiri agar bisa viral di media sosial.
Polisi juga memastikan bahwa Ansy bukanlah korban pembegalan ataupun tindakan kriminal lainnya. Tim gabungan dari Direktorat PPA dan PPO, Satres PPA PPO Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, serta UPT P3A melakukan interogasi terhadap Ansy di kediamannya. Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Sumber Waras. Namun, manajemen rumah sakit memastikan bahwa tidak ada nama pasien atas nama Ansy dalam catatan medis mereka selama satu bulan terakhir.
Dengan adanya klarifikasi resmi ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial. Mereka diminta tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih waspada dan tidak mudah terbawa oleh isu-isu yang tidak terverifikasi.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
