Sabtu, 12 September 2026Indonesia
Kompasia
news

Mayat Wanita Serang Ditemukan Terikat di Pohon Melinjo, Autopsi Temukan Kebocoran

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Mei 21, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
penemuan tulang bocah lelaki di dekat lokasi pembuangan mayat wanita terikat sarung di bawah jembatan tol 1 43.jpeg
βœ“ Penulis Verified

Keluarga Curigai Kematian Korban yang Ditemukan Tergantung di Pohon

Korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, dengan banyak luka dan posisi kaki masih menyentuh tanah. Hal ini menimbulkan kecurigaan keluarga terhadap penyebab kematian korban.

Korban adalah seorang janda berusia 41 tahun bernama Babay. Ia ditemukan tewas tergantung di pohon melinjo di kebun warga Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Penemuan tersebut dilakukan oleh warga setempat yang mengaku mendapat informasi dari anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Keluarga korban percaya bahwa kematian Babay bukanlah akibat bunuh diri. Meskipun tubuhnya ditemukan dalam posisi tergantung, ada beberapa hal yang tidak biasa. Misalnya, tubuh korban memiliki banyak luka dan kaki yang masih menyentuh tanah. Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Sebelum ditemukan tewas, Babay tidak memberikan kabar selama beberapa hari. Ia diketahui memiliki dua orang anak. Selain itu, korban tinggal di Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kota Serang.

Menurut warga setempat, Hafis Arafi, awal penemuan korban bermula ketika warga sedang menggembala kambing di lokasi kejadian. Mereka kemudian mendengar kabar adanya mayat perempuan yang tergantung di pohon. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membengkak dan mengeluarkan bau bangkai. Ia juga terikat tali.

Hafis menilai posisi tubuh korban janggal jika memang terjadi bunuh diri. Ia menjelaskan bahwa jika korban melakukan gantung diri, maka kakinya tidak akan menyentuh tanah. Menurutnya, posisi kaki korban menunjukkan bahwa ia dibunuh oleh orang lain.

Selain itu, korban tampak seperti menggunakan cadar atau kerudung yang menutupi wajahnya. Hal ini membuat warga semakin curiga terhadap kejadian tersebut.

Hasil Autopsi yang Memicu Keraguan

Hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten menunjukkan bahwa korban diduga meninggal lebih dari empat hari sebelum ditemukan. Hal ini diketahui dari ciri-ciri tubuh korban yang mulai membusuk dan mengeluarkan cairan berwarna hitam pekat.

Dokter forensik, Donald Rinaldi, menjelaskan bahwa korban mengalami sejumlah luka sebelum meninggal. Luka robek di pelipis kanan dan memar di beberapa bagian tubuh menunjukkan adanya trauma. Di leher korban juga ditemukan bekas jeratan, meski belum bisa dipastikan apakah jeratan itu disebabkan oleh aksi gantung diri atau faktor lain.

Donald menegaskan bahwa korban masih hidup saat tali menjerat lehernya. Bekas tali hanya muncul jika korban masih bernyawa saat dijerat. Selain itu, tim forensik juga menemukan luka memar dan luka terbuka di lengan kanan yang diduga berasal dari benturan benda tumpul.

Banyaknya luka membuat tim forensik meragukan dugaan bunuh diri. Menurut Donald, luka-luka tersebut tidak sesuai dengan skenario bunuh diri. Ia juga menyebut bahwa tidak ditemukan janin di rahim korban meski kondisi rahim terlihat membesar.

Penyebab kematian sementara diduga asfiksia atau kekurangan oksigen, namun kepastian masih menunggu hasil laboratorium. Sampel jantung, paru, dan jaringan luka sedang diperiksa di laboratorium.

Penyidikan Terus Berlangsung

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, mengatakan hasil sementara pemeriksaan forensik telah diterima oleh penyidik. Ada luka di pelipis dan sejumlah luka di bagian tubuh lainnya.

Polisi masih mendalam penyebab kematian dan kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. Penyidik akan terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk memperjelas kejadian yang terjadi.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia