AA23BxLI.jpg
AA23BxLI.jpg

Pengalaman Traumatis F Saat Dibawa ke Markas GRIB Jaya

F (33), putri dari penulis buku Ahmad Bahar, menceritakan pengalamannya yang membuatnya trauma setelah dibawa paksa ke markas pusat GRIB Jaya di wilayah Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (17/5/2026) saat sejumlah orang datang ke rumahnya di Cimanggis, Depok, untuk mencari keberadaan ayahnya.

Ringkasan Cepat
  • pengalaman traumatis f saat dibawa ke markas grib jaya f (33), putri dari penulis buku ahmad bahar, menceritakan pengalamannya yang membuatnya trauma setelah dibawa paksa ke markas pusat grib jaya di wilayah jakarta bara…
  • peristiwa tersebut terjadi pada minggu (17/5/2026) saat sejumlah orang datang ke rumahnya di cimanggis, depok, untuk mencari keberadaan ayahnya.
  • f mengungkapkan bahwa awalnya hanya sekitar empat orang yang datang ke rumahnya.
  • namun, jumlah mereka terus bertambah hingga membuat dirinya merasa takut.
Daftar Isi
  1. Pengalaman Traumatis F Saat Dibawa ke Markas GRIB Jaya
  2. 🔥 Postingan Populer
  3. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

F mengungkapkan bahwa awalnya hanya sekitar empat orang yang datang ke rumahnya. Namun, jumlah mereka terus bertambah hingga membuat dirinya merasa takut. Menurut F, orang-orang tersebut meminta dirinya ikut ke kantor GRIB dengan alasan untuk menjamin keamanan situasi di rumah.

“Mereka bilang, ‘nanti kita bikin surat di atas meterai bahwa menjamin kamu akan aman’. Saya bilang ‘saya enggak mau’,” kata F kepada wartawan usai mendatangi Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Akhirnya, F terpaksa ikut ke markas GRIB Jaya setelah Ketua RW dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah tempat tinggalnya datang ke lokasi. Ia khawatir kondisi neneknya di dalam rumah terancam jika dirinya tetap menolak.

“Kalau saya enggak ikut akan semakin banyak orang yang akan datang,” kata dia.

Setelah tiba di markas GRIB Jaya, F mengaku diminta menunggu Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules. Saat bertemu Hercules, F dituduh mengirim ancaman kepada Hercules dan istrinya. Namun, ia membantah tuduhan tersebut.

“Setelah Pak Hercules datang, Pak Hercules masih tetap bilang, ‘kamu nih ya ngapain ancam-ancam saya dan istri saya’. Saya bilang, ‘maaf Pak, bukan saya’. Tapi beliau tetap tidak percaya,” ujar F.

Ia juga mengaku mendapat intimidasi verbal saat berada di markas GRIB Jaya. Menurut F, dirinya berada di tengah banyak pria bertubuh besar sehingga merasa tidak berdaya.

“Lagian saya siapa sih berani-beraninya ngancam beliau, urusan saya apa, saya kenal aja enggak, tahu istrinya juga enggak tahu siapa,” kata F.

Di sana, F mengungkap adanya ucapan yang menurutnya tidak pantas dilontarkan kepadanya, termasuk perintah untuk melepas jilbab.

“Dia bilang, ‘kamu nih gimana sih kamu kan perempuan, kamu harusnya berbuat baik, copot aja itu jilbab kamu’,” tutur F.

Tidak hanya itu, F juga mengaku diancam tidak bisa pulang jika ayahnya tidak datang menemui Hercules.

“Kalau bapak kamu enggak datang sekarang, kamu enggak akan bisa pulang dari sini,” kata F menirukan ucapan yang diterimanya.

Dalam kesaksiannya, F juga menyebut Hercules sempat mengeluarkan pistol dan menembakkannya sebanyak dua kali.

“Dia mengeluarkan pistol itu kan. Terus, ‘kamu kalau berani nih kamu lihat nih ya’, sambil tunjuk-tunjuk. Saya pikir enggak bakal sampai menembakkan gitu kan. ‘Nih saya tembakkan, dor dor’, dua kali dia tembakkan,” ujar F menirukan ucapan Hercules.

Meski berkali-kali membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya, F mengaku tetap disalahkan.

“Dari awal saya udah bilang saya enggak tahu apa-apa, itu bukan saya, tapi tetap saya disalahkan,” kata dia.

Sebelumnya, rumah penulis buku, Ahmad Bahar, di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, didatangi oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026). Rombongan tersebut datang sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan mencari keberadaan Ahmad Bahar di rumahnya.

Mereka ingin menanyakan terkait konten TikTok milik Ahmad Bahar yang dinilai menyudutkan Ketum GRIB Jaya Hercules. Selain itu, mereka juga ingin mengklarifikasi terkait pesan ancaman yang dikirimkan oleh Ahmad Bahar kepada Hercules.

Namun, karena Ahmad Bahar tidak ada di rumah, rombongan pria itu akhirnya membawa seorang putrinya yang berusia 33 tahun yang saat itu berada di rumah. Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, menceritakan bahwa putrinya dipaksa ikut ke kantor GRIB Jaya agar Ahmad Bahar mau datang dan menemui Hercules.

Sementara itu, Ahmad Bahar telah meminta maaf atas peristiwa yang terjadi. Dia juga menyebut bahwa nomor WhatsApp miliknya telah diretas. Adapun Ahmad Bahar dan GRIB sebelumnya telah berdamai dengan dimediasi Polres Metro Depok.

843SHARES7.7kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,663 ulasan)

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g Kesaksian Putri Ahmad Bahar di Markas GRIB, Diancam Pistol yang Ditembak Dua Kali
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait

By Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan