AA1ht9pE.jpg
AA1ht9pE.jpg

Penyerangan di Papua Tengah Mengakibatkan Dua Korban Jiwa

Pada hari Sabtu (21/2/2026), kembali terjadi insiden penyerangan mematikan di wilayah Papua. Dalam laporan yang diterima, dua petugas penjaga di pos pengamanan perusahaan penambangan emas PT Kristal Nabire di Nabire, Papua Tengah, tewas di tempat setelah diserang oleh kelompok separatis bersenjata. Peristiwa ini terjadi di Kilometer (Km) 38 Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi.

Ringkasan Cepat
  • penyerangan di papua tengah mengakibatkan dua korban jiwa pada hari sabtu (21/2/2026), kembali terjadi insiden penyerangan mematikan di wilayah papua.
  • dalam laporan yang diterima, dua petugas penjaga di pos pengamanan perusahaan penambangan emas pt kristal nabire di nabire, papua tengah, tewas di tempat setelah diserang oleh kelompok separatis bersenjata.
  • peristiwa ini terjadi di kilometer (km) 38 kampung lagari jaya, distrik makimi.
  • menurut informasi yang diberikan oleh kasubag humas satgas operasi damai cartenz, kombes yusuf sutedjo, kejadian tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Daftar Isi
  1. Penyerangan di Papua Tengah Mengakibatkan Dua Korban Jiwa
  2. Penangkapan 28 Orang Terkait Aksi Separatis
  3. Peran Kopitua Heluka dalam Peningkatan Kejahatan
  4. 🔥 Postingan Populer
  5. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Menurut informasi yang diberikan oleh Kasubag Humas Satgas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutedjo, kejadian tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Selain itu, pelaku juga melakukan perusakan terhadap fasilitas-fasilitas perusahaan. Saat ini, Satgas Damai Cartenz sedang melakukan pengamanan di sekitar lokasi penyerangan.

Pada hari Ahad (22/2/2026), pasukan Operasi Damai Cartenz berhasil melakukan evakuasi terhadap dua jenazah korban penyerangan dan membawanya ke RSUD Nabire. Meskipun identitas kedua korban masih dalam proses pemeriksaan medis, diketahui bahwa mereka bukan dari satuan kepolisian. Kondisi jenazah sangat memilukan karena lokasi penyerangan habis terbakar.

Dari olah tempat kejadian, tim investigasi menemukan bekas-bekas penyerangan pada sebuah kendaraan milik PT Kristal Nabire. Adapun ciri-ciri yang ditemukan adalah lubang-lubang bekas tembakan dari arah depan kendaraan. Namun, proyektil peluru tidak ditemukan di lokasi kejadian. Diduga penembakan dilakukan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter.

Penangkapan 28 Orang Terkait Aksi Separatis

Sebelum peristiwa penyerangan di pos pengamanan PT Kristal Nabire, pada Jumat (20/2/2026), Operasi Damai Cartenz di Yahukimo berhasil menangkap sedikitnya 28 orang yang diduga terlibat dalam jaringan separatis Papua Merdeka. Dari jumlah tersebut, sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat dalam berbagai aksi kekerasan dan penyerangan.

Beberapa nama yang menjadi tersangka antara lain:

  • Atius Sobolim dan Elipianus Esema, yang dituduh melakukan pembakaran di Kompleks Ruka Blok B pada 14 Februari 2026.
  • Ferry Alimdam, Elix Malyo, dan Olan Nalya, yang dijadikan tersangka karena terlibat dalam penyerangan dan pembakaran SMP Metanoya pada 7 Januari 2026.
  • Homi Heluka alias Serius Kobak, yang terlibat dalam banyak kasus separatisme, termasuk penyerangan terhadap anggota Brimbo-Polri, pembakaran unit kendaraan Satbinmas, dan pembunuhan para pendulang emas.
  • Simak Kipka alias Aibon Kipka, yang terlibat dalam pembakaran kendaraan dinas Kepala Desa Yalmabil.
  • Kotor Payage alias Kotoran Giban, yang terlibat dalam penyerangan terhadap warga sipil Suwono.
  • Enage Hiluka, yang terlibat dalam penikaman terhadap seorang perempuan pedagang pinang dan pembunuhan terhadap Indra Guru Wardana.

Seluruh tersangka saat ini dalam pengamanan ketat oleh personel Satgas Damai Cartenz dan Sat Brimob Polda Papua.

Peran Kopitua Heluka dalam Peningkatan Kejahatan

Menurut Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, peningkatan kejadian penyerangan dan kekerasan di Papua belakangan ini tidak lepas dari kaburnya salah satu pentolan kelompok kriminal bersenjata (KKB), Kopitua Heluka, dari Penjara Wamena pada 25 Februari 2025 lalu.

Kopitua Heluka pernah ditangkap dan dijebloskan ke penjara, namun berhasil kabur setahun lalu. Ia kini kembali bergabung dengan kelompok bersenjata untuk melakukan berbagai tindak pidana. Setelah kaburnya Kopitua Heluka, kelompok tersebut kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi-aksi yang menyebabkan hilangnya nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan.

708SHARES2.5kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,769 ulasan)

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g Kelompok bersenjata serang perusahaan emas di Nabire, dua penjaga tewas
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait

By Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan