Minggu, 13 September 2026Indonesia
Kompasia
news

Hadapi Ketegangan Global, Indonesia Kuatkan Kemandirian Energi Nasional

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Mei 21, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
AA23Hjdo.jpg
βœ“ Penulis Verified

Kemitraan Pemerintah dan Pertamina dalam Mempertahankan Ketahanan Energi Nasional

Di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks, pemerintah Indonesia dan Pertamina menunjukkan komitmen kuat untuk bekerja sama dalam menjaga ketahanan energi nasional. Hal ini menjadi penting mengingat situasi geopolitik dan geoekonomi yang tidak menentu saat ini. Berbagai negara di dunia kini menghadapi ketidakpastian yang memengaruhi hampir semua aspek kehidupan, termasuk di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa kondisi saat ini telah menciptakan tantangan besar bagi seluruh negara. “Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang sedang bertikai, tetapi hampir semua negara, bahkan hampir semua rakyat dunia,” ujarnya dalam pembukaan IPA Convex ke-50 yang berlangsung di Ice BSD City pada 20–22 Mei 2026.

Bahlil menjelaskan bahwa sebagian besar negara kini fokus pada perlindungan kepentingan nasional mereka masing-masing, baik itu negara yang memiliki sumber minyak maupun yang tidak. Dalam situasi seperti ini, pemerintah Indonesia berupaya mencari alternatif energi yang lebih berkelanjutan, bukan hanya bergantung pada BBM dari sumber fosil. “Ketika lifting kita tidak tercapai, maka harus ada cara lain yang kita lakukan,” tambahnya.

Peran Penting Pertamina dalam Menjaga Ketahanan Energi

Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika industri energi global yang semakin kompleks. Era easy energy sudah berlalu, dan kini diperlukan strategi baru untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan hal tersebut dalam sesi Global Executive Talk bertema β€œThe End of Easy Energy: The New Reality of Oil and Gas”.

Menurut Oki, Indonesia masih memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor energi. “Bagi para investor, praktisi industri energi, maupun regulator, Indonesia menawarkan begitu banyak peluang yang dapat dikembangkan,” ujarnya.

Salah satu tantangan utama adalah meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global, khususnya akibat ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan energi utama dunia. Kondisi ini berpotensi memicu volatilitas harga energi dan memengaruhi stabilitas pasokan global.

Strategi Kolaborasi dan Teknologi dalam Industri Energi

Untuk menjaga ketahanan energi, Pertamina menempatkan kolaborasi sebagai salah satu strategi utama. Kemitraan dengan perusahaan energi global memungkinkan pertukaran pengetahuan dan keahlian untuk mengurangi risiko bisnis. “Kami membutuhkan partnership. Kami memiliki banyak perusahaan mitra yang sangat andal,” kata Oki.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan investasi energi. Diperlukan dukungan melalui perpanjangan masa kontrak, penyesuaian skema bagi hasil, atau insentif fiskal untuk meningkatkan tingkat pengembalian investasi.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko operasi. Contohnya, penggunaan supercomputer dan kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan energi global untuk mendukung eksplorasi dan pengambilan keputusan yang lebih akurat.

Peluang Pengembangan Sumber Daya Energi Baru

Di tengah tantangan tersebut, Indonesia masih memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor energi, termasuk pada sumber daya migas nonkonvensional dan enhanced oil recovery (EOR). Pertamina mendorong pengembangan teknologi produksi dan optimalisasi lapangan eksisting melalui pendekatan seperti chemical enhanced oil recovery (EOR) dan optimalisasi sumur produksi.

“Indonesia memiliki peluang yang sangat besar. Jadi, bagi para investor, engineer, maupun regulator, Indonesia menawarkan begitu banyak peluang yang dapat dikembangkan,” tutup Oki.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia